Advertisement

apijiwa.id – Bertempat di Hall PT Inti dalam rangkaian Jabar Book Fair 2026, acara bedah buku biografi Ustaz Daud Gunawan bertajuk “Dari Bumi Sriwijaya Kembangkan Dakwah di Tatar Sunda” sukses digelar pada Sabtu (11/4/2026).

Acara ini menghadirkan ketua tim penulis, Rizky Lesus, bersama narasumber Ustaz Nandang Koswara dan Ayi Vivananda. Diskusi yang dipandu oleh moderator Ustaz Suryawan tersebut berlangsung khidmat dengan kehadiran para pencinta buku dan pegiat dakwah.

Ustaz Roinnul, selaku ketua penyusunan buku sekaligus putra ketiga Ustaz Daud Gunawan, mengungkapkan bahwa ide penulisan biografi ini murni lahir dari tim penulis. Gagasan tersebut kemudian disambut hangat oleh keluarga besar setelah melalui proses diskusi mendalam.

Sebelum proses penulisan dimulai, Roin juga berkoordinasi dengan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Pusat. “Kami mendapat lampu hijau agar buku ini ditulis oleh tim di Jawa Barat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Roin menyampaikan apresiasi tinggi kepada tim penulis yang bekerja dengan penuh totalitas. “Saya mengapresiasi kegigihan tim penulis. Mereka bekerja dengan penuh ketulusan, bahkan terkadang menalangi sendiri kebutuhan teknis di lapangan. Tentu pihak keluarga memberikan penghargaan atas dedikasi mereka. Terima kasih kepada tim penulis,” pungkasnya.

Sementara itu, Ustaz Daud Gunawan mengaku sempat ragu saat puteranya menawarkan rencana penulisan biografi ini. Pasalnya, upaya serupa pernah dilakukan sebelumnya namun terhenti di tengah jalan.

“Saat itu saya ragu dan khawatir tidak tuntas lagi. Namun, melihat kapasitas tim yang terdiri dari jurnalis dan ahli sejarah, saya menjadi percaya diri. Hasilnya, buku ini bisa dinikmati pembaca dengan penulisan yang objektif dan mampu menekan subjektivitas,” ujar dai senior tersebut.

Suasana bedah buku biografi Ustaz Daud Gunawan bertajuk “Dari Bumi Sriwijaya Kembangkan Dakwah di Tatar Sunda” karya Rizki Lesus, dkk. (Deffy Ruspiyandy)

Ketua tim penulis, Rizki Lesus, menuturkan bahwa penulisan biografi tokoh seperti Ustaz Daud Gunawan sangat krusial bagi generasi muda. Menurutnya, anak muda perlu belajar sejarah dari tokoh yang relevan, sementara literatur mengenai hal tersebut masih terbatas. Ia memilih sosok Daud Gunawan karena rekam jejaknya di dunia dakwah Jawa Barat yang sangat mumpuni.

“Buku ini hadir berkat kerja sama tim yang luar biasa serta dukungan para narasumber yang telah membantu proses riset dan penulisan,” tambah Rizki.

Apresiasi juga datang dari Ustaz Nandang Koswara. Sosok yang akrab disapa Abah ini menaruh hormat tinggi kepada Ustaz Daud yang telah melahirkan banyak kader dakwah di Jawa Barat. Menurut Ketua PW Syarikat Islam Jawa Barat tersebut, buku ini jauh dari kesan membosankan karena penuh dengan kisah inspiratif.

“Siapa pun patut meneladani perjuangan beliau. Beliau adalah teladan dalam segala hal. Pokoknya, buku ini sangat direkomendasikan untuk dibaca hingga tuntas,” tegasnya.

Senada dengan itu, Ayi Vivananda yang hadir sebagai pembedah kedua turut memberikan kesaksian. Wakil Wali Kota Bandung periode 2008–2013 ini mengenang Ustaz Daud sebagai sosok yang tegas namun tidak pemarah.

“Beliau sangat menghormati perbedaan pandangan. Jika setiap pejabat atau anggota dewan memiliki integritas seperti beliau—yang selalu bekerja lurus dan amanah—maka negeri ini akan tenang dan jauh dari penyalahgunaan kekuasaan,” pungkas Ayi.

Testimoni juga datang dari Hadiyanto Abdurrahim, salah satu murid Ustaz Daud Gunawan. Ia menyebut sang guru sebagai sosok yang memiliki kapasitas “3M”, yaitu sebagai Motivator, Motor penggerak dakwah, dan Mentor bagi generasi muda hingga berhasil mencetak kader-kader dakwah terbaik.

Sementara itu, rekan sejawatnya di Partai Bulan Bintang (PBB), Suparno Satira, mengapresiasi kiprah Ustaz Daud Gunawan yang telah memberikan warna signifikan bagi dunia dakwah, khususnya di Jawa Barat.

Kebahagiaan serupa diungkapkan oleh Wakil Ketua Dewan Pusat Syarikat Islam, KH. Barna Soemantri, BA. Bertemu dengan teman seperjuangannya, ia mengakui bahwa Ustaz Daud Gunawan adalah sosok ulama sekaligus pejuang yang istikamah dalam memperjuangkan syiar Islam.

Acara bedah buku tersebut ditutup dengan sesi foto bersama antara tokoh, penulis, dan para narasumber. Suasana penuh kehangatan menyelimuti akhir kegiatan sebagai bentuk rasa syukur atas kelancaran acara tersebut.

Facebook Comments Box

Penulis: Deffy RuspiyandyEditor: Badiatul Muchlisin Asti

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.