apijiwa.id – Dalam rangka menyambut Hari Buku Nasional dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 IKAPI, IKAPI Jawa Barat menggelar beragam kegiatan literasi secara daring melalui Zoom Meeting pada Sabtu (16/5/2026). Langkah strategis yang dilakukan di bawah kepemimpinan Abdul Raup ini bertujuan mengukuhkan eksistensi IKAPI Jawa Barat, memberikan kontribusi nyata bagi para penerbit yang menjadi anggota, serta membangkitkan kembali gerakan literasi di wilayah Provinsi Jawa Barat yang sempat vakum beberapa tahun terakhir.
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua IKAPI Jabar Abdul Raup, Sekretaris IKAPI Jabar Taufiq Rahman Ahmad, Kepala Dispusipda Jawa Barat Kusmana Hartadji, Kepala Disarpus Kota Bandung Dewi Kaniasari, Kepala Dispusip Kabupaten Bandung Yudi Abdurrahman, Ketua STBA Yapari Asep Ahmad Muchlisian, serta Rio Damas Putra selaku Advokat dari Eldario dan Partners. Mereka membagikan pandangan mereka mengenai literasi sesuai dengan kapasitas masing-masing.
Acara yang berlangsung selama lebih dari dua jam ini juga dimeriahkan oleh agenda Parade Penerbit, yang memperkenalkan penerbit-penerbit di bawah naungan IKAPI Jawa Barat beserta spesialisasi buku mereka. Selain itu, IKAPI Jawa Barat meluncurkan website resmi organisasi untuk memudahkan masyarakat mengenal eksistensi dan program lembaga.
Rangkaian acara ditutup dengan peluncuran buku antologi “76 Jalan Pulang dan Rumah yang Dirindukan”, perkenalan perdana maskot IKAPI Jabar bernama Owli dan Buki, serta sosialisasi Kelompok Kerja (Pokja) Advokasi Literasi dan Perbukuan.
Pada kesempatan tersebut, Ketua IKAPI Jawa Barat Abdul Raup menjelaskan bahwa peringatan Hari Buku Nasional dan HUT ke-76 IKAPI merupakan penanda konsistensi perjuangan dalam mencerdaskan bangsa. Ia juga menegaskan bahwa refleksi dan reorientasi yang saat ini digagas oleh organisasi bukan lagi sekadar untuk “bertahan”, melainkan untuk “melompat”. Melalui komitmen ini, IKAPI Jawa Barat siap menjadikan buku sebagai instrumen utama pembangunan manusia Jawa Barat yang bermartabat dan berdaya saing.
Lebih lanjut, Abdul Raup memaparkan sejumlah agenda strategis yang akan segera direalisasikan. Langkah tersebut di antaranya peningkatan volume penerbitan buku berkualitas secara berkelanjutan dengan menggandeng para penerbit anggota, serta menggali potensi konten kreator dan penulis berbakat dari berbagai daerah di Jawa Barat. Selain itu, IKAPI Jabar juga akan melakukan transformasi adaptif melalui pengembangan e-book interaktif, audiobook, dan buku ramah anak tanpa menghilangkan esensi buku cetak, sekaligus meningkatkan kolaborasi dengan semua pihak terkait demi kemajuan literasi dan perbukuan di tingkat lokal, regional, hingga nasional.
“IKAPI Jabar juga akan menjalin kerja sama dengan pemerintah, pesantren, penggiat literasi, perguruan tinggi, pihak swasta, dan media massa untuk kemajuan di bidang literasi ini,” pungkasnya.
Menariknya, pada kesempatan tersebut juga diluncurkan maskot resmi IKAPI Jabar, yaitu Buki dan Owli. Buki, yang merupakan singkatan dari “Buku Kita”, membawa pesan bahwa buku adalah milik bersama, ilmu adalah milik bersama, dan masa depan literasi merupakan tanggung jawab bersama. Maskot ini digambarkan sebagai sosok yang ceria, aktif, modern, dan penuh semangat. Meski akrab dengan teknologi, Buki tetap membawa buku sebagai simbol bahwa walau teknologi terus berkembang, buku akan selalu menjadi fondasi ilmu pengetahuan.
Sementara itu, Owli terinspirasi dari burung hantu yang menjadi simbol kebijaksanaan dan pengetahuan. Owli melambangkan pemikiran kritis, ketenangan, fokus, serta kebijaksanaan dalam menggunakan ilmu. Kehadirannya mengingatkan bahwa masyarakat tidak hanya butuh mendapatkan informasi, tetapi juga harus mampu memilih dan memilah informasi yang baik dan benar.
Pada sesi lain, Rio Damas Putra, S.H., dari Kantor Advokat Eldario dan Partners, mengungkapkan sedikitnya ada empat hal penting yang perlu diperhatikan dalam industri perbukuan dan hak cipta. Hal-hal tersebut meliputi edukasi berupa pemberian panduan dasar mengenai perbukuan dan hak cipta bagi penulis serta penerbit, serta penyediaan layanan konsultasi hukum bagi para pelaku industri penerbitan.
Selain itu, diperlukan pula mitigasi risiko melalui penyusunan strategi pengelolaan dan pencegahan risiko hukum dalam dunia perbukuan, serta langkah advokasi yang berfokus pada perlindungan sekaligus pembelaan hak cipta bagi penulis dan penerbit.
Melalui rangkaian kegiatan ini, IKAPI Jawa Barat berharap kondisi perbukuan di Jawa Barat dapat kembali bangkit dan memberikan sumbangsih berarti bagi kemajuan peradaban manusia. Meski tidak mudah, upaya tersebut harus tetap dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.













