apijiwa.id – Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Dinarpusda) Kabupaten Grobogan menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Konten Berbasis Budaya Lokal di Aula Lantai 2 Gedung Dinarpusda, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat literasi sekaligus melestarikan kekayaan budaya daerah melalui karya tulis. Tahun ini, antusiasme masyarakat tercatat mengalami peningkatan signifikan.
Kurniawan, S.H., MM., Kabid Pepustakaan Dinarpusda Grobogan selaku penanggung jawab kegiatan, mengungkapkan adanya lonjakan jumlah peserta. Jika tahun sebelumnya kuota dibatasi hanya 60 orang, tahun ini jumlah peserta meningkat menjadi 70 orang.
“Bahkan terdapat daftar tunggu sebanyak 8 orang yang belum bisa terakomodasi. Peserta kali ini sangat beragam, mulai dari pelajar, guru, pustakawan, budayawan, perangkat desa, hingga masyarakat umum,” ujar Kurniawan dalam laporannya.
Kepala Dinarpusda Kabupaten Grobogan, Supriyanto, S.Sos., MM., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta terpilih. Ia menekankan pentingnya peran buku sebagai jembatan ilmu pengetahuan dan panduan praktis dalam kehidupan.
“Terima kasih atas kehadiran para peserta. Perlu kita ingat bahwa melalui buku, kita tidak hanya sekadar menyerap informasi, tetapi juga bisa mempraktikkan ilmu yang terkandung di dalamnya,” tutur Supriyanto.
Bimtek ini dilaksanakan dalam dua sesi. Sesi pertama menghadirkan narasumber Sekretaris Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Grobogan, Yunus Suryawan, M.Si. Sementara itu, sesi kedua dijadwalkan berlangsung pada Selasa (29/5/2026) dengan menghadirkan dua narasumber ahli.
Pertama, penulis Lia Herliana yang akan memaparkan materi mengenai teknik penulisan esai, artikel ilmiah populer, dan peningkatan kualitas naskah. Kedua, penulis dan praktisi penerbitan Badiatul Muchlisin Asti yang akan memberikan materi terkait gaya selingkung dan proses penerbitan.
Dalam paparan bertajuk “Merawat Kearifan Lokal Melalui Pena”, Yunus Suryawan mengajak seluruh peserta untuk mendokumentasikan tradisi lisan maupun budaya benda yang ada di Grobogan ke dalam bentuk tulisan yang sistematis.
Melalui sesi teknis, panitia menampilkan 10 rancangan judul tulisan bertema budaya lokal terbaik. Para calon penulis kemudian diminta memaparkan rencana konten serta target yang ingin dicapai melalui karya mereka masing-masing.
Guna menjamin kualitas naskah, pihak penyelenggara berkomitmen memberikan pendampingan intensif. Jika dalam prosesnya ditemukan materi yang kurang akurat atau melenceng dari fakta sejarah, para mentor akan memberikan arahan untuk meluruskan konten tersebut. Langkah ini diambil agar setiap karya yang dihasilkan tetap berada dalam koridor kearifan lokal yang autentik.













