apijiwa.id – Kecelakaan maut terjadi di tanjakan Jlegong, Desa Bedono, Kabupaten Semarang, pada Minggu (08/02/2026) pagi. Insiden ini merenggut nyawa Santoso (44), seorang sopir truk asal Gunungkidul, Yogyakarta. Kasat Lantas Polres Semarang, AKP Lingga Ramadhani, mengonfirmasi kejadian tersebut kepada media pada Minggu malam.
Menurut penjelasan Kasat Lantas Polres Semarang, AKP Lingga Ramadhani, kecelakaan ini melibatkan dua kendaraan yang melaju searah dari Temanggung menuju Ambarawa. Insiden bermula saat sebuah truk dump bermuatan pasir (B 9850 TYV) yang dikemudikan Prayitno (60), warga Kabupaten Demak, gagal menanjak hingga mesinnya mati. Akibatnya, truk tersebut mundur dan menghantam truk bak kayu (B 9728 TDC) milik Santoso (45) yang tepat berada di belakangnya.
Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas Polres Semarang, Iptu Handriani, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula saat truk dump bermuatan pasir gagal menanjak hingga mesinnya mati mendadak. Meski pengemudi telah berupaya mengerem, truk tersebut tetap meluncur mundur dan menghantam truk bak kayu di belakangnya. Akibat jarak yang terlalu dekat, tabrakan tak terhindarkan hingga kedua kendaraan terperosok ke parit sedalam 5 meter. Pengemudi truk bak kayu dilaporkan tewas di lokasi karena terjepit badan truk.
“Saat itu juga, pengemudi truk dump mencoba melakukan pengereman saat truk tak kuat menanjak, namun gagal dan justru truk langsung melaju mundur. Di belakangnya, melaju truk bak kayu. Karena saling berdekatan, truk bak kayu tidak bisa menghindar dan tertabrak truk dump yang berjalan mundur. Truk langsung terperosok kedalam parit sedalam kurang lebih 5 meter. Karena terhimpit truk dump, pengemudi truk bak kayu tewas di lokasi kejadian,” terangnya.
Ditambahkan, upaya evakuasi kedua truk yang terlibat kecelakaan terus dilakukan oleh jajaran Sat Lantas Polres Semarang hingga pukul 20.00 WIB. Proses ini melibatkan tiga unit mobil derek serta bantuan personel dari BPBD dan petugas pemadam kebakaran (Damkar) guna mempercepat pemindahan kendaraan dari lokasi kejadian.
“Akibat kecelakaan ini terjadi antrian panjang di jalan raya Semarang – Jogja. Untuk memperlancar arus lalu lintas dan mengurai kepadatan, jajaran Sat Lantas Polres Semarang melakukan rekayasa buka tutup kedua arah,” tandasnya.










