apijiwa.id – Iwan S. Abdillah mengambil langkah berani dengan terjun ke bisnis perlengkapan keamanan api (fire safety). Baginya, bisnis ini bukan sekadar mengejar profit yang menggiurkan, melainkan sebuah misi kemanusiaan dan spiritual. Iwan memandang api sebagai ancaman nyata, baik di dunia maupun di akhirat.
Berangkat dari pemikiran tersebut, pria kelahiran Bandung tahun 1976 ini mendirikan CV. Sarana Utama, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penyedia jasa pelatihan pemadam kebakaran dan pengadaan alat pemadam api.
“Modal awal berasal dari orang tua. Saya menjalankan amanah tersebut sebaik mungkin hingga hasilnya dapat dirasakan seperti sekarang,” ujar Iwan yang juga aktif sebagai dai, motivator bina mental, dan trainer fire rescue.
Layanan Berbasis Motivasi Religi
Berpusat di Jl. Abdurahman Saleh No. 22 (Bandung Utara), Jawa Barat, dan memiliki cabang di Jl. Terusan Buah Batu No. 312 (Bandung Selatan), CV. Sarana Utama menjamin standar layanan dan harga yang konsisten di seluruh wilayah.
Menariknya, bisnis yang dijalankan Iwan memiliki keunikan tersendiri. Selain menyediakan alat pemadam kebakaran (lokal maupun impor), pihaknya juga menawarkan pelatihan berbasis motivasi religi. Pelatihan ini tidak hanya mengajarkan teknik memadamkan api secara fisik (dunia), tetapi juga membekali peserta dengan kesadaran spiritual untuk terhindar dari api akhirat.
“Bukan hanya api dunia yang kita takuti, api akhirat pun jauh lebih menakutkan. Kita harus berikhtiar agar terhindar dari keduanya,” ungkap pengagum Ustaz Adi Hidayat tersebut.
Penyuka makanan sehat (real food) ini menjelaskan bahwa kliennya berasal dari berbagai instansi swasta maupun lembaga pemerintah. Dalam menjalankan usahanya, Iwan menerapkan sistem profit sharing dan membuka pintu kerja sama seluas-luasnya dengan prinsip saling menguntungkan.
Bagi suami dari Rini Purbasari ini, silaturahmi adalah kunci. “Prinsip saya, sebagai manusia harus memberikan manfaat sebanyak mungkin bagi sesama. Dari sanalah pahala dan kemudahan hidup akan mengalir,” tuturnya di tengah kesibukan yang padat.
Perjuangan dan Filosofi Hidup
Kesuksesan Iwan tidak datang dalam semalam. Dengan omzet mencapai Rp5 miliar per tahun dan rata-rata margin keuntungan 20%, ia menegaskan bahwa pencapaian ini adalah buah dari ikhtiar tanpa henti yang diiringi doa.
Ayah tiga anak ini memegang teguh motto hidup yang mendalam “Jangan mencari hidup, karena tujuan hidup bukan untuk hidup, tapi untuk hidup setelah hidup. Maka dalam hidup, jangan asal hidup, tapi harus bisa hidup untuk nanti hidup, karena di sanalah sejatinya tempat kita hidup.”
Untuk menjaga loyalitas pelanggan, Iwan memberikan jaminan kualitas berupa: garansi kerusakan barang; ketersediaan suku cadang terbaik, dan penawaran harga yang kompetitif di pasar.
Pemesanan produk dapat dilakukan melalui jaringan pertemanan, relasi bisnis, maupun media sosial. Di tahun 2026, Iwan memilih untuk tetap fokus memperkuat layanan yang ada. Fokus utamanya saat ini adalah memastikan kepuasan konsumen agar setiap rezeki yang didapatkan menjadi berkah bagi kehidupan keluarga dan sesama.











