apijiwa.id – Madrasah Al-Ihsan yang berlokasi di Jalan Inhoftank, RT 03 RW 06, Kota Bandung, sukses menyelenggarakan ajang penghargaan Madrasah Award 2026 pada Jumat (13/3/2026). Acara yang berlangsung di gedung madrasah ini merupakan bentuk apresiasi kepada santri dan asatiz (guru) terpilih melalui sistem pemungutan suara (voting).
Kegiatan yang dilaksanakan di tengah suasana bulan Ramadan ini berlangsung khidmat hingga menjelang waktu berbuka puasa. Ketua Bidang Kesantrian Madrasah Al-Ihsan, Muhammad Hasby Ash-Shidiq, menjelaskan bahwa acara ini lahir dari pentingnya memberikan penghargaan atas dedikasi seluruh warga madrasah.
“Setiap pencapaian mesti mendapat apresiasi agar dapat menambah motivasi dan semangat, baik dalam proses belajar mengajar maupun kegiatan madrasah lainnya,” ujar Hasby.
Dalam ajang perdana ini, terdapat tiga kategori nominasi bagi asatiz dan santri, meliputi kategori asatiz: terinspiratif, tersabar, dan terfavorit; dan kategori santri: terbaik, teraktif, dan terdisiplin.
Uniknya, sistem penilaian dilakukan secara silang; para asatiz memberikan suara untuk menentukan pemenang dari kalangan santri, sementara santri memberikan penilaian bagi para asatiz. Proses penilaian ini berlangsung selama dua minggu.
“Semakin diapresiasi, semangat semakin tinggi. Kurang lebih begitu yang ingin dicapai dari kegiatan ini,” tambah Hasby. Ia juga menyebutkan bahwa para pemenang mendapatkan hadiah berupa Tunjangan Hari Raya (THR) sebagai bentuk apresiasi langsung.
Hasby menegaskan bahwa Madrasah Award 2026 merupakan langkah awal. Melihat dampak positifnya, pihak madrasah berencana menjadikan agenda ini sebagai acara rutin setiap tahunnya.
“Pesan dari kegiatan ini adalah manusia itu bernilai ketika ia bermanfaat. Melakukan kebermanfaatan butuh energi. Semoga Madrasah Award ini bisa menambah energi semangat untuk terus bermanfaat,” pungkasnya.
Kebahagiaan terpancar dari para pemenang Madrasah Award tahun ini. Di barisan guru, apresiasi diberikan kepada Ustaz Gagan Al-Fatih (Terfavorit), Ustazah Heni (Tersabar), serta Ustaz Hasbi Ash-Shidiq (Terinspiratif). Tak ketinggalan, para santri juga menorehkan prestasi, dengan Salman yang dinobatkan sebagai Santri Teraktif, Kaysha yang paling Terdisiplin, dan Harsa Qiura yang sukses menyabet gelar Santri Terbaik.











