apijiwa.id – Palestina adalah negara yang tengah berjuang melepaskan diri dari cengkeraman imperialisme zinonis Israel. Tidak hanya merebut wilayah, zionis Israel juga telah melakukan genosida dalam rangka menancapkan hegemoni di tanah yang bukan milik mereka. Kaum zionis bertindak licik, bengis, dan menghalalkan segala cara.
Palestina adalah sebuah sejarah yang tak boleh hilang. Palestina adalah sebuah negara yang penuh keberkahan, namun mendapatkan ujian besar berupa penjajahan yang dilakukan Israel. Namun, di tanah ini, lahir para mujahid tangguh yang penuh kesabaran dan ketabahan terus menggelorakan perjuangan merebut kemerdekaan negerinya.
Mereka justru semakin taat kepada Allah, kendati keadaan tidak menentu. Mereka yakin surga adalah tempat terbaik, selama mereka berjuang untuk agama dan kehidupannya dari penjajah yang tidak berperikemanusiaan.
Buku setebal 102 halaman ini adalah sebuah buku yang merekam kondisi Palestina dari pandangan para penulis yang memiliki kepedulian. Dengan penanya mereka berusaha berjuang menyuarakan pembelaan kepada saudaranya yang terjajah.
Para penulis buku ini mengajak segenap umat manusia untuk membuka mata agar mampu memberikan cinta yang dimilikinya, sehingga setidaknya ada semacam kontribusi bagi rakyat Palestina yang sampai saat ini tengah mendambakan kemerdekaannya.
Setidaknya 10 orang penulis berkontribusi dalam buku antologi ini. Masing-masing penulis mengambil dari angle yang berbeda. Ada yang menuliskannya dalam bentuk puisi, kisah, esai dan juga artikel. Semua tulisan yang ada pada buku ini begitu jelas mencerminkan rasa kepedulian yang begitu mendalam terhadap saudaranya yang berada di negeri Palestina.
Semuanya memotret nestapa dan penderitaan saudara-saudaranya sebagai bagian dari perjuangan menyuarakan agar Palestina merdeka sebebas-bebasnya. Itulah benang merah yang tersurat dan tersirat pada buku ini.
Penulis yang berkontribusi dalam buku ini datang dari berbagai profesi, akan tetapi dalam menuangkan ide dan perasaan hatinya, ditambah dengan fakta dan data yang ada, ternyata mampu menyentuh hati pembaca untuk merenungi kejadian yang menimpa saudara-saudaranya di Palestina.
Para penulis mampu mengurai ragam peristiwa nyata atau peristiwa rekaan hingga pembaca seolah-olah dibawa ke dalam alam realita yang sesungguhnya terjadi. Buku ini cukup berharga sebagai ikhtiar kecil untuk siapa pun agar peduli dengan gejolak kehidupan yang terjadi di Palestina.
Buku ini dihadirkan sebagai bentuk sebuah perenungan manakala terjadi konflik besar pada bulan Oktober 2023 lalu. Konflik yang berkepanjangan menimbulkan kehancuran dan banyak korban jiwa. Hal ini menjadi tragedi kemanusiaan yang tak bisa dipandang sebelah mata.
Di sinilah penggagas buku ini menangkap fenomena yang begitu nyata di depan mata, yang seyogyanya kita semua bisa berpartisipasi dan berjuang dengan kemampuannya masing-masing. Penulis adalah pejuang pena yang dengan tulisan-tulisannya berjuang menyuarakan kebenaran dan memperjuangkan hak-hak manusia yang terjajah untuk mendapatkan kemerdekaan.
Apakah kehadiran buku ini akan berdampak besar terhadap kehidupan di Palestina? Tidak juga. Namun semangat kebersamaan membela saudara-saudaranya di Palestina yang direnggut kebebasan serta dihancurkan kehidupannya oleh kaum zionis Israel, adalah bentuk kontribusi yang tidak kecil.
Tulisan memang hanya berbentuk kata-kata, namun hal itu bisa menjadi suara hati dari para penulisnya yang mengecam tindakan brutal yang sudah tak mempedulikan penderitaan rakyat Palestina. Boleh jadi tulisan ini bisa menjadi pengingat, jika kekejaman itu harus dilawan. Bisa jadi orang-orang Palestina tertindas, tetapi harapan hidup mereka cukup besar dan sangat berhak untuk hidup bebas.
Peran serta penulis yang telah berkontribusi dengan tulisannya, merupakan perjuangan yang patut diapresiasi. Karena di tengah kesibukannya, mereka masih tetap mempedulikan keadaan saudaranya di tanah Palestina melalui tulisan yang dibuatnya.
Mungkin, tulisan bisa dibuat dalam hitungan jam, akan tetapi pena yang digores di atas kertas atau kata yang terangkai di laptop menjadi bukti, sekecil apapun kontribusi yang ada, tidak akan pernah sia-sia menyuarakan kebenaran, sehingga yang berkepentingan akan mendengar hingga kemerdekaan Palestina bisa segera terwujud.
Bisa jadi, buku yang hadir ini jauh dari kesempurnaan. Namun, sebagai upaya menyuarakan kepedulian penulis di negeri ini untuk Palestina patut diacungi jempol. Karena, jika memang tak bisa membantu terjun ke lokasi konflik, maka bisa saja membantu dalam bentuk lainnya, dengan doa, dengan memberikan bantuan sesuai kemampuan, dan bisa atau juga berkontribusi dengan tulisan yang tujuannya adalah sama: agar Palestina hidup merdeka dan tidak dijajah lagi oleh Israel.
Peran serta berbagai pihak dalam hal ini, tentu saja menjadi bukti bahwa masyarakat negeri ini begitu merasakan penderitaan bangsa Palestina. Sehingga sangat wajar, jika ada ikhtiar terbaik untuk membantu mereka yang kini tengah terjajah.
Tak ada kesia-siaan dengan apa yang telah dilakukan. Tulisan-tulisan yang ada di buku ini bukan sekedar rangkaian kata semata, melainkan goresan pena, sebuah bentuk perjuangan dari saudara yang terpisah jarak, tetapi dekat di hati.
Benar, belum tentu berdampak besar, akan tetapi melakukan sesuatu, sekecil apapun itu, lebih baik daripada sekedar diam. Semoga ikhtiar kecil melalui buku ini bisa menginspirasi siapa pun untuk selalu peduli terhadap saudaranya di Palestina.
Kita menyadari, kita itu ibarat satu tubuh, jika bagian yang satu sakit, maka akan terasa sakit semuanya. Cinta kita tak sebatas bagi yang terdekat, tapi cinta juga dibutuhkan bagi mereka yang jauh, walaupun hanya sekedar doa yang dipanjatkan setelah usai salat lima waktu.
_____________________
Data buku:
Judul: Cahaya di Tanah Palestina: Kehidupan, Perjuangan dan Harapan
Penulis: M Amar Primus Firdaus dan kawan-kawan
Penerbit: Sintesa Publishing
Cetakan: Pertama, Desember 2023
Tebal : 102 halaman
Ukuran: 14 X 20 cm
QRCBN : 62-851-2559-908













