apijiwa.id – Pendidikan dan guru tak bisa dipisahkan dalam upaya memajukan peradaban sebuah bangsa. Pendidikan adalah elemen penting menciptakan kecerdasan anak bangsa hingga mampu bersaing di dunia internasional.
Hanya sayang, dunia pendidikan di Indonesia masih tertinggal jauh dari negara-negara maju. Karenanya, mesti ada upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang tak lepas dari peran sentralistik dari pemerintah.
Kenyataan yang terjadi di lapangan, nyatanya terkadang memposisikan kaum pendidik malah menjadi korban. Beberapa waktu lalu, seorang pendidik yang berupaya mendisplinkan anak didiknya yang ketahuan merokok di sekolah, malah berbuah hukuman dari pimpinan daerah dan orangtua murid melaporkannya ke polisi, bahkan semua murid ikut demo menyalahkan apa yang dilakukan oleh pendidik itu.
Belum lagi peristiwa yang baru-baru ini terjadi, di mana seorang pendidik harus diberhentikan karena berinisiatif mengumpulkan donasi untuk kebutuhan rekannya. Tentu saja, semua itu adalah potret getir pendidik, sehingga sangat beralasan jika pendidik mesti mendapatkan kesejahteraan yang cukup dan perlindungan yang bisa membuatnya aman saat menjalankan tugasnya.
Buku ini hadir untuk memberikan sumbangsih pemikiran bagi dunia pendidikan yang ditulis oleh para penulis dari seantero Nusantara, dari Sabang sampai Merauke. Hal ini dirasa perlu sebagai urun rembug membahas pendidikan yang begitu penting di negeri ini.
Para penulis hadir dari berbagai latar belakang, tetapi bobot tulisan yang dihadirkan memiliki nilai tersendiri dan bisa menjadi masukan berharga bagi pemangku jabatan, sehingga dapat diambil langkah strategis guna memajukan dunia pendidikan di negeri ini. Kontribusi penulis melalui tulisan ini diharapkan bisa menjadi pertimbangan dari pengambil kebijakan agar bisa lebih peduli lagi kepada para pendidik yang telah bekerja keras untuk kemajuan bangsa ini.
Ide ini semakin menarik dan pantas untuk digarap bersama karena dunia pendidikan erat sekali dengan kehidupan yang dijalani. Memotret guru dan dunia pendidikan memberi keasyikan tersendiri bagi yang menuliskannya.
Ada yang ditulis berdasarkan pengalaman yang dialami, ada pula yang ditulis berbentuk opini atau esai yang didukung data dan referensi yang ada. Penulisan buku ini memang layak diapresiasi karena dunia pendidikan kita butuh masukan dari mereka yang memiliki kepedulian. Kendati mungkin tulisan yang ada relatif membahas secara singkat dengan penulisan yang sederhana, namun kehadiran buku ini tak bisa hanya sekedar lewat semata, tetapi bisa pula dijadikan referensi yang saat ini dibutuhkan untuk dunia pendidikan.
Seperti tertera sebagai subjudul buku, Gagasan untuk Indonesia Emas 2045, menandakan jika penulisan buku ini memiliki harapan besar untuk kemajuan negara tercinta yang bernama Indonesia. Tentu saja, kumpulan tulisan yang ada pada buku ini bukan tulisan-tulisan yang istimewa dan bisa mengubah segala sesuatunya dalam waktu singkat, tetapi semoga bisa menjadi penyulut bagi siapa pun untuk bisa memperjuangkan kemajuan dunia pendidikan. Sebab jika dalam sebuah negara dunia pendidikannya maju, maka negara pun akan terdorong untuk maju pula, dan kelak sesuai harapan bisa bersaing di percaturan dunia.
Dari tulisan pengantar ahli yang ada pada buku ini, jelas sekali tergambar jika sudah saatnya Indonesia mempersiapkan generasi yang cemerlang dari saat ini, yang mesti dididik sebagai pelanjut estafet kepemimpinan di NKRI.
Sangat jelas terlihat agar ada semacam sistem yang baik dalam dunia pendidikan yang kelak diarahkan untuk menghasilkan kader-kader bangsa yang mumpuni, yang bisa membawa kemajuan untuk negeri ini.
Oleh sebab itu, kendati penulis bukan pelaksana langsung di lapangan, namun demikian, ide dan gagasannya sangat dibutuhkan dan buku ini adalah jawaban yang dimaksud. Kendati hadir dengan segala keterbatasan yang ada, namun spirit memajukan dunia pendidikan begitu terasa dan penulis mampu berkontribusi untuk hal itu.
Ikhtiar seperti ini tentu saja bukan hal biasa karena membutuhkan kerja keras dan kemauan keras di dalam menjalaninya. Kalau sekedar menulis untuk menyampaikan gagasan semata mungkin setelah buku ini diterbitkan, maka semua akan selesai sampai di situ. Terbitnya buku ini paling tidak bisa menjadi penyulut api perubahan dalam dunia pendidikan.
Barangkali penyampaian aspirasi dan gagasan dunia pendidikan dapat disampaikan melalui dinas pendidikan setempat, kementerian pendidikan di pusat atau bisa rapat dengar pendapat di DPR RI. Namun seorang penulis bisa menyampaikan aspirasi dan gagasannya melalui tulisan yang dibukukan seperti ini. Catatannya akan tersimpan rapi dan dapat menjadi referensi bagi siapa saja yang membutuhkan masukan segar, khususnya bagi dunia pendidikan.
Kemauan keras dan kemampuan penulis yang ikut berkontribusi dalam buku ini, bukan saja cukup untuk sekedar dibaca, melainkan dapat pula dianggap sebagai upaya dan langkah kecil dari mereka untuk mampu menyamakan gagasan kepada dunia pendidikan. Bahkan ada pula tulisan yang justeru dihadirkan untuk memotivasi kaum muda untuk bangga menjadi guru, karena keberadaannya sangat dibutuhkan, kendati masih ada pula guru honorer yang honornya relatif kecil.
Sehingga dapat dibayangkan jika tak ada yang menebar tulisan mengenai pentingnya guru dalam dunia pendidikan, bisa saja membuat para generasi muda menjadi enggan menjadi pendidik, karena terlalu banyak tuntutan. Namun, kepada siapa lagi kita berharap kalau bukan kepada guru untuk bisa mencerdaskan bangsa, yang tentu saja patut didukung pula oleh Pemerintah agar kesejahteraan guru terjamin karenanya.
Tidak kurang 50 tulisan yang terkumpul dalam buku ini. Pada intinya, tema yang ditulis tak jauh dari dunia pendidikan dan guru. Dengan variasi tema yang ada tentu saja, hal ini mampu memotivasi para penulis untuk mengeksplorasi kemampuannya, sehingga tulisan yang dihadirkan beragam dan teramat penting bagi pendidik, pelajar, para orangtua, serta siapa pun yang peduli dengan dunia pendidikan.
Tak salah jika buku ini bisa menjadi semacam kado untuk HUT Guru yang diperingati setiap tanggal 25 November. Bahkan, adapula guru yang menulis dalam buku ini sebagai ungkapan langsung dari pelaku di lapangan yang tentu saja memiliki nilai tersendiri karena mereka merasakan langsung bagaimana mendidik murid-muridnya di sekolah.
Tentu saja, sudut pandang penulis akan berbeda satu dengan lainnya menjadikan tema pendidikan ternyata menjadi ruang khusus bagi para penulis di dalam menyampaikan gagasannya. Artinya, untuk menulis tulisan bertema pendidikan, ternyata idenya berserakan di mana-mana.
Banyak peristiwa yang menimpa guru yang terkait dunia pendidikan muncul di media massa dan media sosial, sehingga pilihan untuk menentukan tema semakin mudah dan semuanya akan kembali kepada penulisnya sendiri. Kendati memang tak bisa dimungkiri, ada tulisan bertema yang sama akan tetapi di dalam pembahasan selalu saja ada pembedanya.
Dengan beragam tema yang ada, tentu saja pembaca akan bisa memilih tema pendidikan apa yang akan dibaca terlebih dahulu. Dalam hal membaca pun, tak perlu berurutan, karena dibaca secara acak pun pembaca akan mendapatkan makna dari tulisan itu secara langsung.
Menariknya, tulisan ini ditujukan khusus untuk buku ini, jadi ide dan gagasannya fresh dan belum ada yang dimuat di media massa manapun. Artinya, buku ini dihadirkan dengan tujuan khusus, bukan sekedar lewat saja. Pemilik ide yang berupaya mengumpulkan beragam tulisan dunia pendidikan, tentunya mampu menangkap tema yang terus aktual, sehingga memungkinkan para penulisnya akan mudah untuk mengeksplorasi kemampuan yang dimilikinya.
Buku ini semakin menarik karena justeru dihadirkan di tengah kebutuhan pendidikan yang begitu dibutuhkan oleh masyarakat. Memang, fenomena pendidikan di negeri ini mengambil porsi tersendiri dalam perjalanannya. Karena itu, jika mampu menangkap sinyal-sinyal yang ada dalam buku ini, maka kita semua diharapkan dengan kemampuan yang dimiliki agar ikut berkiprah pula untuk memajukan dunia pendidikan itu sendiri.
Sekali lagi, urgensi kehadiran buku ini mungkin tak sehebat para pakar pendidikan yang mungkin telah memiliki konsep yang terukur untuk memajukan dunia pendidikan di negeri ini. Namun, mesti diingat pula, apapun yang ditulis oleh penulis dalam buku ini, secara sederhana adalah bahan bacaan siapa pun yang tertarik untuk membaca buku ini, namun dalam ukuran jauhnya kumpulan tulisan yang ada dalam buku ini tetap menjadi bagian penting yang kendati kecil, tetapi bisa pula memberikan gagasan yang mungkin dapat pula diperbincangkan sehingga bisa dibahas di tingkat yang lebih tinggi menjadi ruang diskusi pendidikan terarah guna kemajuan bangsa dan negara.
Seperti kata pepatah, tak ada gading yang tak retak, tentu saja kehadiran buku ini bisa dikatakan jauh dari kata sempurna, namun ide dan gagasannya jangan sampai dilupakan karena memiliki tujuan mulia yang mengajak kita semua untuk segera berbenah diri, khususnya dalam dunia pendidikan, karena pendidikan adalah salah satu elemen yang jika dilakukan secara baik, maka akan mampu mewujudkan kemajuan bangsa seperti yang diharapkan.
Data buku:
Judul Buku: Kapita Selekta Pendidikan, Gagasan untuk Indonesia Emas 2045
Penulis: Abdul Novan dan kawan-kawan
Ukuran Buku: 14 X 20 cm
Terbit : Cetakan Pertama, Maret 2024
Penerbit: Zahir Publishing
ISBN : 978-623-466-424-9











