Advertisement

apijiwa.id — Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) II Syarikat Islam (SI) Jawa Barat Tahun 2026 sukses digelar pada Ahad (20/9/2026), di Kompleks Pusdai Jabar, Jalan Diponegoro 63, Kota Bandung. Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga sore hari ini dihadiri perwakilan dari 18 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dari total 23 DPC Kota/Kabupaten se-Jawa Barat.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut jajaran Pengurus DPW Syarikat Islam Provinsi Jawa Barat serta Wakil Ketua DPP SI Pusat, KH. Barna Somantri. Mengusung tema “Membangun Soliditas Organisasi Syarikat Islam Jawa Barat Menuju Suksesnya Majelis Tahkim (Kongres Nasional) ke-42”, forum ini menjadi ajang strategis bagi organisasi.

Berdasarkan Pasal 52 Peraturan Dasar Syarikat Islam Hasil Majelis Tahkim ke-41 di Surakarta, Mukerwil II ini berfungsi sebagai forum konsolidasi, monitoring, serta evaluasi penyelenggaraan organisasi Syarikat Islam di tingkat wilayah Jawa Barat.

Ketua Panitia Kegiatan, H. Adam Anhari, menegaskan bahwa Mukerwil ini memiliki tiga tujuan pokok. Pertama; sebagai forum penguatan soliditas menuju Majelis Tahkim ke-42 dan Majelis Tahkim Khusus yang akan diselenggarakan di Surabaya pada 17–20 Oktober 2026. Kedua; melakukan evaluasi terhadap kepengurusan DPW dan cabang. Saat ini, sebanyak 23 DPC telah menerima Surat Keputusan (SK), sementara empat daerah lainnya—yakni Sukabumi, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran—masih dalam proses. Ketiga; mengevaluasi kinerja pengurus wilayah agar ke depannya semakin optimal.

Adam juga tidak menampik bahwa Mukerwil II ini turut membahas isu-isu sosial-politik aktual. Kendati demikian, pembahasan tersebut tetap bertumpu pada soliditas penguatan Majelis Tahkim. “Saya berharap seluruh peserta yang hadir dapat melakukan evaluasi total terhadap kinerja saat ini, agar program kerja dapat berjalan dengan baik,” ujarnya di sela-sela acara.

Sementara itu, H. Bedy Ubaidillah dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Mukerwil. Menurutnya, forum tahunan ini penting untuk menyampaikan tidak hanya keberhasilan program, tetapi juga kendala yang dihadapi guna mencari solusi bersama. Jika Musywil digelar lima tahun sekali untuk Laporan Pertanggungjawaban (LPJ), maka Mukerwil yang diadakan setiap tahun berfungsi sebagai evaluasi berkala atas program yang telah berjalan.

Pimpinan cabang diimbau untuk terus menjaga dan meningkatkan kinerja. Jika ditemukan program yang berjalan di tempat, maka diperlukan penyegaran setelah evaluasi dilakukan agar roda organisasi dapat kembali berputar secara optimal.

Dalam pidato pengantarnya, Ketua PW Syarikat Islam Jawa Barat, KH. Nandang Koswara, menegaskan bahwa Syarikat Islam tumbuh dari kesadaran umat untuk membangun ekonomi, memperjuangkan keadilan, menegakkan martabat manusia, serta membebaskan masyarakat dari ketertinggalan dan ketergantungan.

Abah Nandang mengingatkan kembali nilai-nilai warisan perjuangan Haji Samanhudi dan HOS Tjokroaminoto. Bahwa kekuatan umat tidak cukup dibangun hanya dengan semangat keagamaan, melainkan harus diwujudkan melalui organisasi yang tertib, kepemimpinan yang amanah, persatuan yang kokoh, dan kemandirian ekonomi. Selama dua tahun memimpin kepengurusan di wilayah ini, dirinya memfokuskan roda organisasi ke dalam empat agenda utama: konsolidasi organisasi, dakwah ekonomi, penguatan ideologis, dan penataan organisasi serumpun.

Rangkaian acara Mukerwil II ini ditutup dengan disetujuinya rancangan hasil sidang dari tim perumus DPW SI Jabar oleh seluruh peserta. Hasil keputusan ini nantinya akan mengerucut pada persiapan matang menghadapi Majelis Tahkim Khusus dan Majelis Tahkim ke-42.

Seluruh peserta Mukerwil II pun sepakat menyatakan komitmen kuat untuk terus berjuang demi eksistensi Syarikat Islam, kemaslahatan umat, serta memperkokoh persatuan dan kesatuan demi kemajuan bangsa dan negara.

Facebook Comments Box

Penulis: Deffy RuspiyandyEditor: Badiatul Muchlisin Asti

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.