apijiwa.id — DPAC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kecamatan Andir bekerja sama dengan STAI Siliwangi Bandung menggelar Workshop Strategi Guru Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) melalui Penerapan Metode Super Memory System bagi Santri Kecamatan Andir, Kota Bandung.
Acara yang berlangsung pada Sabtu (19/9/2026) di Kompleks Sekolah Rajawali, Yayasan At-Taqwa Rajawali, Kota Bandung ini diikuti oleh 65 guru dari 45 madrasah. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bersama FKDT Kecamatan Andir.
Hadir sebagai narasumber dua dosen STAI Siliwangi Bandung, yaitu Erni Kusmiat dan Ulfa Fitri Hasyimiyah Q.A. Keduanya merasa perlu memberikan materi tentang Super Memory System agar para guru madrasah mampu mengembangkan potensi mengajar, sehingga para santri dapat memahami materi dengan lebih mudah.
Erni Kusmiat menuturkan bahwa meskipun guru MDTA mengajar di lembaga nonformal, mereka tetap harus memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan masa kini. Oleh karena itu, program pengabdian masyarakat dari STAI Siliwangi ini bertujuan untuk mendorong peningkatan kualitas guru MDTA demi melahirkan generasi santri yang berkualitas pula.
“Saat ini kita berada di era digital dengan tantangan yang sangat besar. Guru MDTA dapat dikatakan sebagai penyelamat generasi, sehingga kemampuan mereka perlu terus ditingkatkan untuk meminimalkan dampak negatif di masyarakat,” tegas Erni.
Ia menambahkan bahwa pihak STAI Siliwangi selalu terbuka untuk menjalin kerja sama pembinaan berlanjut. “Jika ada kegiatan lanjutan, dapat didiskusikan kembali untuk merancang program yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan serta ketersediaan anggaran. Kami selalu menyambut baik lembaga yang ingin bekerja sama,” ujarnya.
Sementara itu, Ulfa Fitri Hasyimiyah Q.A. menjelaskan bahwa Super Memory System merupakan teknik untuk membantu santri menghafal atau memahami materi ajar yang panjang, khususnya pada pelajaran agama. Penyampaian materi dapat divariasikan secara kreatif dan inovatif, seperti menggunakan lagu, cerita, atau teknik interaktif lainnya—tidak hanya sekadar ceramah. Dengan demikian, santri merasa senang dan dapat memahami pelajaran lebih cepat.
Ulfa mengaku gembira karena pada sesi ketiga, para peserta sudah langsung memahami materi yang disampaikan. “Tinggal bagaimana para guru mengaplikasikannya di madrasah masing-masing agar KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) menjadi lebih hidup dan menyenangkan bagi anak didik,” jelasnya.
Ketua DPAC FKDT Kecamatan Andir, M. Zamhur Abdul Furqon, mengungkapkan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah meng-upgrade kemampuan para asatiz di madrasah agar menguasai metode pengajaran yang menarik dan tidak membosankan.
“Jika guru madrasah hanya mengajar dengan cara-cara lama, ada kemungkinan santri tidak akan tertarik dengan materi yang disampaikan. Apalagi tantangan zaman saat ini sangat besar,” ungkap Zamhur. Ia juga menyebutkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program tahunan FKDT, khususnya Bidang Kurikulum dan Pelatihan.
Pihaknya sangat berterima kasih kepada STAI Siliwangi Bandung atas kolaborasi yang terjalin. “Bukan hanya workshop ini, kami juga telah merencanakan bentuk kerja sama lain. Bagi para guru madrasah yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, dapat difasilitasi untuk kuliah di STAI Siliwangi melalui FKDT,” tambahnya.
Pada sesi ketiga, para peserta dibagi ke dalam lima kelompok untuk mempraktikkan secara langsung metode Super Memory System sesuai dengan mata pelajaran di madrasah, seperti Aqidah Akhlak, Tarikh, Fiqih, Al-Qur’an Hadis, dan Bahasa Arab. Sesi kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab interaktif bersama kedua narasumber.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga menjelang siang ini ditutup dengan prosesi penandatanganan naskah kerja sama (MoU) antara STAI Siliwangi dengan FKDT, serta STAI Siliwangi dengan Yayasan Rajawali. Harapannya, ilmu yang didapatkan para peserta dapat diterapkan dan membawa dampak positif bagi peningkatan mutu pendidikan madrasah di lingkungan masing-masing.













