apijiwa.id – Masjid harus difungsikan bukan sekedar sebagai tempat melaksanakan salat, namun lebih dari itu, masjid harus menjadi pusat peradaban. Hal itu disampaikan Ketua Khadamul Masjid Indonesia, Ustaz Firmansyah Benny Sudrajat, saat memberikan materi bertema “Masjid Berdaya Jamaah Sejahtera” di Masjid Daarul Barokah, Jalan Pasir Impun, Cikadut, Mandalajati, Kabupaten Bandung, pada Sabtu (31/1/2026).
Menurut Ustaz Benny, masjid yang saat ini ada tak ada salahnya menduplikasi kegiatan yang telah dilakukan oleh masjid-masjid maju yang telah terbukti memberikan kemanfaatan bagi umat dalam segala hal.
“Saat kami berkunjung ke Masjid Jogokariyan (Yogyakarta), banyak sekali yang dapat dilakukan oleh masjid-masjid lain yang ada di Indonesia, agar mampu memberikan layanan terbaik kepada umat,” tegasnya.
Kemunculan Masjid Baitul Huda di daerah Antapani Kota Bandung yang dikenal sebagai Masjid Makan-Makan, awalnya hanya menyediakan 40 porsi makan untuk jemaah yang hadir salat Zuhur berjemaah. “Lambat laun, ternyata kebaikan itu berbuah kebaikan, sehingga saat ini porsi makan yang disediakan mencapai hampir 400 porsi sesuai kedatangan jemaah yang salat,” tegasnya lagi.
Memberikan makan kepada jemaah, menurut Ustaz Benny, diperintahkan Allah dalam surat Al-Mauun. Namun, hal itu hanyalah trigger agar kaum Muslimin bersemangat datang ke masjid untuk salat berjemaah. Tentu, setelah itu, ada penyampaian tafsir ayat Al-Qur’an dan hadis, sehingga saat mereka pulang dari masjid, mereka bisa paham tentang Al-Qur’an dan hadis.
“Jadi, agar menarik jemaah datang, masjid mesti dikelola secara baik, dengan program-program yang menarik. Mengurus masjid itu lebih effort dari pekerjaan apapun, sebab SK-nya itu langsung dari Allah,” kata Uztaz Benny lebih lanjut.
Karena itu, saat ini Ustaz Benny tengah berupaya mengajak anak muda agar bisa mencintai masjid, mengingat mereka adalah generasi yang akan melanjutkan kepengurusan masjid setelah para orangtua tiada. Mengapa butuh anak muda? Menurut Ustaz Benny, mereka memiliki potensi yang luar biasa, khususnya dalam penggunaan media sosial.
“Hal ini sangat dibutuhkan untuk mensosialisasikan berbagai program masjid yang menarik. Kita semua tahu, betapa dahsyatnya media sosial, sehingga dakwah pun akan tersampaikan dalam waktu singkat,” imbuhnya.
Diakuinya, saat ini sangat dibutuhkan peran generasi muda Muslim dalam mengelola masjid. “Mengutip apa yang disampaikan guru saya, bahwasannya orang yang jadi pengurus masjid adalah orang yang dipilih Allah dengan segala kekurangannya,” imbuh Ustaz Benny lagi.
Maka, belajar dari Masjid Baitul Huda di kawasan Antapani, kita meyakini bahwa bekerja untuk agama Allah tak ada kata yang tidak mungkin. Masjid yang tadinya berukuran 6 x 6 meter yang biasa terisi 50 jemaah, kini bisa menampung 500 orang jemaah.
Dulu, terlihat banyak rumput, kini berubah karena sudah dipasang granit dan di atasnya sudah dipasang kanopi. “Janji Allah benar-benar terbukti. Surat Muhamad ayat 7 menegaskan, barangsiapa yang menolong agama Allah, maka Dia akan menolong dan meneguhkan kedudukannya. Jadi, di mana pun masjid itu berada, untuk menarik minat jamaah, perlu dilaksanakan program-program yang menarik bagi umat,” tegasnya.
Seyogyanya, para pengurus masjid, dengan segenap potensi yang dimiliki, harus memberikan pelayanan terbaik kepada umat, sehingga umat berbondong-bondong datang ke masjid untuk salat dan kegiatan syiar lainnya. “Memang bukan persoalan mudah, tetapi jika kita punya niat yang kuat, niscaya semuanya akan dipermudah oleh Allah Swt,” katanya penuh optimis.












