Advertisement

apijiwa.id – Program Studi Psikologi Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta mengadakan Kuliah Praktisi pada Jumat, (3/4/2026), guna mengatasi kekakuan teoretis dalam dunia akademik melalui kolaborasi praktis. Menghadirkan pustakawan profesional UII, Teguh Prasetyo Utomo, S.I.Pust., dan dipandu oleh Kaprodi Psikologi, Hazhira Qudsyi, M.A., acara yang diadakan secara daring ini difokuskan bagi mahasiswa semester enam yang sedang menyusun tugas akhir.

Melalui sesi bertajuk Pemanfaatan dan Penelusuran Referensi Ilmiah Digital dalam Penyusunan Proposal Skripsi, kegiatan ini menekankan pentingnya literasi informasi sebagai fondasi penentu kualitas karya ilmiah sejak penyusunan proposal di tengah kompleksitas data digital saat ini.

Dalam paparannya, Teguh Prasetyo Utomo menyatakan, citra pustakawan saat ini telah bertransformasi dari sekadar penjaga buku menjadi sosok vital dalam riset akademik. Dalam dinamika pendidikan terkini, pustakawan menjalankan fungsi sebagai navigator informasi yang membantu mahasiswa membedah ledakan data.

Peran tersebut mencakup pendampingan strategis dalam merumuskan topik penelitian hingga menjadi narasumber teknis untuk penelusuran basis data global. Pergeseran peran ini menjadi kunci utama agar karya ilmiah mahasiswa memiliki kualitas referensi yang diakui secara global.

Teguh Prasetyo juga menegaskan perlunya pergeseran paradigma dalam memandang skripsi, bukan sekadar tugas akhir, melainkan publikasi ilmiah yang menuntut tanggung jawab penuh atas validitas data dan teorinya.

Guna menjaga integritas akademik, menurutnya, mahasiswa diwajibkan memenuhi lima kriteria referensi: relevansi terhadap topik, kemutakhiran sumber (idealnya 5-10 tahun terakhir), serta kredibilitas, baik dari sisi penulis maupun lembaga penerbitnya.

Selain itu, referensi harus dapat ditelusuri melalui identitas digital yang jelas seperti DOI. Untuk mempermudah proses ini, penggunaan perangkat lunak manajemen rujukan digital menjadi solusi efisien agar standar kualitas tetap terjaga secara sistematis.

Teguh menekankan bahwa di tengah dominasi layanan daring dan OPAC, kemahiran dalam menavigasi informasi digital kini menjadi kompetensi yang mutlak dimiliki mahasiswa. Eksplorasi ke berbagai platform tepercaya—mulai dari Google Scholar, Scopus, DOAJ, hingga E-resources Perpusnas—sangat dianjurkan untuk memperluas cakrawala berpikir dalam proposal skripsi.

Namun, ketepatan sumber saja tidak cukup; mahasiswa juga perlu meningkatkan produktivitas melalui pengelolaan rujukan yang efisien. Pemanfaatan Reference Manager seperti Mendeley hadir sebagai solusi sistematis untuk mengorganisasi sitasi secara otomatis, memastikan kerapian daftar pustaka, sekaligus mencegah terjadinya plagiarisme yang tidak disengaja.

Kuliah praktisi ini mempertegas peran vital perpustakaan dan pustakawan sebagai mitra strategis dalam mendukung kualitas akademik, bukan hanya sekadar penyedia fasilitas. Kolaborasi erat antara mahasiswa dan pustakawan menjadi kunci utama bagi mahasiswa Psikologi UII untuk menghasilkan riset yang kredibel dan bermartabat.

Bagi mahasiswa yang sedang menempuh tugas akhir, berkonsultasi dengan pustakawan adalah langkah yang sangat disarankan. Seringkali, hambatan utama dalam menyusun skripsi bukanlah kerumitan materinya, melainkan keterbatasan informasi mengenai metode pencarian referensi yang tepat. Pustakawan berperan penuh dalam membantu membukakan akses dan memberikan arahan yang dibutuhkan.

Facebook Comments Box

Penulis: Badiatul Muchlisin AstiEditor: Redaksi Apijiwa.id

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.