apijiwa.id – Yayasan Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, Madura, resmi melantik sejumlah kepala satuan pendidikan di lingkungan yayasan pada Ahad, (7/7/2026). Prosesi pelantikan yang berlangsung di Aula Asy-Syarqawi Universitas Annuqayah ini dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan Annuqayah, Drs. K.H. Abbadi Ishomuddin, M.A.
Dalam arahannya, K.H. Abbadi Ishomuddin menekankan bahwa kehadiran “baju baru” di lingkungan Annuqayah harus dibarengi dengan semangat baru dari para tenaga pendidik. K.H. Abbadi juga menegaskan pentingnya ketaatan terhadap keputusan yayasan sebagai wujud menjaga amanah dari para pengasuh. “Mari kita bangun lembaga pendidikan Annuqayah agar bermuruah dan semakin solid,” tegasnya.
Selain itu, K.H. Abbadi memberikan instruksi tegas terkait operasional lembaga, khususnya mengenai kebijakan SPP bagi siswa kurang mampu. Kiai meminta agar administrasi pembebasan biaya tersebut segera diproses. “Siswa yang tidak mampu bayar SPP atau siswa yang bersaudara (kandung), segera ajukan. Yayasan akan meniadakan SPP bagi mereka,” ungkapnya.
Mengintegrasikan Intelektualitas dan Spiritualitas
Sebagai bagian dari rangkaian acara, diselenggarakan pula kegiatan Halaqah Guru oleh HIMA 2026 yang menghadirkan Dr. K.H. Abdullah Syamsul Arifin sebagai pemateri. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan bahwa seorang guru harus senantiasa memiliki semangat untuk terus belajar, melampaui gelar formal yang telah diraih.
Menurut K.H. Abdullah Syamsul Arifin, aspek intelektualitas dan spiritualitas harus berjalan beriringan dalam diri seorang pendidik. “Dua hikmah antara spiritualitas dan intelektualitas harus selalu seirama,” ujarnya.
Beliau juga menjelaskan bahwa inti dari pengabdian seorang guru jauh melampaui sekadar transfer ilmu pengetahuan. “Guru yang baik bukan hanya mentransfer ilmu dan nilai, tetapi guru adalah mereka yang mampu menjadikan murid terus belajar melewati ruang dan waktu,” jelasnya.
Merespons berbagai keresahan para guru mengenai tantangan profesi dan fenomena sosial saat ini, beliau memberikan pandangan mendalam bahwa profesi guru adalah sebuah jalur ibadah yang mulia. “Beruntung sekali Anda menjadi guru, sebab akses ilmu seorang guru itu tak terbatas,” tuturnya.
Beliau menambahkan bahwa pengabdian sebagai pendidik merupakan jalan terbaik untuk mencapai kebaikan yang hakiki. “Guru adalah jalur amal saleh, dan amal saleh adalah peretas menuju kebaikan paripurna, serta jalan terbaik menuju surga di akhirat kelak,” pungkasnya.












