apijiwa.id — Kemampuan menjaga hafalan Al-Qur’an mengantarkan Medina Arfa Al Khoiri, murid kelas X D MAN 1 Yogyakarta, meraih Juara 1 Musabaqah Hifzil Qur’an (MHQ) kategori 5 juz pada ajang Vacation Muslim Festival.
Kompetisi nasional yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Mahasiswa Islam Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (FKMI SV Undip) ini berlangsung di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (24/10/2026).
Berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 15.00 WIB, ajang ini menguji ketepatan, kelancaran, serta penguasaan hafalan para peserta. Dalam lomba tersebut, Medina harus bersaing dengan jajaran peserta yang memiliki keragaman nada bacaan dan karakteristik lantunan ayat—hal yang baginya menjadi pengalaman sangat berharga.
Bagi Medina, keikutsertaannya bukan semata-mata untuk meraih trofi, melainkan juga wadah mengukur kemampuan dan memperkaya pengalaman. Di sela-sela waktu tunggu kompetisi, ia terus tekun melakukan muraja’ah (mengulang hafalan) demi menjaga kesiapan mental dan hafalan sebelum tampil di hadapan dewan juri.
Kecintaan Medina terhadap Al-Qur’an sendiri telah terbangun sejak kecil. Mengagumkannya, ia bahkan sudah berhasil menuntaskan hafalan 30 juz pada usia sembilan tahun. Pengalaman panjang itulah yang menjadi modal berharga baginya saat bersaing di kategori 5 juz kali ini.
“Menjaga kualitas hafalan membutuhkan kesungguhan dan konsistensi. Selain persiapan mandiri, doa dan dukungan orang tua serta teman-teman menjadi bagian paling penting dalam menghadapi perlombaan,” ungkap Medina.
Keberhasilan Medina mendapat apresiasi tinggi dari Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd. Ia menilai prestasi ini membuktikan pentingnya pendidikan yang selaras antara akademik, karakter, kedisiplinan, dan kedalaman spiritual.
“Alhamdulillah, kami sangat bangga atas prestasi Ananda Medina. Menghafal Al-Qur’an membutuhkan ketekunan dan komitmen luar biasa. Semoga capaian ini menginspirasi murid-murid lainnya untuk semakin mencintai Al-Qur’an, berani berkompetisi, serta mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Edi Triyanto.
Capaian Medina semakin memperpanjang deretan prestasi MAN 1 Yogyakarta di bidang keagamaan. Keberhasilan ini menegaskan bahwa keunggulan tidak hanya lahir dari bakat alami, melainkan dari kebiasaan belajar yang berkelanjutan, latihan yang disiplin, serta keteguhan dalam menjaga hafalan.













