apijiwa.id — Pagi itu di Jalan Rajawali Timur, Kota Bandung, sejumlah perempuan berjilbab tampak sibuk membagikan sekitar 400 nasi bungkus. Makanan tersebut diberikan kepada para penarik becak, pejalan kaki, pengemudi ojek online, dan warga yang melintas. Aksi sosial ini bukanlah hal baru, melainkan bagian dari kegiatan rutin komunitas kebaikan bernama Abu Berbagi.
Nama “Abu Berbagi” diambil dari nama sebuah gang di RW 10, Kelurahan Ciroyom, Kecamatan Andir, Kota Bandung. Dari gang kecil itulah gerakan ini bermula.
“Kegiatan ini diawali oleh saya dan suami. Kami ingin memulai kebaikan dari diri sendiri, dari hal kecil, dan dimulai saat itu juga,” kenang Diah Handayani, koordinator sekaligus salah satu perintis Abu Berbagi bersama Euis dan Heni.
Gerakan ini mulai dirintis pada 2018. Namun, keberadaannya kian terasa bagi masyarakat luas saat pandemi COVID-19 melanda. Melihat banyaknya warga yang kesulitan mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan makan, Diah tergerak membagikan nasi bungkus seharga Rp10.000,00.
Awalnya ia hanya membagikan satu hingga dua bungkus. Berkat kepedulian bersama dan aksi spontanitas dari berbagai pihak yang turut mengulurkan tangan, gerakan ini terus berkembang hingga manfaatnya dirasakan secara masif. Seusai pandemi berlalu, gerakan ini terus dilanjutkan agar tetap konsisten (istiqamah) dalam menebar kebaikan.
Saat ini, komunitas Abu Berbagi diperkuat oleh 14 orang anggota aktif yang menjalankan tiga “Program Jitu” secara bergantian setiap tiga minggu sekali. Program pertama adalah Abu Berbagi Peduli Yatim Piatu, yang berfokus memberikan santunan rutin kepada sekitar 45 anak yatim piatu di wilayah Kecamatan Andir dan sekitarnya. Penyaluran santunan ini disesuaikan dengan ketersediaan kas komunitas dan kerap dilakukan secara bergiliran.
Program kedua, Abu Berbagi Peduli Sakit, hadir untuk meringankan beban warga yang sedang terbaring sakit beserta keluarganya. Bentuk kepedulian ini diwujudkan melalui bantuan biaya transportasi dan operasional pasien hingga penyediaan kebutuhan khusus harian, seperti popok dewasa (pampers).
Sementara itu, program ketiga adalah Abu Berbagi Peduli Dhuafa, yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat kurang mampu. Melalui program ini, Abu Berbagi menyalurkan bantuan berupa 100 bungkus beras atau 100 paket sembako secara berkala.
Tak hanya itu, setiap dua minggu sekali para anggota juga diberi ruang untuk mengeksplorasi ide kebaikan secara fleksibel—mulai dari membagikan makanan kepada jemaah di masjid hingga aksi berbagi di jalanan.
Jangkauan Luas hingga Bantuan Bencana
Meski bermarkas di gang permukiman, daya jangkau aksi Abu Berbagi sangat luas. Saat gempa Cianjur melanda pada 2022 lalu, komunitas ini mengirimkan bantuan logistik hingga dua truk. Komunitas ini juga menjadi garda terdepan saat membantu korban kebakaran di tingkat kecamatan, membantu panti jompo, hingga melunasi tunggakan SPP anak-anak sekolah swasta yang membutuhkan.
“Selain dari kas internal, dana juga terkumpul dari Grup Laskar Sedekah yang beranggotakan sekitar 50 muhsinin (donatur) serta para aghnia (warga mampu). Dari sinilah tunggakan sekolah beberapa anak dapat terselesaikan,” jelas Diah.
Keberlanjutan gerakan ini didukung oleh para donatur—baik rutin maupun insidental per kegiatan—yang berasal dari dalam hingga luar daerah. Euis, anggota Abu Berbagi lainnya, menceritakan bahwa kerap ada donatur yang secara khusus mengundang anak yatim untuk diajak makan bersama, diberi hadiah, atau memberikan santunan bagi lansia.
Semangat gerakan ini terangkum dalam motto “Selamatkan Uang Sepuluh Ribu Bagi Kita”. Prinsipnya, uang sepuluh ribu rupiah jangan sampai menguap sia-sia. Jika dikelola dengan baik, nominal sederhana tersebut dapat mendatangkan pahala dan manfaat besar bagi banyak orang.
“Tantangan dan hambatan tentu selalu ada, tetapi kita tidak boleh berhenti berjuang dan harus terus bersemangat,” tutur Euis.
Abu Berbagi memiliki impian yang ingin segera diwujudkan, antara lain membagikan 100 paket sembako menjelang Ramadan serta mengajak anak-anak yatim berwisata dan berenang bersama.
“Semoga kelak ada donatur yang mau mendukung rencana ini. Kami berharap bisa terus istikamah menebar manfaat selama kesempatan itu diberikan oleh Allah Swt,” tutup Diah.












