Advertisement

apijiwa.id – Kegiatan On The Spot (OTS) atau melukis langsung di ruang terbuka kembali menggeliat di Kabupaten Semarang. Kali ini, kawasan wisata air dan resto apung Kampoeng Rawa, Kecamatan Ambarawa, menjadi saksi berkumpulnya ratusan perupa dari berbagai daerah dalam ajang yang digelar selama tiga hari, Jumat-Minggu (3-5/7/2026).

Agenda yang dimotori oleh Seniman Lukis Indonesia (SLI) ini melirik keindahan alam Ambarawa sebagai ruang kreatif. Ambarawa sendiri memang dikenal langganan menjadi tuan rumah OTS yang sukses menyedot perhatian ratusan pelukis dari tingkat regional hingga nasional.

Ketua Panitia Kegiatan, Simon Suwarno, S.Th., menjelaskan bahwa perhelatan kali ini tidak sekadar melukis bersama, melainkan juga dirangkai dengan pameran dan bazar lukisan. Seluruh karya para pelukis se-Jawa Tengah dan DIY dipajang apik di Pendopo Dewi Tara, sementara aktivitas melukis langsung mengambil latar pemandangan alam Danau Rawa Pening.

“OTS kali ini diikuti oleh 137 pelukis dari Jateng dan DIY. Rangkaian acara dimulai sejak hari pertama dengan pameran lukisan, lalu dilanjutkan dengan OTS yang mengangkat objek utama pesona alam di sekitar Kampoeng Rawa. Tema yang kami usung adalah ‘Warna dalam Kanvas, Cerita dalam Karya’,” ujar Simon saat ditemui di lokasi acara.

Yoseph Bambang Tri dari Yayasan Hanoman Art menggunting pita dibukanya pameran lukisan dan OTS melukis. (apijiwa.id/Heru Santoso).

Simon menambahkan, antusiasme peserta sangat luar biasa. Tak hanya dari Jateng dan DIY, beberapa pelukis bahkan sengaja datang dari Jakarta hingga luar negeri. Menariknya, puluhan pelukis perempuan juga tampak antusias menaruh kanvas mereka di tepian danau demi menangkap lanskap eksotis Rawa Pening.

“Esensi dari OTS ini adalah menyatukan para pelukis dan seniman di Jateng dan DIY agar semakin guyub, rukun, dan solid. Selain itu, dalam bazar yang digelar, karya-karya pelukis ini diapresiasi dengan harga bervariasi, mulai dari Rp500.000 hingga Rp40 juta. Banyak rekan-rekan perupa berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda rutin di Ambarawa,” imbuhnya.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Yoseph Bambang Tri Hardjono yang mewakili Yayasan Hanoman Art. Turut hadir dalam pembukaan tersebut jajaran pengurus yayasan di antaranya RA Nugroho Adi, RBA Koentjoro Budi Pranoto, RA Hartanto Agung Yuono beserta keluarga besar, serta sejumlah tamu undangan.

Apresiasi tinggi juga datang dari pihak pengelola wisata Kampoeng Rawa. Mewakili BUMDes “Estu Mukti”, Fajar Dwiyanto menyatakan bahwa kolaborasi semacam ini membawa dampak positif yang masif.

“Kami sangat mengapresiasi kerja keras panitia. Kegiatan ini tidak hanya menunjukkan kolaborasi solid antargeliat seni di Jateng dan DIY, tetapi juga menjadi corong efektif dalam mempromosikan pariwisata Kabupaten Semarang, khususnya Kampoeng Rawa. Ke depan, kami sangat siap kembali berkolaborasi untuk event-event seni dan budaya lainnya,” pungkas Fajar yang juga menjabat sebagai Bendahara BUMDes “Estu Mukti” Desa Bejalen tersebut.

Facebook Comments Box

Penulis: Heru SantosoEditor: Badiatul Muchlisin Asti

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.