Advertisement

apijiwa.id – R.R. Ina Wiyandini namanya, namun lebih dikenal dengan panggilan Ina Cookies, seiring kesuksesan menghasilkan beragam produk kue kering. Bu Ina—begitu akrab orang memanggilnya, adalah sosok wanita yang Tuhan berikan anugerah kemampuan berkreasi menciptakan kue kering.

Tak kurang 135 nama kuenya diambil dari kata “Putri” yang sarat makna dan tak sebatas sebuah kue, melainkan memiliki nilai seiring perjalanannya saat jatuh bangun mengembangkan bisnis yang kini sudah mendunia.

Buku yang ditulis oleh Elly Syarifah ini menggambarkan secara lugas perjuangan seorang Ina Cookies menghasilkan kreativitas tanpa batas dalam dunia kuliner. Apa yang dihasilkannya, menjadi bukti kemampuannya menjawab setiap tantangan, serta mengerahkan segala kemampuan yang dimiliki dalam menghasilkan produk penganan yang rasanya manis ini.

Untuk menghasilkan satu produk kue kering, harus melewati ikhtiar yang tiada henti. Seolah pada kesempatan itu, kreativitas yang dimilikinya menemukan jalan yang pas. Acapkali, produk yang dirilis dan dilempar ke pasaran mendapatkan sambutan yang luar biasa. Banyak mendatangkan order dari seluruh pelosok Nusantara, bahkan menembus pasar dunia. Seiring waktu, produknya semakin meluas jangkauannya, yang ditempuhnya dengan beragam cara.

“Seringkali kami pergi ke luar negeri tanpa mengeluarkan biaya sedikit pun, karena banyak sponsor yang membiayai, baik dari supplier, rekan bisnis, dan lain-lain,” ujar wanita yang berharap bisa memiliki karyawan yang banyak, agar lebih banyak memberi manfaat.

Setiap nama yang diberikan, bukan sekedar mewakili bahan dari kue kering yang dibuat. Lebih dari itu, memunculkan harapan bahwa setiap kue yang dibuatnya musti senantiasa dalam keberkahan dan memberikan manfaat bagi banyak orang.

Pada kenyataan memang begitu adanya, di mana bisnis yang dijalankannya tak pernah sepi dan bisa membantu banyak orang. Bisnis kue kering itu terasa manis bagi siapapun yang ada di dalamnya.

Pengalaman Pahit

Tak pernah ada yang menduga, sebuah kenyataan pahit pernah dialaminya. Saat berbisnis jahe gajah bersama saudaranya, ia mengalami gagal ekspor dalam jumlah banyak. Pengusaha Jepang yang telah menjalin hubungan, mengalihkan pesanannya ke Thailand.

Ternyata, zona nyaman justru menyimpan kesedihan. Namun ia pantang mengeluh, apalagi menyerah. Istri dari Rakhmat Basuki ini kemudian berpikir apa yang harus ia perbuat, mesti harus memulai dari nol, karena saat itu ia berada dalam ketidakpastian. Tapi hidup takkan berhenti sampai di situ. Siapa yang tekun, tentu ia akan menghasilkan apa yang diharapkannya.

Kemudian terpikir olehnya untuk berbisnis kue kering. Ia mengawalinya dengan membuat beberapa toples kue kering, yang bahannya sengaja pinjam dari saudara. Ina belajar membuat kue kering dari kakaknya bernama Ida. Mulanya hanya laku beberapa toples yang ia tawarkan kepada saudara, tetangga, dan rekan terdekat.

Seiring mulai usaha, cibiran menjadi bagian dari perjalanan memulai usaha kue kering. Cibiran itu tak membuat nyalinya ciut. Justru dianggap sebagai lecutan agar lebih bersemangat dan memeras kreativitas menghasilkan produk kue kering yang berkualitas, yang dapat mengubah kehidupannya.

Semuanya dilaluinya dengan penuh kesabaran saat mengalami jatuh bangun. Pernah terlintas rasa minder karena harus berkeliling menawarkan kue kering yang dibuatnya ke banyak tempat.

Ujian demi ujian ia lalui sembari banyak pelajaran yang bisa dipetik dari setiap peristiwa yang ia alami. Hal itu membuatnya berubah total. Ia mengerahkan segenap kemampuannya seoptimal mungkin dan tak pernah melewatkan berdoa agar diberikan kemudahan dan keberkahan rezeki.

Jatuh Bangun Memulai usaha

Merintis bisnis memang tak selalu mudah dan berjalan mulus. Di awal-awal ia membuat kue kering, sering mengalami kegagalan. Namun ia tak pernah putus asa. Juga saat secara perlahan usaha yang dirintisnya membutuhkan suntikan modal, ternyata tak mudah mendapatkannya.

Keluarga yang memahami kondisi sulit yang dialaminya, secara sukarela akhirnya mau menanamkan modalnya. Maka, setelah itu, terjadi perubahan yang berarti dalam pengembangan usahanya.

Menariknya, bisnis yang dijalankan selalu menjunjung tinggi silaturahmi dalam rangka menjalin relasi. Bahkan ia tak pelit berbagi ilmu dan pengalamannya kepada siapa pun.

Bukan itu saja, ia selalu memiliki kepedulian kepada orang-orang di sekelilingnya. Kepada karyawan, ia juga selalu memperlakukannya secara baik, karena menurutnya, tanpa kehadiran mereka, usahanya tidak akan bisa sukses seperti sekarang ini. Ia lebih suka menyebutnya sebagai mitra ketimbang menyebut karyawan.

Suka Memasak Sejak Kecil

Di balik kesuksesan Ina Cookies, ternyata Ina sejak kecil telah memiliki kesukaan memasak dan kegemaran mengkreasikan aneka makanan menjadi olahan yang bervariatif. Sehingga, kini ia dikenal sebagai salah seorang pengusaha perempuan sukses di Indonesia.

Ina sendiri tak sekadar ingin mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran diri dan keluarganya semata, lebih dari itu, ia ingin banyak orang terbantu dan bisa maju bersamanya. Ia ingin memberikan banyak manfaat bagi orang-orang yang berada di sekelilingnya.

Proses kreatif dan keberhasilannya dalam membuat produk-produk kue kering yang digemari, menjadi salah satu kunci sukses dalam bisnisnya. Bayangkan, untuk menghasilkan beragam jenis kue kering, bukanlah hal yang mudah.

Namun perempuan yang selalu tampil sederhana namun bersahaja ini, selalu berani melakukan terlebih dahulu kendati kadang harus mengalami kegagalan. Tetapi ia tak pernah bosan mengulanginya lagi hingga mendapatkan hasil seperti yang diharapkan.

Buku ini, kendati tidak begitu tebal, namun sarat dengan nilai-nilai perjuangan serta filosofi bisnis yang begitu kuat. Setidaknya, dengan membaca buku ini, pembaca diajak bisa memahami bahwa kuliner memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sebuah bisnis yang menjanjikan keuntungan besar.

Sebagai pengusaha yang religius, Ina Cookies selalumenjunjung tinggi nilai-nilai Ilahiah di dalam menjalankan bisnisnya. Ia menyadari, perjuangannya takkan berarti tanpa ketentuan dan keridaan Tuhan.

Perempuan yang juga merambah ke dunia kuliner dengan membuka sebuah kafe yang dekat tempat tinggalnya itu, tetap memegang teguh nilai-nilai agama dalam bisnisnya, agar dalam usaha yang tengah dijalaninya dapat mengundang keberkahan dari Allah Swt.

Kisah inspiratif dan nilai-nilai perjuangan yang tertulis dalam buku ini, memberikan pencerahan bagi siapa saja yang membacanya, bahwa bisnis yang dilakukan sepenuh hati, maka akan menghasilkan kesuksesan yang begitu luas biasa. Dan itu telah dibuktikan oleh Ina Cookies.

Data buku:
Judul: Ina Cookies, Mimpi 135 Putri
Penulis: Elly Syarifah
Penerbit: Ragea Publishing, Bandung
Tahun Terbit : 2013
Tebal : vi + 90 halaman
ISBN: 978-602-14731-0-8

Facebook Comments Box

Penulis: Deffy RuspiyandyEditor: Badiatul Muchlisin Asti

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.