Advertisement

apijiwa.id – Ribuan guru dari berbagai penjuru Kabupaten Grobogan memadati Alun-alun Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, mengikuti upacara peringatan HUT Korpri, HUT PGRI, dan Hari Guru Nasional 2025, pada Senin (1/12/2025). Suasana khidmat terasa sejak pagi, ditandai dengan barisan peserta yang rapi dan semangat tinggi para guru yang hadir.

Upacara dipimpin oleh Wakil Bupati Grobogan, Sugeng Prasetyo, yang bertindak sebagai inspektur upacara dan menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi serta inovasi para guru di Kabupaten Grobogan.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, para guru dan tenaga kependidikan Kabupten Grobopgan berhasil mencetak sejarah baru melalui pemecahan dua rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) sekaligus.

Rekor pertama yang dipecahkan adalah “Guru Penulis Buku ber-QRCBN Terbanyak”. Ada 1.049 guru penulis yang telah berhasil menulis dan meluncurkannya pada pemecahan rekor MURI tersebut. Disusul dengan pemecahan rekor kedua “Guru Menulis Aksara Jawa Pepali Ki Ageng Selo Terbanyak”.

”Mewakili Ketua Umum MURI, Jaya Suprana, kami mengumumkan, kedua kegiatan ini resmi tercatat di Museum Rekor Indonesia. Khusus untuk penulisan aksara Jawa, tidak hanya nasional, tapi juga dikukuhkan menjadi rekor dunia,” ujar Kepala MURI Jawa Tengah, Ari Andriani.

Prestasi ini menjadi salah satu tonggak penting pada tahun pertama masa kepemimpinan Bupati Setyo Hadi, sekaligus menunjukkan kuatnya sinergi antara Pemerintah Kabupaten Grobogan, Dinas Pendidikan, Asosiasi Guru Penulis Grobogan (AGPG), PGRI, serta berbagai pihak pendukung lainnya.

Pada kesempatan itu, kebanggaan dirasakan oleh PGRI Cabang Ngaringan yang turut berperan aktif dalam kegiatan tersebut. Dari 59 guru penulis buku asal Ngaringan, salah satu guru berhasil menorehkan prestasi, yaitu Andry Wahyulianto, Pengawas Satuan Pendidikan sekaligus Korwilcam dan Ketua PGRI Cabang Ngaringan periode 2025–2030.

Andry Wahyulianto dinobatkan sebagai “Penulis Buku Terbanyak kategori Pendamping Satuan Pendidikan”. Andry menulis 7 judul buku. Tentu sebuah pencapaian yang memperkuat tradisi literasi di wilayah Ngaringan.

Selain kategori guru penulis buku terbanyak kategori pengawas, juga dinobatkan guru penulis buku terbanyak kategori kepala sekolah yang diraih oleh Ajar Kuncara Ratna dari SDN 1 Lemahputih, Brati, yang menulis 10 buku; serta guru penulis buku terbanyak kategori guru yang diraih oleh Lilik Suryono dari SDN 1 Bago, Kecamatan Kradenan, yang menulis 7 buku.

Atas keberhasilan ini, ucapan selamat disampaikan kepada seluruh guru penulis yang telah berpartisipasi dan turut mengharumkan nama Grobogan. Harapannya, capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga membawa dampak positif bagi peningkatan budaya literasi, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat luas.

Semoga semangat literasi terus tumbuh dan menjadi bagian dari kemajuan pendidikan di Kabupaten Grobogan tercinta.

Facebook Comments Box

Penulis: Eko BudiyonoEditor: Badiatul Muchlisin Asti

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.