Advertisement

apijiwa.id – Talitha Andriani Nurhidayati, murid kelas XII D MAN 1 Yogyakarta, berhasil meraih medali perak dalam ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) Pendidikan Menengah 2026 bidang Kimia. Prestasi tingkat nasional ini menjadi puncak perjuangannya selama dua tahun dalam mempersiapkan diri melalui pembinaan intensif, latihan soal, dan evaluasi berkala.

Babak final OSN 2026 jenjang pendidikan menengah berlangsung pada 14–20 September 2026 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur. Penganugerahan medali digelar dalam acara awarding night di Hall Dome UMM, Sabtu (19/9/2026).

Ajang OSN 2026 diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Pada bidang Kimia, kompetisi ini diikuti oleh 35.613 peserta dari seluruh Indonesia, dengan 60 peserta yang berhasil melaju ke babak final nasional.

Perjalanan Talitha menuju podium nasional tidak instan. Ia harus melewati berbagai tahapan seleksi ketat, mulai dari tingkat sekolah, OSN kabupaten/kota, OSN provinsi, semifinal, hingga final luring di Malang.

Ketertarikan Talitha pada bidang Kimia tumbuh sejak awal kelas X. Menurutnya, mata pelajaran tersebut sangat menarik karena memadukan analisis reaksi kimia dan kegiatan praktikum. Ketertarikan itu kemudian berkembang menjadi tekad bulat untuk mempersembahkan medali OSN bagi sekolahnya.

Persiapan menuju kompetisi nasional dilakukan selama dua tahun, baik melalui pembinaan di MAN 1 Yogyakarta maupun secara mandiri. Talitha rutin mengikuti try out, evaluasi berkala, serta berbagai lomba yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi untuk mengasah kemampuan pemecahan masalah.

Salah satu materi yang dinilainya paling menantang adalah Kimia Organik, khususnya dalam memahami mekanisme reaksi. Untuk mengatasinya, ia memperkaya literatur bacaan dan mendalami setiap tahapan reaksi agar mekanismenya dapat divisualisasikan dengan lebih jelas.

Perjalanan Talitha tidak selalu berjalan mulus. Pada tahun pertama, ia sempat gagal melewati seleksi OSN tingkat kabupaten/kota. Kegagalan tersebut sempat membuatnya meragukan kemampuan diri, terlebih setelah beberapa kali belum berhasil dalam kompetisi lain.

Namun, impian masa kecil untuk meraih medali OSN membuat Talitha memilih untuk bangkit dan bertahan. Ia berkomitmen menuntaskan perjuangannya pada kesempatan terakhir (last chance) di jenjang SMA.

“OSN adalah mimpi saya sejak kecil. Sejak awal saya sudah berkomitmen harus mendapatkan medali OSN di tahun terakhir atau last chance. Saya percaya bahwa segala usaha tidak ada yang sia-sia,” ujar Talitha.

Di babak final, sintesis senyawa Kimia Organik kembali menjadi tantangan tersendiri. Meski harus menghadapi tekanan mental saat tes, Talitha mengaku memperoleh banyak pengalaman berharga, termasuk kesempatan berjejaring dan berdiskusi dengan para finalis dari berbagai daerah di Indonesia.

Momen paling menegangkan sekaligus membahagiakan baginya terjadi saat pengumuman pemenang. Ketidakpastian mengenai siapa yang akan meraih medali membuat suasana terasa mendebarkan, hingga akhirnya rasa lega dan bahagia menyelimuti saat namanya diumumkan sebagai peraih medali perak OSN Kimia 2026.

Selain medali, pertemanan dengan sesama finalis dari berbagai daerah menjadi kenangan berharga tersendiri. Diskusi seputar sains maupun topik lintas bidang memberinya wawasan baru yang tidak selalu didapatkan di dalam kelas. Prestasi ini turut memengaruhi rencana masa depannya, memberikan gambaran jelas dalam memilih jurusan kuliah, serta membuka peluang jalur prestasi melalui SNBP.

Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian membanggakan yang diraih oleh Talitha.

“Prestasi Talitha merupakan kebanggaan bagi MAN 1 Yogyakarta. Capaian ini menunjukkan bahwa ketekunan, komitmen, dan kesediaan untuk terus belajar dari kegagalan dapat mengantarkan murid meraih prestasi di tingkat nasional. Semoga keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi murid lainnya untuk berani bermimpi, berproses, dan mengembangkan potensi yang dimiliki,” tutur Edi.

Keberhasilan Talitha menjadi bukti nyata bahwa proses panjang, kerja keras, dan mental pantang menyerah dari sebuah kegagalan mampu mengantarkannya berdiri di podium kehormatan tingkat nasional.

Facebook Comments Box

Penulis: Deti PrasetyaningrumEditor: Badiatul Muchlisin Asti

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.