Advertisement

apijiwa.id – Panti Yatim Indonesia (PYI) didirikan sekitar tahun 1998 dari sebuah inisiatif sosial sederhana di lingkungan Pasar Induk Caringin, Kota Bandung. Saat itu, sekelompok pedagang pasar berinisiatif membantu anak-anak yatim piatu yang hidup dan bertahan di sekitar pasar dengan menyediakan tempat tinggal dan makanan.

“Tentu saja dengan iktikad baik, perlahan tapi pasti, kemudian berkembang dan butuh pengelolaan yang baik,” terang M. Safar Hasan, Manajer Fundraising Panti Yatim Indonesia.

Menurut M. Safar Hasan, inisiatif itu kemudian dilembagakan menjadi sebuah panti asuhan bernama Nurul Ummah yang berada di bawah Yayasan Al-Fajr dan dibina oleh Dinas Sosial Kota Bandung. Seiring waktu dan meningkatnya kebutuhan pelayanan, pada tahun 2009 lembaga ini bertransformasi menjadi Panti Yatim Indonesia (PYI) dengan manajemen yang lebih profesional.

“Perubahan paling signifikan terjadi pada tahun 2019. Ketika PYI resmi menjadi Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) melalui SK Kementerian Agama RI, sehingga cakupan pelayanan tidak lagi terbatas pada panti asuhan, tetapi meluas ke pengelolaan dana ZISWAF secara nasional.” jelasnya.

Program Unggulan

PYI sendiri memiliki program unggulan sebagai bentuk pelayanan terbaiknya kepada umat, seperti program I Love Yatim, yaitu pengasuhan anak yatim dan duafa, baik melalui asrama maupun nonasrama.

Program SETIA atau Support Edukasi Yatim dan Duafa) berupa program pemberian beasiswa pendidikan, mencakup bantuan biaya sekolah, perlengkapan belajar, dan pendampingan Pendidikan.

Rumah Yatim Indonesia (FYI) mengadakan pelatihan programing untuk pemberdayaan anak yatim dan duafa.

Ada lagi program ASMARA alias Aksi Simpati Trauma Lara, yaitu program bantuan darurat dan pemulihan bagi korban bencana alam di berbagai daerah. Program BAHAGIA alias Bantu Harapan Bagi Duafa berupa program pemberdayaan duafa, termasuk bantuan ekonomi dan penguatan kemandirian.

Lalu program MESRA alias Masyarakat Sehat Sejahtera, yaitu program pengobatan dan layanan ambulans gratis bagi masyarakat duafa.

Menurut M. Safar Hasan, program PYI telah menjangkau beberapa wilayah di Indonesia. Pada awalnya berfokus hanya di Pulau Jawa, namun saat ini program PYI sudah menjangkau pulau lain seperti Sumatera, Kalimantan, NTT, bahkan sampai Papua,” tegasnya.

Adapun komposisi bantuan meliputi bantuan konsumtif, seperti santunan yatim, bantuan kebutuhan dasar, bantuan pendidikan melalui beasiswa dan perlengkapan sekolah; bantuan pemberdayaan berupa program ekonomi dan sosial untuk duafa dan bantuan kemanusiaan, khususnya saat terjadi bencana alam.

“Semua itu sebagai bentuk kepedulian untuk mereka yang sedang diuji oleh bencana,” tegasnya lagi.

Pengelolaan ZISWAF

Sementara itu, menurut M. Safar Hasan, dana yang dikelola PYI berasal dari penghimpunan zakat, infaq, sedekah, dan wakaf. Dana tersebut dihimpun dari masyarakat, donatur individu, komunitas, serta mitra yang mempercayakan pengelolaan dana sosial ke PYI, kemudian disalurkan sesuai ketentuan syariah dan regulasi pemerintah.

FYI melaunching prgram Indonesia Bebas Stunting di 1000 desa.

Untuk kendala utama yang dihadapi PYI, menurut M. Safar Hasan, adalah meningkatnya kebutuhan sosial masyarakat yang tidak lagi bisa ditangani hanya melalui model panti asuhan konvensional.

Jumlah penerima manfaat yang terus bertambah serta kompleksitas persoalan sosial menuntut sistem pengelolaan yang lebih luas, profesional, dan terintegrasi. “Hal inilah yang melatarbelakangi perubahan PYI menjadi LAZNAS pada tahun 2019,  agar dapat berkontribusi lebih besar dalam pengentasan masalah sosial dan kemanusiaan di Indonesia,” jelasnya.

Sebagian anak binaan PYI yang ada yang telah lulus pendidikan formal, juga beberapa yang telah bekerja sebagai karyawan swasta, ada pula yang bekerja sebagai wirausaha.

Untuk anak- anak binaan yang bermukim di asrama, menurut M. Safar Hasan, saat ini khusus untuk jenjang usia pendidikan sekolah dasar. Sementara tingkat SMP dan SMA masuk sekolah di boarding school. Sedangkan untuk anak binaan yang mendapatkan program beasiswa jenjang kuliah menempuh pendidikan di sejumlah kampus seperti UNJANI, UPI, UNPAD, dan lainnya.

Kepercayaan Donatur

Di tengah semakin banyaknya lembaga sosial dan filantropi dengan fokus serupa, Panti Yatim Indonesia telah membuktikan diri mampu bertahan karena fondasi nilai, konsistensi pelayanan, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman.

Keberlanjutan PYI juga ditopang oleh kepercayaan donatur yang terjaga. Transparansi, akuntabilitas, serta laporan penyaluran yang jelas, membuat para donatur tetap loyal untuk berbagi kebaikan bersama PYI.

Panti Yatim Indonesia sendiri memanfaatkan beragam media komunikasi, baik konvensional maupun digital, seperti melalui website utama PYI www.pantiyatim.or.id dan media sosial official PYI yang ada di Facebook, TikTok, YouTube, dan Instagram. Media promosi konvensional seperti spanduk, banner, dan baliho, juga masih dimanfaatkan.

PYI membangun kolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki visi kepedulian sosial yang sejalan, antara lain instansi pemerintah yakni Kemenag dan Dinsos, perusahaan swasta melalui program CSR, dan lembaga sosial lain yang memiliki fokus program yang sejalan.

Harapan terbesar PYI kepada donatur adalah membersamai program-program secara berkelanjutan, baik melalui bantuan materi maupun nonmateri. “Juga kami berharap para donatur dapat menjadi mitra untuk meluaskan informasi tentang PYI dan program-programnya,” harap M. Safar Hasan.

Mengenai target pada tahun 2026 ini, M. Safar Hasan mengungkapkan, tahun 2026 Panti Yatim Indonesia menargetkan fase penguatan dampak, keberlanjutan, dan profesionalisme lembaga, dengan tetap berpijak pada misi utama melayani anak yatim dan duafa.

“Lalu pertumbuhan penghimpunan dana ZISWAF secara sehat dan berkelanjutan, guna perluasan jangkauan program ke lebih banyak daerah, terutama wilayah dengan tingkat kemiskinan dan kerentanan sosial tinggi,” pungkas M. Safar Hasan.

Panti Yatim Indonesia (PYI)
Kantor Sekretariat:
Jl. Cibaduyut Lama Kompleks Sauyunan Raya No. 14, Kelurahan Kebon Lega, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat, 40235
Instagram: @pantiyatimindonesia, Facebook: @pantiyatimindonesia, TikTok: @pantiyatimindonesia, YouTube: PYIyatimzakatOfficial

Rekening infaq dan sedekah:
-BCA 2828 555 222 a.n Yayasan Panti Yatim Indonesia
-Bank Mandiri 132 004 118 5555   a.n Yayasan Al Fajr Panti Yatim
-BSI 333 444 9930 a.n Panti Yatim Indonesia Alfajr
-BRI 040 101 000 232 308 a.n Panti Yatim Indonesia
-CIMB Syariah 86 000 885 1200 Al-Fajr Panti Yatim

Facebook Comments Box

Penulis: Deffy RuspiyandyEditor: Badiatul Muchlisin Asti

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.