apijiwa.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang terus berkomitmen memperkuat perlindungan sosial bagi kelompok rentan. Melalui Program SERASI KASIH (Sejahtera, Ramah, dan Sinergis untuk Kesejahteraan Lansia dan Disabilitas), pemerintah hadir untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang paling membutuhkan.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Semarang, Istiqomah, menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk intervensi nyata dalam menghadapi kerentanan sosial ekonomi. Masih adanya masyarakat yang kesulitan mengakses makanan layak dan bergizi menjadi latar belakang utama inisiatif ini.
“Peningkatan jumlah lansia serta kompleksitas permasalahan disabilitas—seperti keterbatasan mobilitas dan minimnya dukungan keluarga—menuntut kebijakan yang responsif dan adaptif. Jika tidak ditangani secara komprehensif, kondisi ini berisiko memicu kerawanan pangan,” ujar Istiqomah kepada awak media, Kamis (30/4/2026).
Program SERASI KASIH diinisiasi pada tahun 2022 dengan mengadopsi praktik baik (best practice) program permakanan dari Kementerian Sosial, yang diawali dengan tahap uji coba menjangkau 500 penerima manfaat melalui pemberian paket makanan senilai Rp20.000 per hari selama tiga bulan.
Memasuki tahun 2023, dilakukan penyesuaian anggaran sehingga program menyasar 127 penerima manfaat dengan pemberian bantuan sepanjang tahun senilai Rp20.000 per hari untuk dua kali makan. Komitmen ini semakin diperkuat pada tahun 2024 melalui peningkatan nilai bantuan menjadi Rp30.000 per hari per orang untuk dua kali makan yang diberikan secara penuh selama satu tahun.
“Total anggaran yang dialokasikan untuk bantuan permakanan tahun 2024 mencapai Rp1.390.650.000. Kami juga mengalokasikan biaya pengantaran melalui skema ‘Wali SERASI KASIH’ sebesar Rp2.000 per pengantaran dengan total anggaran Rp92.710.000,” tambah Istiqomah.
Salah satu keunggulan program ini adalah mekanisme penyaluran langsung ke rumah (door to door) oleh petugas lapangan. Pendekatan ini tidak hanya menjamin ketepatan sasaran, tetapi juga memberikan sentuhan kemanusiaan melalui interaksi sosial dengan para penerima manfaat.
Istiqomah menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi. Sinergi antara perangkat daerah, pemerintah desa/kelurahan, tenaga kesejahteraan sosial, hingga partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci keberlanjutan program.
Lebih dari sekadar bantuan pangan, SERASI KASIH adalah instrumen peningkatan kesejahteraan yang berlandaskan nilai kepedulian. Program ini menjadi bukti nyata kehadiran negara di tengah lapisan masyarakat yang paling rentan.
“Dengan semangat berbagi dan menebar kepedulian, kita ingin menghadirkan rasa aman dan penghargaan bagi lansia serta penyandang disabilitas. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran negara benar-benar dirasakan oleh mereka yang membutuhkan,” pungkasnya.













