Advertisement

apijiwa.id – Jika Anda penikmat sinetron, atau lebih spesifik FTV (Film Televisi) yang sekali tayang tamat, maka ternyata dalam proses produksinya ada yang dikenal sebagai penulis ide cerita. Memang ketenarannya seringkali sedikit terkalahkan oleh penulis skenario, akan tetapi penulis ide cerita memiliki posisi penting untuk sebuah tayangan, karena ide cerita atau sinopsis merupakan bahan awal untuk sebuah produksi FTV di sebuah stasiun televisi. Tetap saja, profesi ini bergengsi dan dibutuhkan, karena sangat menentukan untuk sebuah produksi FTV

Sehingga, ide cerita adalah hal penting untuk FTV atau sinetron. Jika tidak ada ide cerita, sangat memungkinkan sebuah FTV tak bisa diproduksi. Karenanya, profesi penulis ide cerita menjanjikan dan bisa diandalkan untuk kehidupan.

Namun begitu, tentu saja dibutuhkan kesiapan mental pula, karena terkadang terjadi perubahan program yang dapat menghentikan tayangan yang dibuat sebagai keputusan dari pihak televisi. Bahkan, untuk pembayaran honor terkadang terlambat karena satu hal.

Oleh sebab itu, penulis ide cerita mesti memahami kondisi yang terjadi, agar tidak kena mental. Karena banyak penulis ide cerita pemula kemudian mundur karena kondisi demikian, dan tak mampu mengikuti persaingan yang ada.

Penulis tidak mengetahui jumlah penulis ide cerita di negeri ini. Namun demikian, jika banyak bermunculan tayangan sinetron atau FTV, hal itu menunjukkan jika kreativitas penulis ide cerita begitu terlihat. Terlebih saat ini banyak pula produksi web series, walaupun terkadang mengambil cerita dari novel yang banyak pembacanya di platform tertentu.

Tetapi penulis ide cerita tetap saja keberadaannya begitu dibutuhkan. Bahkan saat ini sedang tren dengan adanya kemunculan FTV Vertical, yaitu tayangan film yang tayang dalam ukuran handphone, sehingga tetap saja ide-ide cerita dari penulis ide cerita tetap banyak dibutuhkan.

Awal Mula Menjadi Penulis Ide Cerita

Tentu saja profesi penulis ide cerita banyak dibutuhkan berbagai stasiun televisi, terutama yang memiliki program FTV. Penulis memulai profesi ini sejak tahun 2016. Penulis sempat menulis untuk ide cerita tayangan “Cermin Kehidupan” dan “Rahasia Tuhan” TRANS7, juga menulis ide cerita untuk tayangan “Kisah Nyata” INDOSIAR dan FTV Romance Comedy di SCTV.

Semuanya memiliki tantangan tersendiri, karena genrenya berbeda, dan sistem penulisannya pun berbeda pula. Sehingga, seorang penulis ide cerita bukan saja harus mampu menuliskan ide-ide yang ada di benaknya di depan laptop, akan tetapi ia pun harus mampu mengikuti selera pasar, sehingga ide cerita tetap aktual. Penulis ide cerita mesti bermental baja dengan perubahan yang terjadi.

Pada dasarnya, untuk penulisan ide cerita ini, tidak jauh berbeda dengan struktur penulisan cerita pendek, akan tetapi penulisannya to the point dan dituntut banyak konflik di dalamnya. Bahkan, sebagai pengalaman saja, jika menulis ide cerita ini tak langsung diterima, bahkan terkadang harus mengalami berbagai revisi seperti yang diminta stasiun televisi yang dimaksud. Jadi, penulis ide cerita ini butuh kesabaran dan harus siap dengan kondisi seperti itu. Bahkan mengirim banyak ide cerita sekalipun kadang ditolak pula. Jika tidak sesuai dengan standar yang diminta, bisa jadi langsung ditolak dan seorang penulis ide cerita mesti siap dengan kondisi demikian.

Alur Pengiriman dan Nominal Honor

Mesti diakui pula, alur pengiriman ide cerita biasa dikirim dulu kepada pihak PH dan biasanya ada tim khusus yang menerima kiriman ide cerita yang kita tulis. Dari PH kemudian dikirim ke pihak televisi untuk diseleksi. Uniknya, pihak televisi ada yang memberitahu diterima atau ditolak, tetapi ada juga yang tidak.

Ada yang memberikan catatan atau hanya mengatakan not oke atau oke saja. Nah, jika ada revisi, harus dikerjakan cepat dan dikirim kembali ke PH untuk diteruskan ke stasiun televisi. Kemudian jika di-approve, maka ada penulis skenario yang merangkap scene plot.

Jika skenario sudah siap, ada proses reading dan persiapan, dan kemudian jika bagian produksi juga siap, maka dilakukan syuting. Beres syuting, ada proses editing dan lain-lain, sampai siap tayang dan dijadwalkan tayang oleh pihak televisi.

Penulis ide cerita memang profesi yang menjanjikan dan biasa honor satu ide cerita rata-rata dibayar Rp 500 ribu,- sampai Rp 1 juta, dan dibayarkan biasanya jika sudah mendapatkan jadwal tayang. Nah, sambil menunggu jawaban dari ide cerita yang sudah dikirim dan menunggu ditayangkan, maka tak ada salahnya jika terus kembali menulis ide cerita.

Penulis selama ini lebih banyak menulis ide cerita bergenre religi, drama, romance komedi, thriller, dan komedi. Memang idealnya memilih satu jenis genre agar memiliki ciri khas dan bisa menjadi spesialis, namun kalau ingin menulis berbagai genre pun tidak ada salahnya. Namun yang terpenting, seorang penulis ide cerita mesti mau terus belajar dan selalu tidak puas dengan apa yang telah dicapainya.

Proses Kreatif Menulis Ide Cerita

Kali ini penulis akan sedikit berbagi tentang bagaimana sebenarnya menulis ide cerita yang bisa dijual dan diterima pihak televisi melalui rumah produksi yang menghasilkan produk tayangan FTV.

Ini memang bukan aturan baku, tetapi hanyalah share pengalaman yang telah dirasakan penulis yang mudah-mudahan bisa menjadi motivasi bagi siapapun yang tertarik di dalam menekuni profesi sebagai penulis ide cerita, atau bisa juga menjadi pengetahuan bagi pembaca yang ingin mengetahui tentang penulisan ide cerita.

Pertama; jika kita ingin menjadi penulis ide cerita, kita ambil contoh FTV “Kisah Nyata” INDOSIAR atau FTV Romance Comedy SCTV, maka langkah awal diharapkan bisa menonton setidaknya 5 FTV dengan genre masing-masing.

Mengapa hal ini mesti dilakukan? Jawabannya adalah agar bisa paham dengan tayangan tersebut, sehingga akan bisa menangkap benang merah dari setiap tayangan yang nantinya bisa membantu dalam penulisan ide cerita. Hal ini penting sekali untuk penulis ide cerita karena akan tahu seperti apa cerita yang hendak ditulisnya.

Kedua; kalau bisa mendapatkan naskah ide cerita FTV yang pernah tayang dan bisa ditemukan di mesin pencari google, maka itu akan lebih memudahkan, karena jadi tahu struktur dan konflik yang ada di dalamnya.

Jika pembaca berkenan, bisa menghubungi redaksi Apijiwa.id untuk dikenalkan dengan penulis, sehingga bisa diberi contoh naskah ide cerita yang pernah tayang, yang mungkin bisa dipelajari oleh pembaca. Sehingga dapat dibimbing berkelanjutan oleh penulis.

Ketiga; pada umumnya, struktur penulisan ide cerita itu diawali oleh premise, logline,  sinopsis, dan karakter tokoh. Premis adalah fondasi atau inti cerita utama yang ditulis dalam kalimat singkat. Logline adalah rangkuman dari sebuah cerita, tentang konflik, dan juga tertulis apa yang dipertaruhkan.

Sinopsis adalah cerita yang ditulis secara padat tentang konflik tokoh cerita, dari awal sampai akhir, dan memperlihatkan upaya tokoh utama untuk menyelesaikan konflik yang tengah dihadapinya sampai tuntas di akhir cerita.

Sementara karakter terdiri dari nama tokoh, umur, dan sesuatu yang menunjukkan sifat dari masing-masing tokoh secara detail, yang memudahkan casting untuk mencari aktor dan aktris untuk memerankannya.

Keempat; menuliskan sinopsis secara utuh sesuai tuntunan yang diminta stasiun TV swasta kepada rumah produksi. Setelah selesai menulis, dibaca ulang, untuk proses editing, siapa tahu ada typo dan juga mungkin ada perubahan cerita yang dirasa lebih menarik.

Kemudian, setelah dirasa pas, maka bisa dikirimkan melalui email atau pesan WhatsApp  ke tim rumah produksi yang menerima ide cerita itu. Untuk menanti jawabannya, durasi yang dibutuhkan kadang tidak menentu, karena disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan yang ada.

Jawaban yang diberikan kepada penulis ide cerita biasa paling cepat dua mingguan, bahkan ada pula yang sampai tiga bulan. Karenanya, untuk hal ini, penulis diharapkan bersabar.

Bukan Hal Mudah

Sekali lagi penulis katakan, memulai karier sebagai penulis ide cerita bukan sesuatu yang mudah, karena membutuhkan perjuangan dan latihan yang konsisten yang musti terus dilakukan. Pengalaman penulis membuktikan, untuk satu sinopsis yang di-approve saja, membutuhkan waktu kurang lebih 4 bulan dan itu terjadi setelah pengiriman sebanyak 30 sinopsis.

Artinya, perlu ketekunan dan kerja keras untuk bisa menulis ide cerita yang bisa menghasilkan karya dan juga honor sebagai jerih payah melakukan itu semua. Oleh sebab itulah, jangan putus asa, jika ide ceritamu belum ada yang di-approve dan teruslah menulis, karena kelak ide ceritamu akan ada yang menerimanya.

Terkait nama kita sebagai penulis ide cerita, ada yang langsung dituliskan langsung nama kita, namun ada juga yang ditulis sebagai tim penulis tanpa nama. Namun, tentu saja keduanya ada plus dan minusnya, tetapi kalau karya pemula memang mesti ada namanya, agar menjadi dorongan untuk bisa konsisten dalam berkarya.

Nama-nama seperti Alma Syaluna, Dyah Eka, Sifa Hasta, Deffy Ruspiyandy, Eko Hartono, Heru Prasetyo, dan yang lainnya, adalah para penulis ide cerita yang karyanya telah tayang di berbagai televisi. Dari mereka semua, penulis ide cerita itu ada yang menjadi profesi utama, ada pula yang menjadi profesi sampingan.

Demikianlah, sekilas tentang peluang dan tantangan penulisan ide cerita untuk produksi FTV yang tayang di televisi. Tulisan ini semoga bisa menjadi pemicu untuk mau berkarya, khususnya dalam dunia menulis dan salah satunya adalah menulis ide cerita FTV.

Memang tidak mudah, akan tetapi semua akan mudah jika dilakukan secara konsisten, dan pada akhirnya kita sebagai penulis akan mendapatkan kebaikan, baik rezeki berbentuk materi dan juga rezeki ilmu yang selama ini bisa mungkin banyak orang yang tidak mengetahuinya.

Facebook Comments Box

Penulis: Deffy RuspiyandyEditor: Badiatul Muchlisin Asti

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.