apijiwa.id – SMP Negeri 2 Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, resmi menjadi lokasi deklarasi sekaligus pembacaan ikrar Laskar Buku Indonesia pada Senin, (17/6/2026). Momen tersebut kian spesial dengan dikukuhkannya Duta Laskar Buku Indonesia di sekolah yang kini tercatat sebagai instansi ketiga yang mendeklarasikan gerakan literasi tersebut sejak pertama kali diperkenalkan.
Sebelum prosesi deklarasi dimulai, inisiator Laskar Buku Indonesia, Nur Setyo Pambudi—atau yang akrab disapa Kak Erwin Pambudi—terlebih dahulu membakar semangat para siswa lewat sesi motivasi. Sosok yang juga dikenal sebagai pencerita anak ini membagikan kisah-kisah inspiratif dengan gaya bertutur yang khas dan atraktif, sehingga berhasil menyedot perhatian seluruh siswa.
Dalam paparannya, Kak Erwin menjelaskan bahwa Laskar Buku Indonesia hadir untuk membangun sinergi antara pihak sekolah, orang tua atau wali murid, serta masyarakat luas demi mendongkrak minat baca generasi muda.
Apresiasi besar pun datang dari Kepala SMPN 2 Tawangharjo, Endah Reknaningsih. Dalam sambutannya, Endah menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan berbagai program literasi pasca-deklarasi ini. Ia pun menantang seluruh siswanya untuk menjadikan membaca sebagai sebuah gaya hidup baru.

“Mulai saat ini, anak-anak harus lebih semangat lagi membaca buku. Tidak hanya terbatas di perpustakaan, tetapi di mana saja—baik di depan kelas, taman sekolah, hingga di bawah rindangnya pohon,” ujar Endah memotivasi.
Sebagai motor penggerak langsung di lingkungan sekolah, empat siswa SMPN 2 Tawangharjo resmi dikukuhkan sebagai Duta Laskar Buku Indonesia. Mereka mengemban misi penting untuk menjadi role model yang aktif menularkan kegemaran membaca kepada rekan-rekan sejawatnya.
Secara geografis, SMPN 2 Tawangharjo terletak di kawasan yang relatif jauh dari hiruk-pikuk pusat kota. Dikelilingi hamparan hutan jati yang rimbun di wilayah dataran tinggi, sekolah ini dianugerahi atmosfer yang sejuk, rindang, dan sangat kondusif untuk belajar. Lingkungan alami yang tenang inilah yang menjadi modal berharga bagi sekolah untuk menumbuhkan budaya literasi yang nyaman, baik di dalam maupun di luar ruang kelas.
Menanggapi potensi besar tersebut, Kak Erwin menambahkan bahwa Laskar Buku Indonesia dirancang khusus untuk memberikan support system (dukungan sistem) yang kuat bagi kegiatan literasi sekolah. Melalui integrasi yang kokoh antara sekolah, keluarga, dan masyarakat, gerakan ini optimis dapat mengakar kuat dan melahirkan budaya membaca yang berkelanjutan di kalangan pelajar.











