apijiwa.id – Berbagai dampak negatif penyalahgunaan narkoba di antaranya adalah gangguan kesehatan, kerusakan masa depan, hingga konsekuensi hukum yang dapat menjerat pelakunya. Oleh karena itu, siswa-siswi SMP Kristen Lentera Ambarawa diharapkan dapat menjaga pergaulan yang sehat, memahami batasan dalam pergaulan dengan lawan jenis, serta membangun kesadaran untuk menghargai diri sendiri maupun orang lain.
Demikian ditegaskan Kapolres Semarang, AKBP Ratna Quratul Ainy, dalam seminar bertajuk Hukum dan Kenakalan Remaja di SMP Kristen Lentera Ambarawa, Kabupaten Semarang, pada Sabtu (13/6/2026).
“Melalui kegiatan ini, saya meminta anak-anak semuanya untuk berani mengatakan tidak terhadap narkoba, menghindari perilaku menyimpang, serta meningkatkan kedisiplinan dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari,” ujar AKBP Ratna Quratul Ainy selaku pembicara utama. Dalam acara tersebut, Kapolres didampingi oleh Kasat Binmas AKP Muhammad Hazaquan dan Kapolsek Ambarawa AKP Ririh Widiastuti.
Seminar yang digelar di Gedung Gereja Kristen Indonesia (GKI) Ambarawa—yang berada satu kompleks dengan SMPK Lentera di Jl. Dr. Cipto Mangunkusumo, Ambarawa—ini diikuti oleh tidak kurang dari 150 peserta. Mereka terdiri dari seluruh siswa kelas VII dan VIII SMPK Lentera, para guru, serta perwakilan dari pihak yayasan.
Sementara itu, Kepala SMP Kristen Lentera Ambarawa, Marsidi, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Kapolres Semarang atas kesediaannya hadir langsung di sekolah mereka. Menurutnya, kehadiran ini menjadi bukti nyata bahwa Polres Semarang sepenuh hati siap membina generasi muda agar hidup benar dan tidak melanggar hukum sejak dini. Kapolres juga menekankan bahwa setiap anak memiliki cita-cita dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.
“Kami juga berdoa kiranya Tuhan senantiasa memberkati Ibu Ratna selaku Kapolres Semarang secara khusus, serta keluarga besar Polres Semarang secara umum, yang telah menunjukkan kepedulian dalam mempersiapkan dan membekali generasi muda. Harapannya, di lain waktu kami bisa mengundang kembali Kapolres Semarang dengan tema yang berbeda,” ujar Marsidi yang didampingi oleh Koordinator Sekolah, Vivy Inawati.
Di sisi lain, Ketua Panitia, David Wicaksono, menyampaikan bahwa kegiatan seminar ini mendapat sambutan dan antusiasme yang sangat tinggi dari para peserta, khususnya siswa kelas VII dan VIII. Para siswa juga aktif mengikuti sesi tanya jawab dan diskusi.
“Pihak sekolah sengaja menyelenggarakan seminar edukatif ini dengan mengangkat tema Hukum dan Kenakalan Remaja. Tujuannya adalah memberikan pemahaman yang benar kepada siswa mengenai berbagai tantangan yang dihadapi remaja di era modern, sekaligus membekali mereka dengan pengetahuan dan sikap positif dalam mengambil keputusan,” jelas David Wicaksono, yang juga merupakan Guru BK, didampingi oleh Lilik Santoso selaku panitia lainnya.
Dengan terselenggaranya seminar ini, SMP Kristen Lentera Ambarawa berharap para siswa semakin memahami risiko kenakalan remaja serta mampu menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, berkarakter, dan berprestasi.
David menambahkan, dalam sesi dialog dengan Kapolres Semarang tersebut, sedikitnya ada 10 anak yang aktif mengajukan pertanyaan. Salah satu pertanyaannya adalah mengenai bagaimana sikap yang harus diambil jika ada teman yang melakukan kenakalan remaja dan membawa pengaruh buruk. Bahkan, beberapa siswa memberikan testimoni bahwa seminar ini membuat mereka menjadi lebih berhati-hati dalam berperilaku, baik dalam tindakan maupun ucapan.
“Melalui seminar ini, harapan kami siswa SMPK Lentera Ambarawa dapat memperoleh wawasan yang lebih luas terkait perkembangan remaja dan tantangan kehidupan sosial. Selain itu, seluruh siswa diharapkan dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, menjauhi perilaku berisiko, serta menjadi generasi berkarakter yang mampu meraih masa depan gemilang,” pungkas David W., yang juga menjabat sebagai Pembina OSIS SMP Kristen Lentera Ambarawa.













