apijiwa.id – Ulasan tentang sebuah buku yang diterbitkan oleh sebuah penerbit bertebaran di mana-mana, baik di media cetak maupun media daring. Antusiasme penulis resensi buku sangat dimaklumi karena memang banyak media yang menyediakan rubrik ini. Hingga tak mengherankan, bila resensi buku banyak penggemarnya, terutama para penikmat buku dan pegiat literasi.
Bagi yang tidak suka membaca buku, tentu rubrik ini tak akan menarik. Akan tetapi, bagi mereka yang gemar membaca, rubrik resensi buku bisa memberikan wawasan tentang sebuah buku yang telah terbit sekaligus menjadi panduan buku itu menarik untuk dibeli atau tidak.
Juga, dari resensi buku yang dibaca, bisa memberikan semacam pencerahan bagi seorang pembaca tentang buku seperti apa yang baik itu. Setidaknya, ia paham sejauh mana urgensi sebuah buku untuk dikoleksi dan kemudian dibaca.
Ulasan Buku
Resensi buku adalah rubrik yang banyak membedah tentang nilai plus-minus sebuah buku yang terbit. Seseorang yang mengulas sebuah buku musti memahami anatomi sebuah buku dari A – Z. Mengapa hal ini penting, karena resensi buku dapat menjadi petunjuk arah bagi pembaca untuk menentukan buku yang pantas untuk dibacanya.
Memang disadari, minat baca di negeri ini belum sebaik minat baca di negara-negara maju. Namun, satu hal yang patut disyukuri, ketika di negeri ini masih terlihat penulis resensi buku yang begitu banyak. Hal ini menunjukkan jika minat baca itu masih ada, walaupun prosentasenya relatif rendah.
Siapa pun yang menekuni bidang penulisan resensi buku, sudah dipastikan yang bersangkutan adalah orang yang gemar membaca. Karena tak mungkin akan hadir tulisan resensi yang baik, jika penulisnya tidak membaca buku yang diresensinya.
Seorang penulis resensi ibarat seorang teknisi yang bisa melihat kelebihan atau kekurangan sebuah buku, tampilan fisiknya, gaya penulisannya, tata ejaannya, atau pun genre buku yang ditulis oleh penulisnya. Di sinilah otak penulis resensi bekerja untuk memahami secara utuh buku yang dibacanya, hingga ia menemukan konsep resensi yang pas bagi buku yang diulasnya.
Aktivitas yang Mengasyikkan
Menjadi penulis resensi adalah sebuah aktivitas, bahkan profesi, yang mengasyikkan. Seorang penulis resensi buku selalu tertantang untuk terus membaca buku. Karena takkan mungkin lahir seorang penulis resensi buku yang andal, jika ia tak pernah membaca buku.
Di dunia penulisan resensi buku, ada penulis resensi buku yang fokus pada buku dengan genre tertentu, dan ada pula penulis resensi buku yang menulis resensi buku secara acak. Masing-masing ada plus dan minusnya. Namun, untuk menganalisis isi sebuah buku, secara umum tekniknya sama.
Seorang penulis resensi buku memiliki sejumlah keuntungan ketika ia mampu meresensi buku yang telah dibacanya. Maka dari itu, tak salah pula, jika ada seorang penulis yang ingin menfokuskan diri menjadi spesialis penulis resensi buku. Karena jika hal itu ditekuni secara baik, akan semakin mengasah daya analisisnya atas buku-buku yang telah dibacanya.
Buku yang ia tuangkan ke dalam sebuah tulisan resensi dan dibaca banyak orang, maka tulisannya akan bertebaran di mana-mana, yang membuatnya populer. Salah seorang penulis resensi yang tulisannya bertebaran di berbagai media massa adalah Sam Edy Yuswanto, seorang penulis asal Kebumen.
Ia dikenal sebagai penulis artikel sekaligus peresensi buku yang kerap muncul di banyak media massa, yang menunjukkan eksistensinya sebagai penulis resensi yang andal dan produktif.
5 Keuntungan Meresensi Buku
Menjadi penulis resensi buku tentu akan mendapatkan keuntungan yang luar biasa dan keuntungan yang dimaksud adalah sebagai berikut:
Keuntungan pertama; mendapatkan anugerah memiliki kebiasaan selalu membaca buku. Semua ini terjadi karena terbiasa melakukan aktivitas membaca. Seorang penulis resensi akan terpacu selalu membaca buku karena itulah modal berharga ia bisa menulis resensi buku dengan baik.
Dengan seringnya membaca buku, maka membuatnya tertantang selalu melahap bacaan apapun dan hal itu merupakan modal berharga bagi seorang penulis, karena dengan membaca buku, maka akan menjadi referensi yang baik sebagai bahan menulis.
Dapat dibayangkan, jika seorang penulis malas membaca, maka tulisan yang dihasilkannya akan garing alias membosankan, dan dalam aspek penyampaian gagasan dan ide pun akan terbatas. Bagi seorang penulis yang rajin membaca, wawasan dan pengetahuannya luas, sehingga saat menulis akan mengalir secara baik dengan sendirinya.
Keuntungan kedua; bukan saja sebagai penulis akan mendapatkan honor dari tulisannya, tetapi juga akan mudah mendapatkan buku baru lainnya. Karena dengan menulis resensi sebuah buku, sesungguhnya penulis turut membantu promosi buku yang telah dibaca dan diresensinya.
Maka, tak mengherankan, jika sebagian penerbit ada yang memberikan honor terhadap tulisan resensi yang dimuat di media massa atau diberikan buku dengan memilih sendiri judul- judul buku yang tersedia. Artinya, seorang penulis resensi buku ada kemungkinan memiliki banyak buku sebagai hadiah dari penerbit sekaligus sebagai imbalan atas jerih payah menulis resensi buku tersebut. Sehingga tak perlu mengeluarkan uang untuk membeli buku.
Keuntungan ketiga; karena tulisannya dimuat di berbagai media, popularitas namanya sebagai penulis resensi juga akan semakin dikenal banyak orang. Bukan mustahil, penulis akan mendapatkan tawaran menulis resensi buku secara khusus dari penerbit, baik di media internal penerbit maupun media massa. Potensi ini tentu saja sangat menarik, karena selain menjanjikan honor, buku, dikenal publik, juga ternyata berpotensi membuka kran rezeki karena dari hasil karyanya yang benar-benar baik, membantu mempromosikan buku-buku melalui resensi, yang secara bisnis menguntungkan bagi penerbit.
Keuntungan keempat; membantu pembaca dengan paparan dalam tulisannya, sehingga memberi panduan sekaligus bahan pertimbangan pembaca membeli atau tidaknya sebuah buku baru. Jadi, penulis resensi buku tak bisa dianggap sebelah mata, karena posisinya yang strategis bisa mempengaruhi pembaca, menerima atau tidak, atau untuk membeli atau tidak, sebuah buku baru yang terbit.
Keuntungan kelima; dengan banyak menulis resensi buku, setidaknya seorang perensesi bisa mempelajari banyak hal terkait isi buku. Karenanya, bukan mustahil dari semula sebagai penulis resensi buku, bisa judi nantinya tertarik menjadi penulis buku.
Jadi, menjadi penulis resensi buku sangat berarti sebagai jembatan bisa menerbitkan buku sendiri. Semua kembali kepada masing-masing penulisnya. Menjadi penulis buku bukan hal tidak mungkin alias akan terwujud jika ia mampu mengolah kemampuan yang dimiliki serta mau mewujudkannya dengan cara konsisten menuliskannya.
Sehingga menjadi penulis resensi buku sebenarnya merupakan aktivitas yang cukup membanggakan, karena di sana terjadi pertambahan wawasan dan pengetahuan dari waktu ke waktu sebagai konsekuensi logis dari keaktifannya membaca buku.
Proses kreatif ini akan terus berkembang jika penulis yang melakoninya bisa terus meningkatkan kualitas tulisannya dan tak pernah berhenti menghasilkan tulisan berbentuk resensi yang berbobot, serta memiliki nilai yang disukai pembaca.
Oleh sebab itu, lakukanlah pekerjaan itu sebaik mungkin, karena pada akhirnya akan memberikan benefit terbaik. Bagi mereka yang telah memilih menjadi seorang penulis resensi buku, jadikanlah kesempatan itu sebaik-baiknya, karena apapun pilihannya, menulis resensi buku merupakan aktivitas penuh makna, yang membantu meningkatkan semangat literasi di tengah-tengah masyarakat.











