apijiwa.id – Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Satya Artha Salatiga resmi meluncurkan produk investasi terbaru bernama “SATRIAMAS” (Kredit Kepemilikan Emas). Peluncuran produk ini berlangsung di Plasa Satya Wacana, Kompleks Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Rabu (24/6/2026) siang.
Direktur Utama BPR Satya Artha, Adi Kurniawan, mengungkapkan bahwa SATRIAMAS hadir dengan sejumlah keunggulan, mulai dari bunga yang kompetitif, proses pengajuan yang mudah, pilihan variatif, hingga kualitas emas yang terjamin.
“Kehadiran SATRIAMAS merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan keuangan yang inovatif, inklusif, dan berpihak pada masyarakat luas. Produk ini menjadi jembatan bagi masyarakat yang ingin berinvestasi emas namun terkendala modal awal yang besar. Dengan skema kredit yang kami tawarkan, investasi emas menjadi lebih terjangkau dan terencana,” ujar Adi di sela-sela acara peluncuran.
Adi menjelaskan, fokus penyaluran kredit ini tidak hanya menyasar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), tetapi juga menyasar masyarakat umum serta karyawan yang ingin berinvestasi jangka panjang. Melalui inovasi ini, BPR Satya Artha berkomitmen meningkatkan kesadaran finansial (financial awareness) masyarakat sekaligus membantu pengelolaan aset di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif.
Lebih lanjut, Adi menambahkan bahwa produk ini menawarkan bunga mulai dari 0,75% dengan uang muka (DP) yang ringan. Sebagai apresiasi, BPR Satya Artha juga menyiapkan hadiah eksklusif bagi 50 nasabah pertama.
“Masyarakat yang tertarik dengan produk SATRIAMAS dapat langsung mengunjungi Kantor Pusat BPR Satya Artha di Jl. Diponegoro No. 95, Sidorejo Lor, Salatiga, atau menghubungi layanan nasabah untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai syarat, ketentuan, dan simulasi cicilan,” tandasnya.
Sementara itu, sejumlah warga yang hadir dalam peluncuran produk SATRIAMAS mengaku tertarik untuk menjadi nasabah. Alasan utama mereka adalah faktor keamanan, karena berinvestasi lewat program ini dinilai jauh lebih aman ketimbang menyimpan perhiasan emas sendiri di rumah.
“Setelah mendengar penjelasan dari petugas BPR Satya Artha dan Galeri 24, saya makin mantap untuk segera bergabung. Selain lebih aman dari risiko kehilangan di rumah, ini juga melatih kita menahan diri. Kalau disimpan di rumah, begitu butuh uang sedikit, bawaannya ingin langsung dijual. Lagi pula, sekarang sudah bukan zamannya lagi memamerkan perhiasan ke mana-mana,” ujar Ratnawati (48), warga Jetis, Salatiga.
Apresiasi senada juga datang dari kalangan akademisi. Martha Liedya P (24), mahasiswa pascasarjana UKSW Salatiga, menilai pemilihan lokasi peluncuran di area kampus sangat strategis untuk menjangkau generasi muda.
“Pemilihan tempat di kompleks UKSW ini sangat tepat sebagai langkah promosi yang menjanjikan. Apalagi uang mukanya tergolong ringan. Saya berencana mengajak teman dan saudara untuk ikut bergabung di SATRIAMAS,” kata Martha yang saat itu didampingi dua rekannya, Christien dan Trias.
Di sisi lain, Komisaris BPR Satya Artha, Prof. Gatot Sasongko, menambahkan bahwa skema kredit untuk kepemilikan emas justru sangat menguntungkan di tengah dinamika harga pasar saat ini.
“Intinya, produk SATRIAMAS ini menerapkan prinsip ‘berutang untuk investasi’. Ini adalah model menabung yang menghasilkan karena nilai emas cenderung terus naik dalam jangka panjang,” pungkas Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UKSW Salatiga tersebut.














