Advertisement

apijiwa.id – Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 di Polres Semarang pada Rabu (01/07/2026) kemarin menyuguhkan pemandangan berbeda. Halaman Mapolres Semarang tidak hanya dipenuhi karangan bunga ucapan selamat, tetapi juga dihiasi ratusan bibit tanaman buah dan tanaman hias yang berjajar rapi.

Uniknya, setiap bibit tanaman tersebut dilengkapi dengan kartu ucapan Dirgahayu Bhayangkara ke-80. Kiriman bibit ini berasal dari berbagai elemen masyarakat dan instansi di wilayah Kabupaten Semarang, mulai dari bibit pohon durian, rambutan, mangga, kelengkeng, alpukat, hingga beragam tanaman hias lainnya.

Kapolres Semarang, AKBP Ratna Quratul Ainy, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa pihak kepolisian sangat mengapresiasi kepedulian seluruh pihak yang telah mengirimkan bibit tanaman pada momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini. Menurutnya, inovasi ucapan ini merupakan sesuatu yang baru dan sangat positif.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan ucapan Hari Bhayangkara ke-80 dalam bentuk bibit tanaman. Bibit-bibit ini tentunya memiliki makna yang sangat baik. Tidak hanya sebagai simbol ucapan belaka, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap kelestarian lingkungan dan keberlangsungan ekosistem alam,” terang AKBP Ratna Quratul Ainy.

Ia menambahkan bahwa penanaman pohon merupakan investasi jangka panjang bagi kelestarian lingkungan. Selain buahnya bermanfaat bagi manusia, keberadaan pohon juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan alam serta menjadi habitat bagi berbagai jenis satwa.

“Dengan mengangkat tema ’80 Tahun Mengabdi, Polri Untuk Masyarakat’, Polres Semarang berharap semangat pengabdian tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan secara berkelanjutan,” tandasnya.

Respons Positif dari Masyarakat

Pemandangan tak biasa ini sempat membuat sejumlah warga yang sedang mengurus keperluan di Polres Semarang terkejut sekaligus heran. Namun, respons positif langsung mengalir dari masyarakat yang melihatnya.

“Kalau kami justru senang melihat ucapan HUT diwujudkan melalui bibit tanaman seperti ini. Yang jelas, ini tidak akan menjadi sampah karena pasti akan ditanam atau dibagikan kembali. Berbeda dengan karangan bunga konvensional yang biasanya langsung dibuang setelah acara selesai,” ujar H. Dwiyanto Prasojo (52), salah seorang warga Ungaran Barat.

Ia berharap aksi kreatif dan ramah lingkungan ini bisa menjadi tren positif yang dicontoh oleh instansi atau lembaga lain di luar kepolisian.

“Harapannya, hal ini dapat menjadi contoh. Memberikan ucapan selamat melalui bibit tanaman jauh lebih berguna dan tidak sia-sia ke depannya. Tidak mungkin selesai kegiatan langsung dibuang percuma,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Penulis: Heru SantosoEditor: Badiatul Muchlisin Asti

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.