apijiwa.id – Salah satu desa di Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, dikenal memiliki keunikan tersendiri. Di sana terdapat mata air panas alami bernama Mata Air Pablengan, tepatnya di Desa Kaliulo. Menariknya, air dari sumber ini tidak hanya dimanfaatkan sebagai sarana pengobatan, tetapi juga sebagai bahan pembuatan makanan.
“Mata air panas alami ini mengandung mineral belerang dan rasanya asin. Uniknya, secara turun-temurun warga lokal maupun luar daerah menggunakannya sebagai pengganti bahan pengembang (bleng) untuk memasak, membuat kerupuk karak, dan gendar. Selain itu, air Pablengan ini juga ampuh mengobati gatal-gatal pada kulit. Sudah banyak yang membuktikannya,” terang Sarminto (57), warga setempat yang rumahnya tak jauh dari lokasi, Kamis (25/6/2026).
Pemerhati budaya dan sejarah Kabupaten Semarang, Ginanjar, membenarkan fenomena tersebut. Menurutnya, secara historis warga sekitar memang telah lama memanfaatkan Air Pablengan untuk keperluan dapur dan pengobatan ringan.
“Kandungan mineralnya mirip garam atau bleng, sehingga cocok untuk membuat adonan kerupuk karak atau gendar menjadi kenyal dan mekar saat digoreng. Air ini juga sering dipakai untuk merebus ketupat agar lebih gurih dan tahan lama,” ujar pria yang akrab disapa Ginziro ini.
Ginanjar menambahkan, dalam proses pembuatan karak, air bleng alami ini digunakan untuk merebus sisa nasi agar mudah hancur dan tercampur rata sebelum dicetak, dijemur, dan digoreng menjadi kerupuk yang renyah.
Keberadaan mata air panas di kawasan perbukitan Pringapus ini tergolong unik. Warga sekitar maupun pendatang bisa mengambil air langsung dari sumbernya menggunakan jeriken atau galon. Bahkan, ada juga yang menjualnya ke pasar terdekat. Bagi yang ingin mengambil langsung, mereka cukup membayar seikhlasnya atau sukarela.













