apijiwa.id – Pengurus Cabang Ikatan Guru Raudhatul Athfal (PC IGRA) Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, menggelar acara Diseminasi Kurikulum Berbasis Cinta selama 2 hari, Senin-Selasa (19-20/1/2026).
Menurut Ketua PC IGRA Kecamatan Godong Muntofiyah, acara diseminasi hari pertama digelar di gedung BA Aisyiyah Karangrayung dan diikuti seluruh guru RA se- Kecamatan Godong, Penawangan, dan Karangrayung. Materi diseminasi disampaikan Muji Rahayu dan Nur Rochimah, perwakilan Tim Kurikulum Berbasis Cinta PC IGRA Kecamatan Godong.
Materi yang disampaikan seputar kurikulum berbasis cinta yang diluncurkan oleh Kementerian Agama RI untuk membentuk generasi Muslim yang cerdas secara kognitif, matang secara emosional, dan luhur secara spiritual.
Kurikulum berbasis cinta sendiri menitikberatkan pada lima pilar cinta yang disebut dengan istilah Panca Cinta, yaitu cinta kepada Tuhan, diri dan sesama, ilmu, lingkungan, serta bangsa dan negara, guna menumbuhkan moderasi beragama, empati, dan toleransi dalam menghadapi krisis kemanusiaan modern.
Adapun diseminasi hari kedua digelar di gedung RA YATPI Rajek dan diikuti kepala dan operator RA se- Kecamatan Godong, Penawangan, dan Karangrayung. Materi diseminasi hari kedua menitikberatkan pada implementasi kurikulum berbasis cinta, meliputi Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP), dan ATP (Alur Tujuan Pembelajaran).
Dalam Kurikulum Berbasis Cinta, CP adalah kompetensi menyeluruh yang harus dicapai murid dalam fase tertentu, sementara ATP adalah urutan sistematis dari TP (Tujuan Pembelajaran) yang merinci pengetahuan, keterampilan, dan sikap, yang semuanya diintegrasikan dengan nilai-nilai Panca Cinta untuk membentuk insan berkarakter humanis dan toleran.
CP menjadi target, TP adalah langkah-langkah pencapaiannya, dan ATP adalah peta jalannya. Semua dibingkai dalam nilai cinta untuk membangun generasi utuh, bukan mengganti kurikulum lama.
Muntofiyah berharap, dengan acara diseminasi ini, seluruh guru, kepala, dan operator RA di wilayah Kecamatan Godong, Penawangan, dan Karangrayung, dapat memahami konsep dan filosofi kurikulum berbasis cinta secara baik dan dapat mengimplementasikannya di sekolah maisng-masing.











