apijiwa.id – Yayasan Rumah Tahfidz Yatim Ibnu Qoyyim bekerjasama dengan Majelis Taklim al-Kautsar, al-Muawwanah, at-Taqwa, dan beberapa majelis taklim di Kompleks Perumahan Pharmindo, Melong, Cimahi Selatan, mewakafkan 250 mushaf Al Qur’an dan 80 buku Iqro’ di Kampung Cigatot Girang, Desa Tenjolaut, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat, pada Minggu (1/2/2026).
Ketua Divisi Kesantrian Yayasan Rumah Tahfidz Yatim Ibnu Qoyyim, Ustaz Amin Nurdin menyatakan, pada awalnya kegiatan ini bernama Tebar Qur’an yang dilakukan santri yayasan ketika akan pulang ke kampung halamannya. Selanjutnya para santri yang tergabung dalam organisasi intra sekolah yang diberi nama Lajnah Thulabiyah merencanakan akan tebar wakaf Qur’an dan direstui oleh pihak yayasan.
“Ternyata, respons setelah kegiatan tebar wakaf al-Quran ini dilakukan, masyarakat begitu antusias ikut berpartisipasi dalam kebaikan ini,” terangnya kepada apijiwa.id.
Acara tersebut ditandai dengan penyerahan wakaf Al-Qur’an secara simbolis oleh pihak yayasan kepada para pengurus DKM. Masjid Baiturrahmah menjadi pusat pendistribusian wakaf, yang juga disalurkan ke Masjid Al Ikhlas serta beberapa musala seperti Nurul Iman, Al Hidayah, dan Al Barokah.

Ustaz Amin menekankan bahwa semangat masyarakat dalam membangun masjid seringkali tidak dibarengi dengan persiapan sumber daya manusia untuk memakmurkannya. Sebagai langkah nyata, yayasan memboyong dua santri lokal untuk dididik menjadi kader. “Ini adalah bentuk perhatian kami agar warga senantiasa membaca Al-Qur’an melalui fasilitas yang bermanfaat ini,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa Yayasan Rumah Tahfidz Yatim Ibnu Qoyyim merupakan lembaga khusus anak yatim dan piatu usia SD. Seluruh santri diwajibkan bermukim (mondok) dengan tujuan mencetak generasi penghafal Al-Qur’an. Pemilihan lokasi di daerah pelosok didasari atas keprihatinan terhadap minimnya perhatian pada pendidikan dan dakwah Islam di wilayah terpencil.
Selain membagikan Al-Qur’an dan Iqro’ yang layak, Yayasan bersama para santri juga menggelar aksi “Geber Masjid” (Gerakan Bersih-Bersih Masjid). Ustaz Rustandi, perwakilan DKM Masjid Baiturrahmah sekaligus pengurus MUI Desa Tenjolaut, menyampaikan apresiasi mendalam karena bantuan tersebut tersebar merata ke seluruh masjid dan musala. Ia sepakat bahwa upaya memakmurkan masjid harus dimulai dengan kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an.
Sebagai penutup, Ustaz Amin menegaskan bahwa target utama kegiatan ini adalah memberantas buta huruf Al-Qur’an di pelosok sekaligus memicu semangat warga untuk menghidupkan masjid. “Kami berharap wakaf ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat setempat,” pungkasnya.











