Advertisement

apijiwa.id – Dakwah adalah pilar utama dalam syiar Islam. Keberhasilannya sangat bergantung pada sosok dai yang tulus, konsisten, dan berkomitmen baja dalam situasi apa pun. Ustaz Daud Gunawan adalah representasi nyata dari karakter tersebut; seorang pendakwah yang memiliki kedekatan historis dengan tokoh pendiri Masyumi, M. Natsir.

Meski kini telah memasuki usia senja, api perjuangannya tak pernah padam. Walaupun aktivitasnya tak selincah dulu, ia tetap menjadi motor penggerak bagi kader muda untuk terus berkontribusi di jalan dakwah. Buku ini hadir sebagai oase bagi umat yang merindukan sosok teladan yang bersahaja (low profile) namun memiliki kegigihan luar biasa.

Disusun selama hampir dua tahun, tim penulis melakukan riset mendalam di Sumatera Selatan, Jakarta, dan Jawa Barat. Melalui wawancara dengan tokoh-tokoh kunci serta penelusuran literatur dan dokumentasi foto lama, buku ini merangkum jejak langkah sang dai. Harapannya, karya ini menjadi kompas bagi generasi muda Muslim untuk meneladani dakwah yang sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah saw.

“Saya mengenal dekat Ustaz Daud Gunawan sejak terlibat dalam kegiatan dakwah di Masjid Istiqomah, Bandung. Beliau adalah pribadi yang memiliki komitmen luar biasa terhadap dunia dakwah,” kenang Prof. Dr. KH Miftah Faridl, Ketua MUI Kota Bandung sekaligus Ketua Pembina Yayasan Masjid Istiqomah.

Senada dengan hal tersebut, MS Kaban (Menteri Kehutanan periode 2004–2009) memberikan kesaksiannya: “Kang Daud dan saya dipertemukan oleh kesamaan ide, konsep, hingga pergerakan. Sebagai dai, Ustaz Daud sangat aktif dalam membina umat serta teguh menjalankan amar makruf nahi mungkar. Namun di sisi lain, beliau adalah pribadi yang supel dan pandai bergaul, terutama dalam membangun bangsa serta menjaga ukhuwah Islamiyah.”

Perjalanan Hidup yang Dinamis

Buku ini menyajikan potret lengkap sang dai dari berbagai sisi. Ditulis dengan sentuhan sastrawi layaknya sebuah novel, naskah ini menyajikan transformasi seorang manusia biasa menjadi sosok yang diperhitungkan publik.

Publik mungkin mengenalnya sebagai dai sekaligus politisi Muslim, namun perjalanannya penuh dengan “kerikil tajam”. Di era Orde Baru, Daud menjadi salah satu tokoh yang dibidik karena sikap kritisnya terhadap kebijakan pemerintah. Episode perlawanan ini memberikan ruh tersendiri, menjadi pengingat bahwa dakwah menuntut kesiapan mental yang kokoh.

Garis takdirnya tak lepas dari sosok sang ayah, seorang tentara pengagum M. Natsir. Tumbuh di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Daud besar dalam kesederhanaan di lingkungan yang tergolong keras. Namun, didikan agama yang kuat menjadi perisai kokoh yang membuatnya tak goyah oleh pengaruh lingkungan.

Buku ini merangkum perjalanan hidupnya dalam enam bab mendalam: Masa Kecil di Bumi Sriwijaya: Menanamkan nilai Islam yang kokoh dalam keluarga. Fase Hijrah: Perjalanan ke Jakarta hingga menetap di Bandung dan membangun keluarga yang sakinah. Romantika Perjuangan: Menyelami dinamika dakwah dan keteguhan memegang prinsip kebenaran. Kiprah Politik: Perjuangan di DPRD Jawa Barat melalui Partai Bulan Bintang (PBB). Dan Testimoni dan Personal: Sisi personal melalui penuturan sahabat, murid, dan keluarga, dilengkapi dokumentasi foto bersejarah.

Integritas dan Sisi Humanistik

Sosoknya adalah pembelajar sejati. Ia menjalani hidup tanpa banyak menuntut (neko-neko); baginya, dakwah adalah titah Allah yang harus dijalankan hingga titik darah penghabisan. Ketegasannya dalam membela kebenaran senantiasa bersanding dengan akhlakul karimah.

Sisi humanisnya pun tertuang apik, salah satunya saat beliau menghadapi calon menantu yang berbeda keyakinan. Melalui pendekatan yang santun, sang calon menantu justru menemukan hidayah dan memilih Islam sebagai pelabuhan keyakinannya.

Di panggung politik, integritas Ustaz Daud pun teruji. Ayi Vivananda (Wakil Wali Kota Bandung 2008–2013) memberikan pengakuan: “Beliau adalah politisi religius yang memegang teguh prinsip namun sangat menghargai persahabatan. Bagi saya, beliau adalah Muslim sejati yang pandai bergaul demi membangun bangsa.”

Meski buku ini cukup tebal, pembaca tidak akan merasa jenuh karena narasinya disusun secara sistematis dengan bahasa yang mudah dicerna. Kehadiran karya ini memperkaya khazanah literatur bagi siapa pun yang menyukai kisah inspiratif atau kolektor biografi tokoh publik. Semoga nilai-nilai luhur dalam buku ini mampu menjadi pencerahan bagi seluruh pembaca di pelosok negeri.

Data buku:
Judul Buku: Biografi Muhammad Daud Gunawan, Dari Bumi Sriwijaya Kembangkan Dakwah di Tatar Sunda
Penulis: Rizki Lesus dan kawan-kawan
Penerbit: Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia
Cetakan I: Syawal 1446 H/April 2025
Tebal : 403 halaman

Facebook Comments Box

Penulis: Deffy RuspiyandyEditor: Badiatul Muchlisin Asti

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.