apijiwa.id – Sekitar 800 peserta dari berbagai kota dan kabupaten memadati Padepokan Mayang Sunda, Kota Bandung, dalam gelaran Halalbihalal Akbar ke-11 Persatuan Grup Dumay Jawa Barat (PGDJ), Minggu (12/4/2026). Mengusung tema “Sabilulungan Ngawangun PGDJ Runtut Raut Sauyunan”, ajang ini berhasil menyatukan sedikitnya 117 komunitas berbasis media sosial, mulai dari grup Facebook, WhatsApp, hingga Instagram.
Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga sore hari ini tidak hanya menjadi ajang temu kangen tahunan. Panitia turut menyisipkan agenda religi dan sosial, di antaranya tausiyah serta pemberian santunan bagi 35 anak yatim piatu di sekitar lokasi acara. Para penerima manfaat mendapatkan santunan berupa uang tunai dan bingkisan.
“Ini bukan sekadar hiburan semata, namun kami ingin kehadiran komunitas dunia maya juga dapat dirasakan manfaatnya oleh mereka yang membutuhkan melalui kegiatan sosial,” ungkap salah satu panitia di sela acara.
Suasana semakin meriah dengan kehadiran berbagai stan UMKM di sekeliling panggung utama. Stan-stan tersebut diisi oleh para anggota komunitas yang mempromosikan produk lokal mereka, sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi kreatif antaranggota.
Sebagai bentuk apresiasi, setiap komunitas yang hadir menerima sertifikat penghargaan. Puncak kemeriahan acara ditutup dengan pembagian berbagai doorprize menarik, dengan hadiah utama berupa lemari es. Peserta tercatat datang dari berbagai penjuru, mulai dari wilayah Jabodetabek, Tasikmalaya, hingga Bandung Raya, yang menunjukkan soliditas komunitas dunia maya di Jawa Barat yang tetap terjaga.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Taryana, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh komunitas, donatur, dan berbagai pihak yang telah turut menyukseskan acara tersebut. Ia mengungkapkan bahwa persiapan kegiatan ini telah dirancang matang sejak jauh-jauh hari sebelum bulan Ramadan.
“Bagi saya, menerima amanah ini merupakan tantangan besar karena saya harus mampu memberikan yang terbaik bagi ratusan peserta yang hadir pada kesempatan ini,” terang pria yang akrab disapa Kang Taryana itu kepada apijiwa.id di sela-sela acara.
Taryana menambahkan, Silaturahmi Akbar semacam ini memang menjadi agenda tahunan setiap pasca-Idulfitri. Meski demikian, PGDJ juga rutin menggelar pertemuan setiap tiga atau empat bulan sekali, seperti touring atau jalan santai yang tetap disisipi dengan aksi sosial.
“Saat ini, wadah komunitas ini murni untuk mempererat silaturahmi dan belum ada arah untuk membentuk organisasi kemasyarakatan (ormas). Fokus utama kami adalah memperkuat persaudaraan. Saya berharap tahun depan kita bisa lebih kompak lagi dan acaranya semakin meriah,” pungkasnya.

Admin PGDJ, Ida Fitriani, turut mengapresiasi antusiasme peserta yang luar biasa pada tahun ini. Hal tersebut terlihat dari penjualan tiket yang ludes hingga mendekati angka 800 lembar. Guna memberikan pemahaman yang benar mengenai PGDJ, Ida membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi siapa saja yang ingin mengenal lebih dalam tentang persatuan grup dunia maya tersebut.
“Saya sebagai admin mengimbau kepada siapa pun untuk bertanya langsung kepada kami agar informasi yang didapat valid dan tidak simpang siur. PGDJ adalah milik bersama, sehingga harus kita bangun dan jaga secara bersama-sama pula,” ujar Ida dalam sambutannya.
Sementara itu, salah satu peserta, Abah Darma dari Komunitas Biro Jodoh Kota dan Kabupaten Bandung (BJKB), mengungkapkan bahwa tahun ini merupakan kali kedua pihaknya berpartisipasi. Ia menyambut positif konsistensi silaturahmi ini karena selain menambah relasi, kegiatan ini juga memberikan motivasi untuk terus menebar kebaikan.
“Saya pribadi berharap acara seperti ini bisa lebih sering dilakukan. Namun tentu saja, pelaksanaannya tetap akan bergantung pada kesiapan waktu dan ketersediaan dana,” pungkas Abah Darma.
Senada dengan Abah Darma, perwakilan komunitas Urang Bandoeng Sauyunan, Nyimas Cangkorah, menegaskan bahwa agenda ini sangat positif dalam mempererat tali persaudaraan. Menurutnya, pelaksanaan setahun sekali pasca-Idulfitri sudah sangat ideal sebagai momentum untuk saling memaafkan.
“Saya merasakan langsung manfaat dari kegiatan ini; yang kenal menjadi semakin kenal, dan yang sudah akrab menjadi semakin dekat. Pokoknya pesan saya, jangan sampai ada dusta di antara kita,” tambahnya dengan nada akrab.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama. Sebelum bertolak ke daerah masing-masing, seluruh peserta saling bersalaman sebagai simbol kerukunan dan berakhirnya rangkaian Silaturahmi Akbar PGDJ 2026.













