apijiwa.id – Kaum disabilitas di negeri ini harus mendapatkan hak hidup yang layak, agar bisa hidup setara dengan warga negara lainnya. Pada kenyataannya, masih banyak di antara kaum disabilitas yang bingung, apa yang harus mereka lakukan dalam hidupnya.
Beruntunglah, banyak orang yang peduli, di antaranya seorang disabel bernama Iwan Irawan, yang menyediakan diri menjadi tumpuan harapan kaum disabiltas.
“Untuk mencari bantuan saja, mereka bingung harus ke mana. Oleh sebab itu, saya mengibaratkan kompas bagi mereka, agar mampu mendapatkan haknya,” tutur Iwan dalam sebuah kesempatan kepada apijiwa.id.
Ia merasa harus melakukan hal itu karena ia sendiri merasakan bagaimana ia menjadi seorang penyandas disabilitas dan mengalami banyak kesulitan pada awalnya-awalnya. Ia kemudian bangkit dan banyak belajar serta mencari informasi penting untuk kaum disabilitas.

“Saya menjadi disabilitas sejak tahun 2016. Waktu itu saya mengalami kecelakaan, tepatnya menjadi korban tabrak lari, yang mengakibatkan telapak kaki kanan saya putus di tempat, serta mengharuskan diamputasi,” kenangnya, mengisahkan pengalaman pahit yang dialaminya.
Mengingat kaum disabilitas banyak mengalami kesulitan di lapangan, Iwan mengambil sebuah amanah yang cukup berat sebagai Ketua Aliansi Perempuan Disabilitas dan Lansia (APDL) Kabupaten Cirebon.
“Saya ingin menjadi orang yang bermanfaat bagi banyak orang dan bisa memperjuangkan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas,” ujarnya.
Iwan menjelaskan, dulu banyak kaum disabilitas yang mengalami kendala dalam hidupnya. Hal itu menjadi perhatian khusus dirinya.
“Dulu, sebelum saya mendapatkan amanat sebagai Ketua APDL Kabupaten Cirebon, banyak kaum disabilitas yang bingung dan tidak mendapatkan hak-haknya, seperti hak mendapatkan alat bantu dan hak untuk bisa bekerja. Intinya, mereka minim pengetahuan terkait apa sih hak-hak penyandang disabilitas itu dan harus bagaimana mereka memperjuangkan hak-haknya,” jelas Iwan.
Di antara yang Iwan dan pengurus lainnya upayakan melalui APDL adalah memperjuangkan mereka yang kondisinya tidak mampu agar bisa mendapatkan kaki palsu gratis. “Sejauh ini, langkah demi langkah, banyak yang terbantu mendapatkan kaki palsu dan kami ajak ikut bergabung (di APDL) sehingga bisa saling menguatkan,” jelas Iwan lagi.
Menurut Iwan, APDL Kabupaten Cirebon bisa memberdayakan kaum disabilitas, antara lain dengan menggandeng instansi pemerintah, lembaga-lembaga zakat, dan para donatur yang peduli dengan kaum disabilitas.
“Semua yang kami lakukan memang tidak mudah, tetapi kami terus berjuang dengan kemampuan yang kami miliki,” tutur Iwan, mantap.
Iwan menyadari, banyak kendala yang ia hadapi dalam melaksanakan program dan kegiatan organisasi. Di antaranya, kurangnya sarana dan prasarana yangmenunjang kegiatan, karena komunitas APDL Kabupaten Cirebon tidak memiliki gaji atau honor.
“Jadi, saya bersama teman-teman harus menggalang dana swadaya untuk menjalankan semua ini” terang Iwan yang banyak terlibat dalam aktivitas sosial.
Sejauh ini, APDL Kabupaten Cirebon telah memperoleh apresiasi dan penghargaan, antara lain dari Kemenparekraf Sandiaga Uno dan beberapa plakat pembentukan Unit Layanan Disabilitas (ULD).
Iwan menuturkan, ia bersama pengurus lainnya selalu berusaha peduli kepada kaum disabilitas lainnya, termasuk memberikan pelatihan dalam berbagai hal, sehingga mereka bisa mandiri dan bekerja. Bahkan, ia pun membantu kaum disabilitas agar bisa bekerja jika ada kesempatan.
“Pokoknya, semua mesti diperjuangkan secara optimal, agar mereka tumbuh dalam kemandirian dan mampu mencari nafkah untuk dirinya dan keluarganya,” ungkap Iwan.
Iwan juga menyadari, masih banyak hal yang belum terpenuhi karena keterbatasan kemampuan dan keadaan. Namun, Iwan pantang surut dalam berjuang untuk kaum disabilitas.
Bicara soal target dan harapan, Iwan berharap pada tahun 2026 ini, semua kaum disabilitas yang ada benar-benar mendapatkan hak-haknya tanpa ada halangan dan hambatan. “Ya siapa lagi kalau bukan kita yang memperjuangkannya,” imbuhnya.
Sebagai Ketua APDL Kabupaten Cirebon, Iwan selalu antusias berjuang untuk kaum disabilitas. Harapannya, masyarakat sadar dan bisa menerima serta memahami bahwa kaum disabilitas juga punya potensi yang bisa dikembangkan dan diberdayakan.
Sekretariat APDL Kabupaten Cirebon
Desa Bodesari, Blok Karang Asem Cilik RT 004 RW 001, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon
Nomor Kontak: 0897 7054 475













