Advertisement

apijiwa.id – Gema lantunan ayat suci Al-Qur’an memecah keheningan siang di kawasan Pondok Pesantren Al-Muqri, Prenduan, Sumenep. Hari itu, Ahad (18/1/2026), Ikatan Alumni Madrasah Aliyah 2 Annuqayah (IKAMADA) masa bakti 2025-2028 menggelar rapat kerja (raker) perdana.

Acara dimulai dengan tradisi khas santri, yakni pengajian Surah Yasin berjemaah. Suasana khidmat menyelimuti ruang pertemuan di kediaman pengasuh Pondok Pesantren Al-Muqri, KH. Zainurrahman Hammam. Kehadiran pengurus dari berbagai angkatan menunjukkan bahwa jarak dan waktu bukanlah penghalang untuk tetap terhubung dengan akar perjuangan di almamater.

Sebagai tuan rumah sekaligus penasehat IKAMADA, Kiai Zainurrahman membuka sambutan dengan nada yang sangat rendah hati. Ia menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pengurus dan anggota yang telah meluangkan waktu hadir di Prenduan.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran rekan-rekan alumni sekalian. Mohon maaf apabila penyambutan kami di Prenduan ini dirasa kurang layak atau ada kekurangan dalam menjamu tamu-tamu mulia ini,” tuturnya penuh ketulusan.

Namun, di balik kerendahhatian itu, tersirat pesan yang sangat kuat. Kiai menekankan bahwa inti dari perkumpulan ini adalah silaturahmi. Menurutnya, IKAMADA harus menjadi jembatan penguat ikatan antarangkatan. Alumni yang senior harus merangkul yang muda, dan yang muda harus menghormati yang senior, sehingga tercipta ekosistem kekeluargaan yang solid.

Tiga Pesan Kunci

Kiai Zainurrahman menitipkan tiga pesan kunci bagi keberlangsungan IKAMADA ke depan. Pertama; penguatan silaturahmi lintas generasi. Ia berharap IKAMADA menjadi wadah pemersatu yang tidak membeda-bedakan tahun kelulusan. Kekuatan alumni terletak pada jejaring yang kuat dan saling bantu.

Kedua; loyalitas terhadap almamater. Kiai mengingatkan agar setiap alumni MA 2 Annuqayah, di mana pun mereka berkiprah, tidak pernah melupakan Kebun Jeruk.

“Perhatikanlah almamater kita. Berikan kontribusi terbaik, baik dalam bentuk pemikiran, dukungan moral, maupun aksi nyata untuk kemajuan madrasah kita tercinta,” pesannya.

KH. Zainurrahman Hammam, pengasuh Pondok Pesantren Al-Muqri, Prenduan, Sumenep. (Ahmad Muhli Junaidi)

Yang ketiga; tradisi keilmuan (ngaji kitab). Kiai mengusulkan agar pertemuan rutin bulanan tidak hanya berisi ngaji Yasin dan urusan administratif organisasi. Ia berharap ke depannya ada sesi pengajian kitab kuning yang diasuh langsung oleh para pengasuh atau masyaikh Annuqayah.

Hal ini, menurutnya, bertujuan agar identitas santri tetap melekat erat pada diri alumni meski sudah terjun di masyarakat.

Transformasi Organisasi

Sementara itu, Ketua Umum IKAMADA masa bakti 2025-2028 Ahmadi, M.Pd.I. langsung memimpin jalannya rapat kerja setelah sebelumnya memaparkan visi besar kepengurusan yang dinahkodainya.

Raker dibagi menjadi dua segmen, meliputi bedah AD/ART dan program kerja. Soal AD/ART, Ahmadi menyatakan bahwa IKAMADA bukan lagi sekadar perkumpulan kumpul-kumpul biasa. “Kita harus bertransformasi menjadi organisasi yang benar-benar baik, akuntabel, dan profesional,” ujarnya.

Setelah membahas AD/ART, rapat dilanjutkan dengan pembahasan program kerja. Setiap bidang memaparkan rencana aksi, mulai dari bidang sosial, keagamaan, hingga pemberdayaan ekonomi alumni.

Beberapa poin menonjol dalam pembahasan program kerja antara lain: digitalisasi data alumni untuk memudahkan pemetaan potensi; program pengabdian masyarakat yang berbasis pada nilai-nilai pesantren; pelaksanaan usulan Kiai Zainurrahman mengenai pengajian kitab rutin bulanan; dan iuran bulanan untuk kas organisasi minimal Rp. 10.000,-

Rapat yang berlangsung selama dua jam berjalan lancar. Pertemuan diakhiri dengan salat Asar berjemaah dengan imam Kiai Badri, alumni 1991. Meski singkat, raker di awal tahun 2026 telah meletakkan batu pertama bagi pembangunan organisasi alumi yang lebih terstruktur.

Langkah kaki para alumni saat pulang tampak penuh optimisme. Dari Prenduan, ada pesan yang dibawa pulang: bahwa menjadi alumni Annuqayah musti menjaga sanad ilmu, mempererat persaudaraan, dan memberikan manfaat bagi semesta.

Facebook Comments Box

Penulis: Tim Media IKAMADA 2026Editor: Badiatul Muchlisin Asti

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.