Advertisement

apijiwa.id — Kegiatan Merti Bumi Kupang yang digelar saat ini diharapkan dapat menjadi simbol wujud kerukunan warga Kelurahan Kupang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Melalui semangat guyub rukun dan kebersamaan antarwarga, Kelurahan Kupang diharapkan dapat tumbuh menjadi semakin makmur.

Demikian pesan Bupati Semarang, H. Ngesti Nugraha, yang disampaikan melalui Camat Ambarawa, Wahyu Pito Nugroho, dalam sambutannya di sela-sela kegiatan Merti Bumi Kelurahan Kupang. Acara tersebut berlangsung meriah di pelataran Gerai Koperasi Merah Putih, Kupang Kidul, Minggu (14/06/2026).

“Kami dari jajaran Pemerintah Kecamatan Ambarawa sangat mendukung kegiatan seperti ini. Ke depannya, kegiatan serupa akan kita laksanakan hingga tingkat kecamatan, yang rencananya mencapai puncak pada September 2026 mendatang. Harapannya, masyarakat Kelurahan Kupang tetap guyub rukun dan menjaga kebersamaan ini,” ujar Wahyu Pito Nugroho yang hadir didampingi istri.

Dalam kesempatan tersebut, Wahyu juga menyampaikan bentuk dukungan materiil dari jajaran pemerintahan. “Kami sampaikan juga bahwa meski tidak bisa hadir, Bupati Semarang menitipkan bantuan sumbangan kepada panitia sebesar Rp5 juta. Begitu juga dari Camat Ambarawa sebesar Rp1 juta dan Lurah Kupang Rp1 juta,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Merti Bumi Kupang, Sugeng Widodo, menyampaikan bahwa kegiatan ini dapat terselenggara berkat dukungan penuh masyarakat Kelurahan Kupang serta para donatur. Pada tahun 2026 ini, Merti Bumi Kelurahan Kupang memasuki tahun kedua penyelenggaraan. Meski dikemas secara sederhana, acara ini tetap membawa makna yang mendalam bagi warga.

“Selain itu, kegiatan Merti Bumi ini rencananya sekaligus digelar untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kelurahan Kupang. Rencana tersebut merujuk pada SK Menteri Sekretaris Negara RI tanggal 31 Desember 1980 tentang perubahan status dari Desa Kupang menjadi Kelurahan Kupang,” urai Sugeng.

Di antara peserta arak-arakan warga dalam rangka Merti Bumi Kelurahan Kupang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. (apijiwa.id/Heru Santoso)

Berdasarkan SK perubahan tersebut, usia Kelurahan Kupang saat ini telah menginjak 46 tahun. “Harapannya, peringatan HUT Kelurahan Kupang ke depan dapat terlaksana dengan baik atas dukungan seluruh masyarakat Kupang,” jelasnya kemudian.

Sugeng menambahkan, Merti Bumi tahun 2026 ini mengangkat tema “Guyub Rukun Sengkuyung, Agawe Kupang Makmur”. Untuk memperkuat rasa kebersamaan, acara ini turut mengundang dan melibatkan generasi muda dari kalangan pelajar, mulai dari MI Kupang, SDN Kupang 01, SDN Kupang 04, SMA Islam Sudirman, hingga SMK Islam Sudirman 02, serta seluruh perwakilan dari 13 RW yang ada di wilayah Kelurahan Kupang.

“Harapan kami, kegiatan Merti Bumi Kelurahan Kupang ini dapat terus dilaksanakan secara rutin dan semakin baik ke depannya. Hal yang paling utama, agar kegiatan ini dapat berjalan bagus dan lancar, tentu harus mendapat dukungan penuh dari seluruh warga Kupang tanpa terkecuali,” ujar Khoerur Rozikin, yang pada Juli 2026 nanti akan memasuki masa pensiun sebagai ASN.

Rangkaian acara Merti Bumi ini sejatinya telah diawali dengan berbagai kegiatan pendahulu, di antaranya ziarah ke makam mantan Kepala Desa dan mantan Lurah Kupang, yakni almarhum Ahmad Karsan dan almarhum H. Thoyib Hasan.

Sementara itu, puncak acara dimulai dengan arak-arakan warga yang mengambil titik start dari halaman SMA Islam Sudirman Ambarawa. Rombongan kemudian melintasi Jl. Jenderal Sudirman, masuk ke kompleks Pasar Projo, dan berakhir (finish) di pelataran Gerai KKMP Kupang.

Acara resmi lalu diisi dengan berbagai penampilan kesenian, di antaranya sajian seni dari Sanggar Tari ‘Puspita Rinonce’, Sanggar Tari ‘Centini’, dan Sanggar Tari ‘Widya Asmara’. Tidak ketinggalan, ada pula penampilan Tari Rewo-Rewo yang dibawakan oleh kolaborasi SDN Kupang 02 dan RW 03 Kupang Lor.

Sebelum prosesi pemotongan tumpeng dimulai, acara didahului dengan doa lintas agama sebagai simbol toleransi. Doa agama Islam dipimpin oleh H. Kasmuni, agama Kristen oleh Pdt. Dian Adi Kristian, dan agama Katolik oleh Kusdi. Prosesi potong tumpeng selanjutnya dilakukan oleh Camat Ambarawa, Wahyu Pito Nugroho, yang kemudian diserahkan kepada Lurah Kupang, Khoerur Rozikin.

Kemeriahan berlanjut hingga siang dan sore hari melalui panggung hiburan kesenian warga. Sejumlah penampil yang turut menyemarakkan acara ini di antaranya berasal dari Sanggar Seni Purwo (RW 02 Kupang Dukuh), Krida Jarak Barong (RW 09 Kupang Sari), Sendang Turonggo Aji (RW 08 Kupang Kidul), dan Sanggar KBM (RW 07 Kupang Sewan).

Turut hadir dalam acara tersebut Camat Ambarawa Wahyu Pito Nugroho beserta istri, Lurah Kupang Khoerur Rozikin beserta istri, Pelda Aris Dili (mewakili Danramil 09/Ambarawa), serta Aiptu Suparyadi (mewakili Kapolsek Ambarawa). Hadir pula Bhabinkamtibmas dan Babinsa Kupang, Ketua LKK Ambarawa Eka Jaya Sakti, pengurus Tosan Aji Ambarawa Ali, pengurus BKM Kupang, seluruh Ketua RW & RT se-Kelurahan Kupang, serta ratusan warga dari 13 RW di wilayah Kelurahan Kupang.

Facebook Comments Box

Penulis: Heru SantosoEditor: Badiatul Muchlisin Asti

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.