Advertisement

apijiwa.id – Sanggar Seni Karawitan Nayanika tengah membidik sekaligus mengajak anak muda di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, dan sekitarnya, agar mencintai budaya dengan membuka kursus  gamelan. Langkah ini diambil setelah melihat langsung di Bali di mana anak-anak mudanya sangat mencintai budayanya sendiri.

Demikian diungkapkan Antonius Lana Alrest alias Kentung didampingi Arya, keduanya dari Sanggar Karawitan Nayanika, kepada apijiwa.id, Kamis (22/01/2026) sore.

“Pada prinsipnya, kami membuka tempat dan waktu kepada masyarakat untuk berlatih karawitan, khususnya gamelan. Untuk pesertanya, kami sengaja membuka pendaftaran. Dan sebelum calon peserta ini mantap mengikuti latihan gamelan, kami dari manajemen Sanggar Nayanika memberikan pengantar atau edukasi secara lengkap terkait dengan latihan gamelan ini. Untuk latihan di Grha Mandala Cipta – komplek Benteng Fort Willem I Ambarawa,” kata Kentung.

Menurutnya, untuk peserta latihan ini dibuka mulai anak-anak atau pelajar hingga umum atau dewasa. Untuk anak-anak atau pelajar dalam latihan dipisahkan dengan yang dewasa. Khusus pelajar SD latihannya setiap hari Senin dan Rabu dan waktunya pukul 16.00 – 18.00 WIB; sedang untuk pelajar SMP hingga dewasa waktu latihan sama pada Senin dan Rabu dan pukul 18.00 – 20.00 WIB.

Latihan Gamelan di Ambarawa ini, harapannya anak-anak muda dapat mencintai budaya dan dapat dimulai dengan mencintai karawitan ini. Hal ini, terinspirasi dengan Bali yang anak mudanya sangat mencintai karawitan maupun gamelan. Langkah ini sebuah tantangan besar yang harus benar-benar digarap oleh Sanggar Karawitan Nayanika.

Lebih lanjut Kentung menjelaskan, saat ini sudah ada peminat yang mendaftar mengikuti latihan gamelan sejumlah 50 peserta, mulai anak-anak hingga dewasa. Latihan gamelan ini akan dibimbing oleh pelatih atau instruktur dari SMKI dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Biaya latihan per bulannya untuk pelajar Rp 50.000 dan umum/dewasa Rp 100.000. Latihan digelar dalam 8 kali pertemuan setiap bulannya. “Peserta latihan gamelan ini tidak hanya datang dari Ambarawa, namun juga datang dari Banyubiru, Ungaran, dan Salatiga,” pungkas Kentung didampingi Arya, disela memberikan penjelasan kepada peserta latihan.

Facebook Comments Box

Penulis: Heru SantosoEditor: Badiatul Muchlisin Asti

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.