apijiwa.id – Alumni MTs Asy-Syarifiyyah Kota Bandung angkatan 1999 menggelar acara silaturahmi dan temu kangen sekaligus menggelar pengajian memperingati Isra dan Mikraj Nabi Muhammad Saw 1447 Hijriyah. Acara digelar Kamis (15/1/2026) di kampus sekolah setempat dengan mengangkat tema “Menebar Kebaikan dan Meningkatkan Ukhuwah Islamiyyah”.
Selain dihadiri alumni, acara juga dihadiri pengurus yayasan, para guru dan siswa, serta undangan lainnya. Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Asy-Syarifiyyah, H. Dodi Abdul Qudus, S.Pd. menyatakan, kegiatan yang digelar alumni ini bertepatan dengan peringatan isra dan mikraj, sehingga momentumnya pas sebagai bentuk rasa cinta kaum Muslimin kepada Rasulullah Saw.
Tak lupa H. Dodi mengucapkan terima kasih kepada alumni yang juga menggelar acara berbagi kepada para siswa yang kini sedang belajar dan membutuhkan bantuan. “Temu kangen ini sungguh mengasyikkan karena bisa melepas rindu kepada teman-teman dahulu yang mungkin sudah jarang bertemu. Dengan adanya silaturahmi dan berbagi, kegiatan yang digelar menjadi semakin bermakna,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala MTs Asy-Syarifiyyah, H. Dadi Abdullah, S.Ag. menyatakan, acara ini sungguh membahagiakan hati karena berbarengan dengan isra dan mikraj, sehingga bukan saja acara reuni atau bertemu kembali, tetapi juga ada momentum mengingat perjalanan isra dan mikraj Rasulullah yang berbuah perintah Shalat.

Asep Sumirat, mewakili alumni menyatakan, para alumni tidak bisa berdiri seperti saat ini jika tak ada didikan dari para guru yang ada di sekolah ini. Ia menjelaskan, ia dan rekan-rekannya mengusung semangat “Alumni Berbagi, Alumni Berbakti, dan Alumni Mengabdi”.
“Berbagi karena ingin membantu yang membutuhkan, berbakti karena ingin memberikan yang terbaik bagi almamater, dan mengabdi untuk sekolah, bangsa, negara dan agama,” jelas Asep.
Pengajian menghadirkan penceramah Ustaz Drs. Hefi Hasan Afandi, MPd. Dalam tausiyahnya, Ustaz Hefi menyatakan, kebaikan yang dilakukan seseorang adalah untuk dirinya, keburukan yang dilakukan seseorang juga untuk dirinya, dan sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.
Menurut Ustaz Hefi, kebaikan yang bisa mengaitkan dengan ukhuwah Islamiyah adalah salat. “Salat itu dapat dijadikan tiang, pagar, dan tembok bagi kehidupan seorang Muslim. Karena kelak di akhirat, yang akan dihisab adalah salat. Salat itu harus dinomorsatukan. Salat adalah fondasi untuk melaksanakan rangkaian ibadah yang dilakukan seorang Muslim setiap harinya,” jelasnya.
Mengutip Buya Hamka, Ustaz Hefi menyatakan, bila ingin melihat orang Islam, maka lihatlah saat salat Jumat dan salat Idulfitri. “Namun bila ingin melihat orang Islam yang beriman dan bertakwa, maka lihatlah saat salat Subuh,” jelasnya lagi.
Saat Nabi Muhammad melakukan isra dan mikraj diberikan perintah salat. Jadi, mendengar azan sesungguhnya merupakan undangan Allah. Tentang salat ini, Ustaz Hefi menyatakan, ibadah yang mudah dan murah biayanya adalah salat, sementara ibadah yang biayanya mahal tapi banyak orang yang mau melakukannya adalah haji.
Dalam acara tersebut, diserahkan 20 paket bantuan pendidikan kepada 20 siswa MTs dari alumni angkatan 1999; dan bantuan berupa biaya pendidikan, alat tulis, dan Al-Qur’an, yang diberikan kepada 37 siswa oleh Rumah Yatim.
Acara dimeriahkan pentas seni kreasi siswa MTs Asy-Syarifiyyah Kota Bandung, meliputi pembacaan puisi, mendongeng, hadrah, menyanyi, tahfiz Qur’an, dan kreasi lainnya. Akhir acara ditutup dengan doa untuk kebaikan bersama.












