apijiwa.id — Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) CV. Dharma Ikatan Alumni Annuqayah (IAA) kembali digelar dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan. Bertempat di aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, RUPS berlangsung pada Sabtu, (7/1/2026).
Agenda tahunan ini menjadi ruang strategis bagi para alumni untuk melakukan evaluasi, refleksi, serta merumuskan langkah keberlanjutan usaha yang tidak hanya berorientasi ekonomi, tetapi juga bernilai pengabdian kepada Pondok Pesantren Annuqayah.
Sejak pagi hari, ratusan peserta pemegang saham CV. Dharma IAA tampak memadati aula. Mereka datang dari berbagai daerah, membawa satu semangat yang sama: menguatkan jejaring alumni melalui ikhtiar ekonomi yang sehat, profesional, dan berorientasi maslahat.
Acara diawali dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh H. Abd. Razak. Suasana hening dan khusyuk menyelimuti ruangan ketika lantunan doa dipanjatkan, ditujukan kepada para masyaikh, pendiri, serta seluruh tokoh Annuqayah yang telah mendahului. Pembukaan ini menjadi penegasan bahwa roda usaha CV. Dharma IAA tidak pernah dilepaskan dari nilai spiritual dan tradisi pesantren.
Dalam sambutannya, Direktur CV. Dharma IAA, Ahmadi Kurdi Khan, menyampaikan bahwa CV. Dharma IAA telah berjalan kurang lebih tujuh tahun dengan dinamika yang terus berkembang dari waktu ke waktu.
“Alhamdulillah, CH. Dharma IAA tumbuh secara bertahap namun konsisten. Indikatornya jelas, jumlah ritel yang terus bertambah. Hingga saat ini, kita telah memiliki delapan ritel yang tersebar dan dikelola dalam naungan CV. Dharma IAA,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa RUPS rutin diselenggarakan setiap bulan Februari sebagai wujud komitmen transparansi dan akuntabilitas manajemen kepada para pemegang saham. Hingga kini, jumlah pemegang saham CV. Dharma IAA telah mencapai sekitar 650 orang yang seluruhnya merupakan alumni Pondok Pesantren Annuqayah.
Dua Manfaat
Menurut Ahmadi Kurdi menegaskan bahwa bersaham di CV. Dharma IAA memiliki dua manfaat sekaligus. Pertama; manfaat duniawi berupa keuntungan ekonomi. Kedua; manfaat ukhrawi, karena sebagian keuntungan dan aktivitas usaha diarahkan untuk mendukung keberlangsungan dan pengembangan pesantren.
“Ini ikhtiar yang insyaallah tidak berhenti di dunia,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Alumni Annuqayah (IAA) Jazuli Mukhtar dalam sambutannya mengingatkan bahwa keberadaan CV. Dharma IAA tidak boleh dipersempit sebagai wadah mencari keuntungan semata.
“Kita berhimpun di sini bukan hanya demi uang. Lebih dari itu, kita ingin terus membantu dan menguatkan PP Annuqayah,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa alumni memiliki tanggung jawab moral dan historis terhadap pesantren yang telah membesarkan mereka. Karena itu, CV. Dharma IAA harus dipandang sebagai instrumen strategis alumni dalam merawat khidmah tersebut.
Jazuli Mukhtar juga menyampaikan rencana besar IAA pada HIMA 2026 yang akan menggelar Haul Akbar para masyaikh Annuqayah, sebuah acara monumental yang direncanakan akan menghadirkan RI 1.
“Ini bukan sekadar acara seremonial, tapi bentuk penghormatan kita kepada para masyaikh dan upaya meneguhkan kembali ruh Annuqayah di tengah alumni dan masyarakat luas,” tuturnya.
Evaluasi Kritis
Ketua Yayasan Annuqayah KH. Abbadi Ishomuddin menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada CV. Dharma IAA dan seluruh alumni yang selama ini telah memberikan kontribusi nyata kepada Yayasan Annuqayah.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan dan kepedulian IAA dan CV. Dharma kepada Annuqayah. Ini bukti bahwa alumni tidak pernah lepas dari pesantrennya,” ungkapnya.
Namun di balik apresiasi tersebut, KH. Abbadi juga menyampaikan evaluasi kritis terkait kondisi pendidikan Annuqayah saat ini. Menurutnya, terdapat penurunan kualitas lulusan yang disebabkan oleh dua faktor utama.
Pertama; kurikulum yang kurang relevan dengan laju perkembangan zaman. Kedua; input santri atau siswa yang relatif rendah secara kemampuan intelektual (IQ).
Pernyataan ini disampaikan dengan nada reflektif dan bertanggung jawab sebagai bentuk kejujuran intelektual demi perbaikan ke depan.
Sebagai respons atas tantangan tersebut, Yayasan Annuqayah telah menyusun rencana jangka panjang, di antaranya:
Pertama; membangun madrasah model berbasis sains di wilayah Kebunjeruk, Kemisan. Dalam rencana ini, MTs 2 Annuqayah dan MA 2 Annuqayah akan difokuskan pada penguatan sains dan pengembangan akademik yang lebih progresif.
Kedua; menyempurnakan Klinik Annuqayah melalui pembangunan gedung baru. Saat ini, klinik tersebut sudah tidak mampu menampung lonjakan pasien yang setiap bulan mencapai lebih dari 1.000 orang.
“Ini ikhtiar besar yang tentu membutuhkan dukungan bersama, termasuk dari alumni,” tutur KH. Abbadi.
Sebagai bentuk konkret komitmen tersebut, acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian santunan modal. CV. Dharma IAA menyerahkan bantuan kepada Yayasan Annuqayah sebesar lebih dari Rp97 juta, serta kepada IAA sebesar lebih dari Rp146 juta.
Penyerahan ini menjadi simbol kuat sinergi antara dunia usaha alumni dan pengembangan kelembagaan pesantren. Bagi banyak peserta, momen ini menjadi bukti bahwa CV. Dharma IAA tidak hanya berbicara tentang laba, tetapi juga tentang kebermanfaatan.
Peningkatan Profesionalisme
Memasuki acara inti, RUPS diawali agenda utama penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Tahun Buku 2025 yang disampaikan Direktur CV. Dharma IAA, Ahmadi Kurdi Khan.
LPJ dipaparkan secara rinci, mencakup kinerja usaha, perkembangan ritel, tantangan yang dihadapi, serta capaian-capaian selama satu tahun terakhir. Setelah pemaparan, forum dibuka untuk sesi tanggapan dan masukan.
Tercatat ada tiga penanggap utama yang secara umum menyampaikan pandangan senada. Mereka menekankan pentingnya keterbukaan informasi ekonomi, transparansi laporan keuangan, serta peningkatan profesionalisme dalam pengelolaan ritel-ritel CV. Dharma IAA.
“Ke depan, pengelolaan ritel harus semakin profesional, mengikuti standar usaha modern, tanpa meninggalkan nilai pesantren,” ujar salah satu penanggap.
Masukan-masukan tersebut diterima sebagai catatan penting bagi manajemen, demi menjaga kepercayaan pemegang saham dan keberlanjutan usaha.
Rapat diakhiri dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ketua MUI Kabupaten Sumenep sebagai harapan agar seluruh unit bisnis alumni ini mendapat rida dan keberkahan dari Allah Swt demi kemaslahatan pesantren.
Momentum berakhirnya RUPS ini menjadi tonggak bagi CV. Dharma IAA untuk terus konsisten sebagai entitas bisnis yang menyelaraskan profesionalisme dengan pengabdian. Melalui semangat kolektif, perusahaan ini tidak hanya mengejar profitabilitas, tetapi juga berkomitmen menjaga keberlanjutan nilai-nilai peradaban Islam.












