Advertisement

apijiwa.id – Benteng Fort Willem I—atau yang lebih dikenal dengan Benteng Pendem Ambarawa—kini menjadi destinasi wisata baru di wilayah Kabupaten Semarang. Objek wisata ini berada di Kelurahan Lodoyong, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Kehadiran destinasi wisata sejarah ini menjadi lebih lengkap dengan kehadiran sajian aneka minuman berrempah. Sehingga mengunjungi Benteng Fort Willem I, tak lengkap rasanya bila belum menikmati dan menyeruput hangatnya cita rasa minuman berempah yang khas dan nikmat.

“Apalagi, rempah sendiri telah menjadi simbol kuat Nusantara yang selaras dengan semangat gemah ripah loh jinawi sebagai ciri negara agraris Indonesia,” tutur Wakil Divisi SDM Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Kabupaten Semarang, Budi Prasetyawan, kepada apijiwa.id, ketika ditemui di Coffee Rempah Hot & Fresh, Senin (19/01/2026).

Menurut Budi Prasetyawan, kopi rempah ini merupakan sajian minuman yang menyatukan rasa kopi dan rempah. Kopinya kopi lokal dari petani di wilayah Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang. Mereka yang langsung mengolah kopi tersebut.

“Selain itu, sajian kopi rempah ini disajikan ala kafe dan jamu tradisional, serta tersedia dalam bentuk panas dan dingin,” ujar Budi Prasetyawan di stand yang berada di kompleks Benteng Fort Willem I Ambarawa.

Ditambahkan, kopirempah yang kopinya asli dari Kabupaten Semarang itu dipadu dengan ramuan kapulaga, cengkeh, serai, kayu manis, kayu secang, dan daun jeruk. Untuk pilihan rasanya, ada pahit dan  manis dengan bubuhan gula.

Selain itu, tersedia juga minuman rempah lainnya yang unik, yang disebut KUTEJA—merupakan paduan kunyit, temulawak, dan jahe. Bahan-bahan diproses dengan sangrai kering dan diperkaya ramuan rempah pilihan.

Selain itu, juga ada minuman dingin alami tanpa es batu, yakni ramuan kunyit asem dan kunyit lemon. Dingin alami tanpa es batu ini, menurut Budi Prasetyawan, lebih sehat dan segar, serta cita rasanya tetap khas dan autentik.

“Aneka sajian minuman kopi rempah dan lainnya ini dikemas dengan AIG Bunda Nisa di bawah kepemilikan Sus Mulyani, asal Dusun Toyogiri RT 01 RW 03, Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang,” pungkas Budi Prasetyawan yang juga seorang jurnalis.

Facebook Comments Box

Penulis: Heru SantosoEditor: Badiatul Muchlisin Asti

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.