apijiwa.id – Bandung selalu memunculkan kuliner yang menggugah selera. Salah satunya yang melegenda adalah Mie Kocok Mang Nanang Tea yang berada di Jalan Ternate, Kota Bandung, yang hampir setiap hari dipadati pengunjung. Tak mengherankan, jika mie kocok satu ini semakin dikenal publik, karena cita rasanya yang khas dan selalu mempertahankan keaslian kaki sapi.
“Mungkin itu salah satu strategi kami, hingga penikmat mie kocok ini selalu kembali datang untuk menikmatinya,” terang Budi Agung, putra kedua H. Nanang Supriatna—perintis Mie Kocok Mang Nanang Tea yang juga berjualan di Jalan Jawa, Kota Bandung.
Menurut Budi, di saat penjual lain yang sama-sama berjualan mie kocok mengurangi porsi, mengganti bahan yang ada, dan menaikkan harga jual, Budi memilih tidak melakukan hal itu. “Ketiga hal itu adalah pesan ayah agar tidak mengecewakan pembeli. Benar saja, ternyata pengunjung yang membeli mie kocok di sini setiap hari selalu penuh dan mengantre,” imbuh Budi.
Budi mengisahkan, ayahnya merintis usaha mie kocok dengan berjualan secara berkeliling di daerah Pasar Baru, Pasteur, dan Cihampelas, karena pada saat itu keluarga Mang Nanang tinggal di rumah kontrakan di Jalan dr. Otten, Kota Bandung.
Sekitar tahun 1993, Nanang berjualan secara keliling dan akibat kerasnya perjuangan yang dilakukannya, Mang Nanang sempat jatuh sakit. Ia divonis menderita penyakit liver kronis.
“Pilihan jualan menetap tentu pilihan efektif agar tidak capek berjualan. Tempat yang sekarang memang terlihat ramai, padahal dulu sempat pindah alias gonta-ganti tempat juga,” terang Budi, yang dikini dipercaya mengelola kedai sejak tahun 2013.
Mie Kocok Mang Nanang Tea hanya ada di Jalan Ternate dan Jalan Jawa Kota Bandung dan belum ada rencana menambah lokasi berjualan. Menurut Budi, membuka cabang baru seringkali banyak minusnya ketimbang plusnya.
Hingga 800 Mangkuk Saat Akhir Pekan
Budi menuturkan, pada hari-hari biasa, mie kocok yang dijualnya bisa terjual sekitar 400-500 mangkuk. Namun jika akhir pekan, terjual lebih banyak lagi, diperkirakan hingga 700-800 mangkuk habis, dengan harga jual antara Rp 37.000,– atau Rp 42.000,- untuk mie kocok baso komplet.

“Kebanyakan kalau yang harian itu, ya mereka yang bekerja di sekitar sini. Sementara kalau Sabtu-Minggu banyak juga yang datang dari luar kota seperti Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi,” ujar Budi yang dibantu 5 orang karyawan.
Budi mengatakan, selain bisa makan di tempat, Mie Kocok Mang Nanang Tea juga bisa dipesan secara online. Adapun untuk jam buka, Mie Kocok Mang Nanang Tea yang berada di Jalan Ternate buka pukul 09.00-17.30 WIB. Sedangkan yang berada di Jalan Jawa buka pukul 09.00-21.00 WIB.
Mie kocok yang di Jalan Ternate ditutup lebih awal karena pembelinya lebih banyak, bahkan sering harus mengantre. Sementara yang di Jalan Jawa, selain pembelinya relatif lebih sedikit, juga pemanfaatannya lebih difokuskan sebagai dapur penyiapan kebutuhan mie kocok. Dalam hal ini, ayahnya lebih berperan mengontrol kebutuhan bahan mie kocok.
Semangkuk Mie Kocok yang Nikmat
Menikmati semangkuk mie kocok memang terasa nikmat. Campuran mie dan taoge dengan bumbu yang meresap pada kaldu, sungguh terasa enak di lidah. Kulit kaki sapi dan baso yang empuk, menjadikan sensasi rasa begitu kuat.
Belum lagi jika jeruk nipis diperas yang langsung dimasukkan ke kuah, membuat rasa mie kocok terasa semakin segar. Sehingga, tak mengherankan, jika banyak pembeli yang rela mengantre untuk bisa menikmati semangkuk mie kocok Mang Nanang Tea.
Menurut Budi, Mie Kocok Mang Nanang Tea memadukan konsep tradisional Sunda dan modern, sehingga cita rasanya menarik pelanggan setia, baik pelanggan lokal maupun wisatawan dari berbagai daerah.
Selain itu, kaldu bening mie kocoknya merupakan kaldu bening dari tulang sapi pilihan, sehingga gurihnya autentik dan kaya rasa. Mie kuningnya empuk dan kenyal. Juga baso dan kikilnya terasa empuk karena berasal dari kaki sapi asli, serta racikan kecap, sambal, dan jeruk nipis, dibuat sendiri, menambah cita rasa yang menggugah selera.
Budi sangat berharap, mie kocoknya semakin hari semakin meningkat penjualannya. “Doakan saja kami bisa istikamah dalam berjualan, sehingga konsumen tak bosan balik lagi menikmati mie kocok buatan kami,” pungkas Budi.
Mie kocok Mang Nanang Tea merupakan salah satu kelezatan kuliner yang hadir di Kota Kembang dan telah menambah khazanah kuliner di kota berjuluk Parisj Van Java ini. Jadi, jika berkunjung ke Kota Bandung, silakan mampir ke kedai Mie Kocok Mang Nanang Tea.










