Advertisement

apijiwa.id – Sejumlah 270 anak dari berbagai pelosok Kota Bandung dan sekitarnya mengikuti Sunatan Massal yang diadakan Pesantren Tahfiz Qur’an Sulaimaniyah Pasteur Kota Bandung pada Rabu (24/12/2025). Sunatan massa digelar sejak pagi hingga sore dengan melibatkan sejumlah tim medis dari Klinik Khitan Paramedika Kota Bandung.

Pembukaan acara khitanan massal dihadiri pimpinan dan pengurus, termasuk mereka yang sengaja datang dari Turki. Hadir juga pula Camat Cicendo Siti Romlah, Camat Sukajadi Inci Darmaga, Lurah Husein Sastranegara Sudirman, undangan lain, serta para orangtua anak yang dikhitan.

Khitanan massal merupakan kegiatan rutin yang diadakan setiap setahun sekali. Pesantren pendidik para hafiz al-Qur’an ini tidak hanya terfokus pada pendidikan semata, tetapi juga melakukan kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar pesantren.

“Kehadiran kami tidak saja (berupaya) melahirkan hafiz-hafiz yang hebat, tetapi melaksanakan sunatan massal adalah bagian dari program pesantren sebagai bentuk bakti sosial terhadap masyarakat agar merasakan manfaat dari kehadiran pesantren ini,” tutur Ustaz Nurul Irfan Afandi, Ketua Panitia Acara yang sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Tahfiz Qur’an Sulaimaniyah Pasteur Kota Bandung.

Untuk wilayah Provinsi Jawa Barat, pelaksanaan kegiatan sunatan massal sendiri tidak saja dilaksanakan Pesantren Sulaimaniyah yang ada di Kota Bandung saja, namun juga dilaksanakan di Kabupaten Pangandaran.

Kegiatan sunatan massal juga dilaksanakan di wilayah Sumatera, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. “Sehingga banyak anak yang mendapatkan kesempatan untuk mengikuti sunatan massal ini,” tambahnya.

Untuk menyukseskan program sunatan massal, pesantren menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga, seperti klinik khitan, LAZ, BUMN, dan Bank Pemerintah, serta lembaga lainnya. “Kami menggandeng banyak lembaga untuk memberikan kesempatan ber-fastabiqul khairat. Momentum ini juga menjadi media memperkenalkan pesantren kepada masyarakat luas,” tambahnya lagi.

Dasar pelaksanaan kegiatan ini dilatar belakangi bahwa sunat atau khitan merupakan salah satu sunnah yang penting dalam fase kehidupan seorang Muslim. “Sunat sendiri adalah sebuah ibadah dan akan membawa pelakunya menuju terciptanya seorang Muslim sejati. Bahkan dalam pandangan medis, sunat baik untuk kesehatan, serta bagi yang melaksanakannya akan mendapatkan ganjaran. Keuntungannya adalah duniawi dan juga ukhrawi,” jelasnya.

Darsito, salah satu orangtua peserta sunatan massal mengaku bahagia kendati anaknya baru berusia 2 tahun. Ia mengaku, ia langsung mendaftarkan anaknya, begitu mendapatkan informasi. Sebagai orangtua ia merasa terbantu.

“Sungguh saya merasa bahagia dan sungguh saya hidup dalam keadaan ekonomi yang tidak menentu dan bisa ikut serta dalam kegiatan ini, saya benar-benar merasa terbantu karenanya,” terang Asep, orangtua peserta lainnya saat dimintai komentarnya terhadap acara ini.

Selain mendapatkan layanan khitan, setiap anak yang dikhitan mendapatkan bingkisan berupa uang, tas, pakaian, sarung, dan juga hadiah lainnya.

Facebook Comments Box

Penulis: Deffy RuspiyandyEditor: Badiatul Muchlisin Asti

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.