apijiwa.id – Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Mujaddid yang berlokasi di Kompleks Telkom Cibeureum, Cimahi Selatan, Kota Cimahi, sukses menyelenggarakan kegiatan pesantren kilat (Sanlat) selama lima hari pada 18–22 Februari 2026. Sebanyak 114 peserta mulai dari jenjang TK hingga SMP kelas 7 turut berpartisipasi. Komposisi peserta terdiri dari 40% anak-anak pengajian internal masjid dan 60% peserta yang berasal dari luar lingkungan kompleks.
“Kami memberikan kesempatan kepada anak yang tak ikut pengajian untuk kegiatan pesantren kilat ini,” terang Salman Latief Arrusydi, ketua panitia kegiatan pesantren kilat.
Kurikulum Sanlat dirancang sangat variatif, mulai dari pendalaman Al-Qur’an melalui metode Tahsin, Tahfiz, Tajwid, hingga pengenalan irama tilawah yang disesuaikan dengan usia peserta. Aspek sejarah Islam pun disampaikan secara menarik melalui sesi nonton bareng kisah perjuangan Usamah bin Zaid dan Nabi Daud melawan Jalut yang dilengkapi refleksi dari para asatiz.
Selain itu, pemahaman Tauhid “Takut Hanya kepada Allah” dipadukan dengan praktik fiqh pengurusan jenazah untuk melatih mental anak-anak agar tidak merasa takut. Seluruh rangkaian kegiatan ini pun diperkaya dengan kunjungan edukatif ke Galeri Rasulullah di Masjid Al Jabbar, Kota Bandung.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas syiar Islam di kalangan anak-anak, sekaligus memotivasi peserta maupun orangtua agar lebih mencintai ilmu, semangat beribadah, dan aktif memakmurkan masjid. Para alumni Sanlat ini diharapkan dapat menjadi penggerak utama dalam Ikatan Remaja Masjid (IRIS) di masa depan.
Kualitas materi pun sangat terjaga karena disampaikan oleh para pengajar berpengalaman yang merupakan alumni dari berbagai lembaga pendidikan ternama, seperti Ma’had Al-Imarat, IAI Persis Bandung, STAI Siliwangi Bandung, Unpad, ITB, UI, Polban, hingga berbagai Rumah Tahfiz, dan PPI 34 Cibegol.
Untuk menyegarkan suasana, rangkaian kegiatan juga diisi dengan berbagai permainan ice breaking yang membuat peserta lebih rileks. Salah satu yang menarik adalah Simulasi Sanad Hadits melalui permainan komunikata, di mana setiap kelompok diuji ketepatannya dalam menyampaikan pesan berantai dari orang pertama hingga terakhir.
Keseruan bertambah dengan adanya permainan Bos Berkata, lompat kanan-kiri, permainan ketangkasan Bersedia-Siap-Tembak-Dor, hingga Senam Jepang. Tak hanya itu, panitia juga menggelar kompetisi sesuai usia, yakni lomba mewarnai untuk peserta TK hingga SD kelas 3, serta lomba mengisi Teka-Teki Silang (TTS) bagi siswa kelas 4 SD sampai SMP kelas 7.
“Semua peserta yang menang mendapatkan hadiah menarik,” imbuhnya.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan tertib. Setiap harinya, acara dimulai dengan pembacaan Al-Fatihah, doa bersama, serta tilawah surat-surat pendek secara berkelompok. Agenda harian mencakup penyampaian dua materi utama yang diselingi dengan kuis, sesi refleksi, dan dua kali ice breaking untuk menjaga semangat peserta.
Kegiatan kemudian ditutup dengan salat Ashar berjemaah sebelum kepulangan. Salman menambahkan bahwa program ini merupakan inisiasi perdana di bawah kepengurusan DKM yang baru dan diharapkan dapat menjadi agenda rutin tahunan.
“Sanlat ini baru dilaksanakan kembali di kepengurusan DKM yang baru dan menjadi target agenda rutin tahunan,” imbuhnya lagi.
Kegiatan pesantren kilat ini diharapkan dapat memberikan pengalaman berkesan bagi anak-anak dalam mengisi libur awal Ramadan dengan hal positif. “Alhamdulillah, melalui acara ini mereka bisa beribadah sekaligus merasakan kebahagiaan bersama,” ungkap Salman.
Ia pun berharap keterlibatan peserta dari luar lingkungan kompleks tidak berhenti di sini, melainkan berlanjut dengan mengikuti program mengaji rutin bertajuk NGABIBITA di Masjid Al-Mujaddid.













