apijiwa.id – Dalam rangka mengisi liburan sekolah, Ma’had Qur’anuna Papandayan Garut, Jawa Barat, mengadakan kegiatan Karantina Tahfiz bertajuk “Liburan Berkualitas Bersama Al-Qur’an” selama sepuluh hari, 24 Desember 2025 -3 Januari 2026.
Menurut Sekretaris Ma’had Qur’anuna Papandayan, Ustaz Ridwan Kamal, kegiatan diselenggarakan dalam rangka mengisi liburan para peserta yang berasal dari jenjang SD dan SMP, agar liburannya diisi dengan kegiatan yang positif.
Kegiatan diikuti 70 anak, meliputi 30 laki-laki dan 40 perempuan dan diselenggarakan di gedung ma’had yang berada di kawasan Garut Selatan, tepatnya di kaki Gunung Papandayan. Kegiatan dibuka oleh pimpinan Ma’had, Ustaz Asep Ami Azwar Farid, alumnus S1 dan S2 Islamic Sudan University.
“Di luaran sana banyak yang mengisi liburan hanya sekedar hura-hura dan kegiatan kurang positif, maka kami mengadakan agenda ini agar liburan mereka bisa lebih bermanfaat,” jelas Ustaz Ridwan Kamal.
Menurut Ustaz Ridwan Kamal, manfaat dari mengikuti kegiatan karantina tahfiz adalah agar para peserta lebih tertarik hatinya kepada Al-Qur’an. Mengingat pengaruh gadget di kalangan anak dan remaja begitu tinggi, sehingga dengan adanya kegiatan ini diharapkan bisa mengurangi pengaruh tersebut.
“Kita tidak bisa menolak teknologi, tetapi tentu saja hal itu harus diatur secara baik, dan Al-Qur’an adalah sesuatu yang penting dan fundamental untuk dipelajari, dipahami, dan dicintai oleh anak-anak kita,” tambahnya.
Masih menurut Ustaz Ridwan Kamal, Allah akan mengangkat suatu kaum dengan Al-Qur’an. Ia melihat kaum Muslimin saat ini tengah terpuruk, maka satu-satunya cara terbaik menurutnya dengan membangkitkan kembali semangat generasi muda dengan pendekatan Al-Qur’an.
“Gerakan mencintai Al-Qur’an pada generasi muda harus ditumbuhkan sejak dini agar mereka benar-benar bisa menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam hidupnya,” tegasnya.
Pada pelaksanaan kegiatan Karantina Tahfiz, para peserta dibimbing menghafal Al-Qur’an secara cepat dengan menggunakan metode menghafal Al-Qur’an ala Sudan. Targetnya, peserta hafal Juz Amma.
Metode Menghafal Al-Qur’an ala Sudan identik dengan sistem khalwah (karantina), fokus kuat, pengulangan intensif, menulis di papan kayu atau kertas (lauh) agar hafalan kokoh, serta seringkali diiringi langgam Sudan (riwayat Ad-Duuri), sehingga menciptakan metode hafalan cepat dan mendalam melalui kedisiplinan tinggi dan lingkungan yang mendukung, bahkan sering ditargetkan 30 juz dalam 40 hari dengan metode intensif.
Selain memandu peserta menghafal Al-Qur’an dengan metode yang telah ditentukan, para peserta Karantina Tahfiz juga diajak melakuklan game edukatif sebagai selingan. “Semoga acara ini dapat rutin dilakukan karena besar manfaatnya untuk umat,” pungkasnya berharap.













