apijiwa.id – OSIS SMA Pasundan 7 Kota Bandung menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan Organisasi (LDKO) di gedung sekolah yang terletak di Jalan Kebonjati 31, Bandung. Acara berlangsung dua hari, Jumat-Sabtu (26-27/12/2025).
LDKO diadakan guna membekali pengurus OSIS baru yang telah dibentuk, di antaranya tentang keterampilan dasar kepemimpinan, kerjasama tim, serta meningkatkan kesadaran akan tanggung jawab dan peran dalam organisasi. Acara sengaja digelar saat liburan agar peserta dapat fokus mengikuti kegiatan.
Kegiatan diikuti 50 siswa, meliputi 25 siswa pengurus OSIS yang baru dan 25 siswa pengurus OSIS periode sebelumnya. Pembina OSIS sekaligus Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMA Pasundan 7 Kota Bandung, Deri Adiyanto menyatakan, kegiatan yang mengusung tema Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan untuk Organisasi yang Berkualitas ini menjadi momentum penyerahan tongkat estafet dari pengurus OSIS sebelumnya kepada pengurus OSIS yang baru.
“Mereka kan ada sebagian kelas XII yang nantinya akan fokus persiapan ujian, sehingga sangat wajar jika pengelolaan organisasi siswa intra sekolah ini harus diberikan kepada pengurus baru, sehingga roda organisasi tetap berjalan dengan baik,” jelasnya saat dihubungi oleh apijiwa.id.
Menurut Deri Adiyanto, regenerasi dalam organisasi adalah hal yang harus terjadi untuk menjadikan organisasi tersebut lebih berkembang dan mempunyai generasi penerus di setiap tahunnya. Dalam kegiatan ini, peserta didik diajarkan pentingnya berorganisasi dan kepemimpinan yang baik yang kelak dapat diterapkan di kehidupan bermasyarakat.
“Sekolah, melalui OSIS, merupakan miniatur dari sebuah masyarakat besar, sehingga kegiatan ini akan begitu bermanfaat bagi mereka yang menjadi pengurus OSIS,” tambahnya.
Deri menambahkan, sejatinya organisasi di sekolah, salah satunya adalah OSIS, bertujuan melatih semua hal yang nanti akan menjadi ilmu untuk pengurus OSIS di mana pun kelak mereka berada, termasuk saat mereka melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Kegiatan ini juga dihadiri alumni OSIS bertujuan untuk membuka wawasan calon pengurus baru dan memberikan gambaran tentang manfaat setelah menjadi pengurus OSIS,” tambahnya lagi.
Masih menurut Deri, pembekalan semacam ini dilakukan setahun sekali pada masa pergantian pengurus. Mereka yang sudah membuktikan diri dalam kepengurusan OSIS, dengan sendirinya diganti dan pengurus yang baru bersiap bekerja dengan program-program yang telah mereka susun.
“Semua itu adalah tantangan bagi mereka yang kini menjadi pengurus baru. Pihak sekolah akan terus memantau, membantu, dan memberikan arahan, sehingga pada pelaksanaannya, tidak terjadi tumpang tindih dalam mewujudkan program-program yang telah ditetapkan tadi,” jelasnya.
Di akhir kegiatan, para orangtua dari pengurus OSIS yang baru diundang menghadiri momen yang sangat bersejarah, yaitu serah terima jabatan pengurus OSIS periode 2024/2025 kepada pengurus OSIS periode 2025/2026 setelah sehari semalam melakukan kegiatan LDKO.
“Hal ini untuk menjalin keakraban antara orangtua dan pengurus yang ada, sehingga mereka tahu tentang apa yang dilaksanakan oleh anak-anaknya, dan mereka pun akan tahu manfaat berorganisasi bagi anak-anak mereka,” tutur pria asal Majalengka ini.
Deri berharap, pengurus OSIS periode 2024/2025 bisa mengamalkan dan menggunakan ilmunya di masyarakat. Kemudian pengurus OSIS 2025/2026 diharapkan bisa mengemban amanah selama satu periode dengan baik.
“Tidak ada yang namanya seleksi alam, masuk 25 orang pengurus, beres menjabat pun 25 orang pengurus,” pungkasnya penuh harap.
Ketua OSIS SMA Pasundan 7 Kota Bandung Periode 2024/2025, Tiara Puspita, saat diminta pendapatnya mengaku beruntung bisa diberi amanat sebagai ketua OSIS pada periode sebelumnya. “(Melalui OSIS) saya bisa bekerja sama dengan teman-teman mewujudkan tujuan bersama dan bisa bersama menyalakan lilin yang mencahayai orang-orang di sekitarnya,” tegasnya.
Sementara Arga Ardi Putra, ketua OSIS terpilih periode 2025/2026 mengaku LDKO memberinya banyak wawasan berorganisasi. “Saya (akan) berusaha menjadi pemimpin yang baik, berusaha menerapkan tiga asas kepemimpinan, bertanggungjawab terhadap (terlaksananya) program OSIS, serta siap menghadapi tantangan yang ada,” tegasnya.













