apijiwa.id – Kebakaran hebat melanda fasilitas penyimpanan dan pengisian gas milik PT Makro Prima Pangan Utama di Dusun Bodean, RT 05 RW 03, Desa Klepu, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang pada Rabu (01/05/2026) malam. Insiden yang disertai ledakan tersebut mengakibatkan enam orang mengalami luka-luka.
Peristiwa bermula sekitar pukul 20.00 WIB saat sebuah truk pengangkut gas milik PT Bahtera Abadi Gas (BAG) dengan nomor polisi S 9303 UH tiba di lokasi. Truk yang memuat tabung gas berukuran 40 feet + 40 feet tersebut hendak melakukan pengisian atau penggantian tabung kosong.
Berdasarkan informasi di lapangan, insiden terjadi saat pengemudi truk dan operator PT BAG berusaha melepas selang gas. Diduga, terdapat selang yang tersangkut. Saat ditarik secara paksa, selang tersebut putus sehingga memicu kebocoran gas yang sangat cepat. Tak lama kemudian, muncul percikan api yang disusul oleh ledakan keras di area penyimpanan.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang, Anang Sukoco, mengonfirmasi kebenaran peristiwa tersebut. Ia menyebutkan bahwa selain kerusakan materiil, ledakan ini menyebabkan pengemudi truk, operator, dan empat orang lainnya terluka.
“Dari kejadian tersebut, total ada 6 orang yang menjadi korban luka-luka. Seluruh korban langsung dievakuasi ke RS Ken Saras, Bergas, untuk mendapatkan perawatan medis intensif,” ujar Anang.
Setelah menerima laporan, sejumlah personel dari berbagai unsur langsung diterjunkan ke lokasi, di antaranya: Tim Damkar Kabupaten Semarang; BPBD Kabupaten Semarang; personel Polsek dan Koramil Bergas; serta Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Klepu.
Proses pengamanan lokasi dipimpin langsung oleh Kapolsek Bergas, AKP Harjono, guna memastikan area steril selama proses pendinginan dan penyelidikan lebih lanjut.
Berdasarkan data yang dihimpun, berikut adalah identitas enam korban dalam insiden tersebut: Samsul (Sopir) Warga Kanigoro, Desa Puton, Kecamatan Diwek, Jombang, Jawa Timur, mengalami luka ada telinga kanan dan siku tangan kanan; Efendi (Operator Gas) Warga Kenongo, Desa Lemahireng, Kecamatan Bawen, Semarang, mengalami luka bakar pada area wajah, kedua tangan, serta lutut kanan dan kiri; Hanif Gilang Deni Irwan, warga Kenongo, Desa Lemahireng, Kecamatan Bawen, Semarang; Muh Irzas, warga Poncoruso, Kecamatan Bawen, Semarang; Aldi Warga Salongko, warga Desa Sambungrejo, Kecamatan Ngawen, Blora; dan Saeful, warga Cempaka Barat, Desa Sungai Kaya, Lampung Utara, Lampung.










