Advertisement

apijiwa.id – Kampung Dongeng Cimahi (Kadoci) resmi berdiri pada 18 Mei 2016 sebagai cabang dari komunitas Kampung Dongeng Indonesia. Kehadiran komunitas ini membawa misi besar: menghidupkan kembali tradisi bercerita di lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat sebagai sarana pendidikan karakter.

Ketua Kampung Dongeng Cimahi, Yeni Hadianti, menjelaskan bahwa target utama mereka mencakup anak-anak dari berbagai generasi, termasuk para orang tua dan guru. Menurutnya, keberadaan Kadoci menjadi krusial di tengah fenomena anak-anak yang mulai meninggalkan dongeng.

“Saat ini, anak-anak cenderung lebih fokus pada gadget dan tontonan instan. Kami hadir agar mereka tidak lagi bergantung pada hal tersebut,” tegas Yeni kepada apijiwa.id.

Secara khusus, Kadoci berkomitmen menjaga kelestarian tradisi tutur. Salah satu upaya nyatanya adalah program rutin “Pekan Cerita” yang digelar setiap minggu di perpustakaan atau ruang terbuka publik. Agar pesan moral tersampaikan dengan efektif, Kadoci terus mengasah teknik bercerita yang kreatif.

“Kami senantiasa mengoptimalkan cara bercerita yang baik agar anak-anak, mulai dari tingkat SD hingga SMA, tetap antusias menikmati dongeng-dongeng yang kami bawakan,” pungkasnya.

Menjalin kolaborasi dengan Kampung Dongeng Cimahi tergolong sangat mudah. Pihak pengundang cukup menghubungi admin untuk menentukan jadwal bercerita atau kunjungan lapangan. Terkait pendanaan untuk kegiatan edukasi dan sosial, para relawan secara mandiri menyisihkan sebagian honor mereka. Selain itu, Yeni menjelaskan bahwa pendanaan juga bersumber dari sponsor yang bekerja sama dalam setiap kegiatan.

Kontribusi Kadoci telah merambah berbagai lini, mulai dari Pekan Literasi, panggung kesenian yang bekerja sama dengan Dewan Kesenian Daerah, hingga ajang Pameran Buku melalui lomba atau pertunjukan dongeng.

“Sambutan masyarakat sangat luar biasa. Setiap kali Pekan Cerita digelar, warga selalu menanti. Para orang tua pun sangat antusias mengajak anak-anak mereka ke setiap acara yang kami adakan,” pungkas Yeni.

Dampak positif kehadiran Kadoci tidak hanya dirasakan oleh anak-anak, tetapi juga para orang tua. Melalui proses monitoring, terlihat peningkatan signifikan pada kapasitas orang tua dalam bercerita. Tak sedikit dari mereka yang kini produktif menerbitkan buku cerita, menulis artikel, hingga memproduksi konten kreatif dan video tentang dunia dongeng.

Semangat ini dijaga oleh para relawan melalui sesi peningkatan kapasitas yang rutin dilakukan. Komunitas ini juga aktif menjalin sinergi dengan pihak pemerintah dan swasta untuk memastikan setiap kegiatan mendapatkan dukungan yang maksimal. Yeni menyebutkan bahwa kekuatan Kadoci saat ini ditopang oleh 13 pendongeng aktif dan sekitar 200 simpatisan yang tersebar di Cimahi.

Menatap masa depan, Kadoci telah menyiapkan agenda besar untuk tahun 2026. Fokus utamanya adalah “jemput bola” ke sekolah-sekolah dan memperkuat kolaborasi lintas komunitas. “Harapan besar kami adalah menyelenggarakan Festival Literasi berskala besar sebagai sarana edukasi bagi masyarakat luas mengenai pentingnya tradisi mendongeng,” tutur Yeni.

Facebook Comments Box

Penulis: Deffy RuspiyandyEditor: Badiatul Muchlisin Asti

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.