apijiwa.id – Acara Tepang Sono Alumni SMA Mutiara 2 Bandung sukses digelar pada Sabtu (25/4/2026) di Cafe dan Kolam Pemancingan 89 milik H. Asep Rahman, Jalan Budi No. 89, Kelurahan Pasirkaliki, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi. Sebanyak 100 peserta hadir mewakili 11 angkatan (tahun 1983-1994) dengan mengusung tema penuh makna “Merajut yang Terputus, Mempererat yang Sudah Terjalin”.
Perhelatan ini menjadi momen spesial karena baru kembali terlaksana setelah terakhir diadakan pada tahun 2023. Acara kian meriah dengan kehadiran pemain sinetron legendaris “Preman Pensiun”. Turut hadir perwakilan guru, H. Mulyadi, yang diundang khusus dan menyatakan rasa bangganya dapat kembali bersua dengan para mantan muridnya di kesempatan tersebut.
Dalam arahannya, H. Mulyadi menegaskan bahwa kegiatan silaturahmi merupakan bagian dari ibadah muamalah. Menurutnya, ibadah tidak terbatas pada salat, zakat, puasa, atau haji saja, tetapi juga menyambungkan tali kekeluargaan.
“Saya meminta kepada para alumni untuk senantiasa mengevaluasi diri agar menjadi Muslim yang beriman dan bertakwa, serta selalu berikhtiar menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Kita harus bersyukur atas nikmat dan bersabar menghadapi ujian-Nya. Selain itu, tolong-menolonglah dalam kebaikan dan jauhi perbuatan yang merugikan orang lain,” terangnya.
Ketua Alumni SMA Mutiara 2 Bandung, Ruhiyat Heru, menyatakan komitmennya untuk terus merutinkan kegiatan silaturahmi seperti ini. Ia menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar ajang melepas rindu, melainkan diharapkan dapat memicu kegiatan sosial seperti sedekah.

“Bertemu teman adalah sebuah kebahagiaan. Di tengah segala romantika kehidupan, kami berusaha memberikan yang terbaik untuk teman-teman,” ujar Ruhiyat, yang diamini oleh Ketua Panitia, Ella Kamilawati, dan Bendahara, Herni Ruhyani.
Mereka juga menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada para donatur dan rekan-rekan yang telah menyukseskan acara.
Acara yang dipandu oleh Ceu Tini dan Kang Deffy ini diisi dengan sesi obrolan santai selama satu jam selepas Zuhur bersama para pemeran “Preman Pensiun”, yakni Boy, Roy, Ableh, dan Oo. Mereka berbagi pengalaman tentang proses mengasah kemampuan akting alami di sinetron tersebut.
Meski terlihat instan bisa bermain di sinetron populer, mereka mengaku perjalanan tersebut membutuhkan pengorbanan dan perjuangan berat. Uniknya, keempatnya sepakat bahwa doa ibu adalah kunci utama kemudahan karier mereka. Selain berbincang, mereka juga unjuk kebolehan dengan melantunkan beberapa lagu yang menghibur para peserta.
Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga sore ini dimeriahkan dengan pembagian doorprize, tukar kado, penyampaian tausiyah, serta hiburan spontanitas dari para alumni. Salah satu peserta, Didin, mengungkapkan rasa bahagianya bisa bertemu rekan-rekan lintas angkatan. Senada dengan Didin, Yani Walyati menilai acara kali ini terasa sangat istimewa karena dikemas secara sederhana namun sangat menyenangkan oleh panitia.
Sebagai penutup, seluruh hadirin melantunkan lagu “Kemesraan” secara bersama-sama sembari bersalaman sebelum kembali ke kediaman masing-masing. Harapannya, kegiatan penuh kehangatan ini dapat kembali digelar pada tahun-tahun mendatang.












