apijiwa.id – Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Jateng Guyub menggelar aksi jalan kaki dari kawasan Candi Gedong Songo, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah di Kota Semarang. Aksi long march massal ini direncanakan berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa (22/09/2026) malam, sebagai bentuk penolakan tegas terhadap mega proyek geothermal.
Sebelum memulai perjalanan, kegiatan diawali dengan prosesi ritual dan pelepasan. Massa kemudian bergerak menuju titik kumpul pertama di Alun-Alun Bandungan. Demikian disampaikan oleh perwakilan Aliansi Jateng Guyub, Exi Wijaya, sesaat sebelum aksi dimulai.
“Orasi awal dilakukan di Alun-Alun Bandungan untuk menyuarakan penolakan terhadap proyek geothermal. Pesan kami jelas, petani maupun masyarakat Kabupaten Semarang menolak berdirinya proyek tersebut,” ujar Exi dalam orasinya.
Menurutnya, pemerintah seharusnya memastikan setiap pembangunan melibatkan masyarakat dan mempertimbangkan ruang hidup warga. Aspek keberadaan sumber air serta kondisi tanah juga harus diperhitungkan secara matang dalam perencanaan proyek besar.
“Kami tegaskan bahwa kami bukan menolak energi. Kami sadar masyarakat tidak bisa hidup tanpa energi, tetapi yang kami tolak adalah energi yang menghancurkan lingkungan hidup. Aliansi Jateng Guyub sendiri terdiri dari berbagai elemen, mulai dari petani, nelayan, hingga aliansi masyarakat lainnya yang bersatu untuk memperkuat gerakan yang selama ini berjalan terpisah,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan Aliansi Penyelamat Gunung Ungaran, Bambang Eko S., menyoroti kurangnya transparansi pemerintah terkait rencana proyek geothermal di kawasan Gunung Ungaran. Ia mengaku kesulitan menemukan dokumen maupun surat keputusan (SK) yang menjadi dasar hukum proyek tersebut, sehingga kejelasannya masih dipertanyakan. Pemerintah semestinya memberikan edukasi serta informasi yang terbuka dan lengkap kepada publik.
Senada dengan hal tersebut, warga Kecamatan Sumowono yang turut serta dalam aksi menegaskan penolakan mereka. Warga khawatir proyek geothermal akan merusak sumber mata air yang selama ini diandalkan masyarakat, sekaligus mengancam kelestarian situs cagar budaya Candi Gedong Songo di kawasan Gunung Ungaran.
Setelah berorasi di Alun-Alun Bandungan, ratusan massa melanjutkan perjalanan menuju wilayah Ungaran. Pada Rabu (23/09/2026), mereka berencana menggelar audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Semarang sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial. Selanjutnya, pada Kamis (24/09/2026), massa melanjutkan perjalanan darat menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah di Kota Semarang.













