apijiwa.id – Berawal dari program Takhasus Kulliyatul Mubalighin (TKM) yang dihelat Yayasan Assyakur bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat, lahirlah oragnisasi yang diberi nama Corp Mubaligh Priangan (CMP). CMP hadir dengan tujuan utama memenuhi kebutuhan dakwah ke berbagai pelosok daerah.
Inisator dan Ketua CMP Ustadz Dede Irawan menyatakan, CMP didirikan pada Desember 2017 berawal dari forum silaturahmi para alumni TKM. TKM sendiri adalah sebuah pelatihan khusus dai dan mubalig selama 4 bulan bertempat di Hotel Lingga Kota Bandung, yang lulusannya mendapatkan sertifikat dari panitia dan MUI Jawa Barat.
“Itulah sejarah singkat terbentuknya CMP,” ujarnya kepada apijiwa.id.
Dakwah ke Pelosok Pringan
Program CMP, menurutnya, adalah berdakwah ke seluruh pelosok Priangan, khususnya di Kabupaten Bandung. Di antaranya dengan menggelar tablig Akbar di beberapa masjid besar Kecamatan, dan menggelar pelatihan dai muda.
CMP juga mengadakan privat baca tulis Al-Qur’an dalam rangka membantu program Pemerintah Kabupaten Bandung yang BEDAS (Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis, dan Sejahtera), memenuhi sejumlah tablig dan berdakwah melalui media televisi, di antaranya mengisi acara program cahaya Qolbu TVRI Jabar dan Fajar berkah UTV.
“Tentu saja, kegiatannya benar-benar terfokus pada dunia dakwah, selain juga menjadi media tanya jawab seputar Islam,” ujar pemilik nama panggilan Dede Fathan itu.
Menurutnya, jumlah anggota CMP pada awal hanya 10 orang alumni TKM dari beberapa angkatan. Namun, seiring berjalannya waktu, anggotanya mulai bertambah, termasuk dari yang bukan alumni TKM.
“Sekarang anggotanya ada 30 orang. Kami terus memberdayakan anggota yang ada agar bisa memenuhi kegiatan dakwah di berbagai tempat,” tegas suami dari Nurhayati ini.
Kebutuhan Mengisi PHBI
Kehadiran CMP sangat dibutuhkan oleh umat, antara lain dibutuhkan sebagai penceramah Peringatan Hari Besar Islam. CMP sendiri punya motto menebar informasi, menjalin silaturahmi, dan menggapai rida Ilahi. “Dari motto inilah kami beranjak dan CMP hadir untuk umat sebagai wadah bagi mereka yang terjun di dunia dakwah,” terang ayah tiga anak ini.

Untuk pembiayaan organisasi, Ustaz Dede menjelaskan, untuk sementara sumber dana organisasi baru sebatas dari infaq anggota dan jemaah dengan program Gerakan Sedekah 1000 Rupiah setiap bakda Subuh. Terkadang juga ada donatur yang memberikan donasi.
“Kami tidak menutup diri untuk menerima bantuan dari siapapun asalkan tidak mengikat. Semua itu dibutuhkan untuk kegiatan dakwah yang dilakukan,” tukas pria yang mengidolakan orang yang selalu menebar kebaikan.
Kehadiran CMP mendapat respons yang cukup baik dari masyarakat dan banyak yang mendukung kegiatan CMP. Artinya, menurut Ustaz Dede, kehadiran CMP memang dibutuhkan masyarakat. Oleh sebab itu, ia bertekad CMP harus tetap eksis dan berjuang demi umat.
“Kami tentu saja tak bisa berjalan sendiri, karena itu perlu dukungan dari berbagai elemen,” tambahnya.
Tantangan Media Sosial
Setiap organisasi memiliki kendala dalam menjalankan roda organisasinya. Kendala CMP, menurut Ustaz Dede, di era digital seperti saat ini anggotanya masih kurang dalam memanfaatkan media sosial yang ada.
Harus diakui, tidak semua anggota memahami teknologi yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk berdakwah. Karena itu, menurutnya, solusinya adalah dengan mengedakan pelatihan dakwah digital.
“Agar para dai melek teknologi,” ujar ustaz yang memiliki filosofi hidup perkuat persaudaraan dan hindari permusuhan.
Tentang keberhasilan, Ustaz Dede menyatakan bahwa keberhasilan sebuah organisasi itu ada dua, yaitu internal dan eksternal. Keberhasilan internal adalah masing-masing anggota masih bisa menjaga silaturahmi dan kesolidan, walaupun para dai CMP memiliki kesibukan masing-masing. Juga jemaah konsiten mengikuti kajian yang diadakan.
“Sedang untuk eksternal, keberhasilannya adalah bisa memenuhi kebutuhan umat, walaupun belum optimal, serta mampu mensosialisasikan nilai-nilai Islam bagi umat,” tegasnya.
Dalam melaksanakan program-programnya, CMP senantiasa bersinergi dengan MUI, baik tingkat desa sampai provinsi. Bukan itu saja, CMP juga menjalin silaturahmi dengan ormas-ormas Islam yang ada. Dede pun menargetkan, 2026 CMP tetap eksis dan mampu memberikan kemaslahatan bagi umat.
Ia berpesan, agar tetap menjaga silaturahmi, berbagi informasi kebaikan, dan saling menguatkan satu dengan yang lainnya, untuk mencari rida Ilahi. “Alhamdulillah, dengan CMP banyak pengalaman dan ilmu baru dalam metode berdakwah,” pungkas pria yang bergelar akademis Sarjana Hukum ini.
Corp Mubaligh Priangan (CMP)
Pondok Pesantren Miftahul Falah
Kampung Sukawening RT 003/003, Desa Warjabakti, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung
Nomor Kontak: 0838 2010-7574












