apijiwa.id — Terobosan bisnis menarik terus berkembang di kawasan RW 06 Kelurahan Ciroyom, Kecamatan Andir, Kota Bandung. Di sinilah Chenko Takahiro menjalankan usahanya yang berfokus pada berbagai produk merchandise bertema anime serta jasa percetakan.
“Saya ingin membuka bisnis ini bukan hanya karena unik, tetapi juga bisa memberikan manfaat dan membuka lapangan kerja bagi orang yang membutuhkan,” ujar Chenko kepada apijiwa.id.
Usaha yang beroperasi di bawah bendera PT Takahiro Shoppu Grafika (2026) ini berawal dari hobi Chenko membeli merchandise anime di berbagai event. Dari kegemaran tersebut, muncul ide untuk mencoba membuat merchandise sendiri menggunakan printer bekas hasil pengerjaan skripsi kuliahnya.
“Namun, karena keterbatasan modal dan minimnya pengetahuan tentang dunia percetakan, merchandise awal yang dibuat sangat sederhana, yaitu stiker. Penjualannya dilakukan dari mulut ke mulut dan dititipkan ke konter-konter handphone,” kenangnya.
Seiring berjalannya waktu, Chenko mulai memproduksi gantungan kunci akrilik bertema anime yang sangat diminati pasar. Dari sana, ia merambah ke berbagai desain custom serta berinvestasi pada mesin percetakan lain seperti mesin cetak mug dan ID card yang dapat dikerjakan dalam skala percetakan rumahan.
Kini, pesanan datang dari berbagai marketplace seperti Tokopedia, TikTok Shop, dan Shopee, serta didukung oleh promosi melalui Meta Ads.
Alur Pemesanan dan Transaksi Direct vs Marketplace
Untuk sistem pemesanan barang custom, konsumen cukup menyiapkan desain yang diinginkan. Setelah desain siap, pembeli dapat berkonsultasi dengan admin untuk melanjutkan proses pembayaran (payment).
“Sebelum diproduksi secara massal, kami selalu melakukan approving sample. Setelah contoh produk disetujui, baru barang diproduksi dalam jumlah banyak,” jelas Chenko.

Mengenai harga, calon pembeli dapat mengeceknya di toko Shopee “Takahiro Shoppu”. Chenko secara terbuka mengungkapkan adanya perbedaan harga antara pembelian di marketplace dan pemesanan langsung.
“Terus terang, harga di marketplace lebih tinggi karena kami harus menyesuaikan biaya admin dan biaya operasional lainnya. Jika memesan langsung via admin, harganya bisa 10–15% lebih murah dibandingkan di Shopee,” tambahnya.
Saat ini, PT Takahiro Shoppu Grafika diperkuat 40 orang karyawan yang tersebar di berbagai divisi: Admin, Finance, Tim Produksi 1 dan 2, Tim Konveksi, Tim Produksi Sublim, Tim Kreatif, Logistik, R&D, Project Manager, hingga Helper.
Meski tidak menyebutkan angka omzet secara spesifik, Chenko bersyukur hasilnya dapat menggaji seluruh karyawannya secara layak. Margin keuntungan bersih dari percetakan berkisar antara 10–15% dari total omzet. “Saya syukuri saja karena prosesnya cukup menguras tenaga dan pikiran,” tegasnya.
Untuk menjaga eksistensi dan kepercayaan pelanggan, pihak Takahiro Shoppu mengedepankan kualitas layanan dengan memberikan garansi serta kompensasi apabila terdapat barang yang tidak sesuai, salah cetak, cacat, atau gagal produksi.
Langkah ini sejalan dengan moto usaha mereka: “Kami ingin menjadi partner kebutuhan berbagai merchandise yang dicari dan dipercayai masyarakat, sekaligus memberikan banyak lapangan pekerjaan untuk teman-teman yang membutuhkan in this economy.”
Target 2027 dan Filosofi “Takahiro Shoppu”
Menghadapi tantangan ekonomi, target Chenko untuk tahun 2027 terbilang realistis namun berdampak besar: bertahan tanpa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya hingga kondisi ekonomi kembali stabil.
Strategi yang ia jalankan mencakup penguatan personal branding melalui pembuatan konten secara konsisten, beriklan di media sosial dan marketplace, serta terus beradaptasi dengan tren yang sedang hangat. “Harapan saya, orderan bisa stabil atau ramai, tidak ada yang di-PHK, dan bisa membuka lebih banyak lapangan pekerjaan,” harapnya.
Secara etimologi, nama TAKAHIRO berasal dari bahasa Jepang yang bermakna anak laki-laki dengan wibawa, cita-cita tinggi, mandiri, berharga, dan berpikiran luas. Sementara SHOPPU diambil dari kata ショップ (shoppu), serapan dari bahasa Inggris shop (toko).
Secara filosofis, Takahiro Shoppu dimaknai sebagai: “Sebuah usaha/toko yang dibangun secara mandiri oleh seorang anak laki-laki yang memiliki cita-cita tinggi, bernilai, berwibawa, dan terus berkembang luas.”
Selain fokus membesarkan usahanya, Chenko Takahiro juga dikenal sebagai seorang YouTuber dengan ratusan ribu pengikut. Sejak tahun 2018, melalui kanal YouTube-nya, ia aktif berbagi ilmu seputar dunia usaha tanpa pelit pengalaman. Bagi Chenko, perjalanan ini adalah wujud dari impian yang terus tumbuh dan memberi manfaat nyata bagi banyak orang.












